RiJP

Raharja iLearning Junior Professional

By

Perkembangan Bahasa Indonesia

1. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai Bahasa Nasional!

> Sebagai lambang Kebanggaan Nasional, yaitu sebagai lambang kebangsaan nasional bahasa Indonesia memancarkan nilai-nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus bangga, menjungjung, dan mempertahankannya. Sebagai realisasi dari kebanggaan terhadap bahasa Indonesia, maka kita harus memakainya tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan acuh tak acuh. Selain itu, kita harus bangga memakainya dengan memelihara dan mengembangkannya.

> Sebagai lambang Identitas nasional, yaitu merupakan lambang bangsa Indonesia. Hal ini berarti jika seorang menggunakan bahasa Indonesia orang akan mengetahui identitas seseorang, yaitu siat, tingkah laku, dan wataknya sebagai bangsa Indonesia. Kita harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita tidak tercermin di dalamnya dan jangan sampai bahasa Indonesia tidak menunjukkan gambaran bangsa.

> Sebagai alat Pemersatu, yaitu memungkinkan masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang sosial budaya yang berbeda-beda bahasanya dapat menyatu dan bersatu dalam kebangsaan, cita-cita, dan rasa nasib yang sama. Dengan bahasa Indonesia, bangsa Indonesia merasa nyaman dan serasi hidupnya, karena mereka merasa tidak merasa bersaing dan tidak merasa lagi ‘dijajah’ oleh masyarakat suku lain. Adanya kenyataan bahwa dengan menggunakan bahasa Indonesia, identitas suku dan nilai-nilai sosial budaya daerah masih tercermin dalam bahasa daerah masing-masing. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih tegar dan tidak tergoyah sedikit pun. Bahkan, bahasa daerah diharapkan dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia.

> Sebagai alat Penghubuung Antarbudaya Antardaerah, yaitu seseorang dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan. Hal tersebut dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila seseorang berkunjung ke pelosok daerah yang berbeda dengan suku dan bahasanya, bahasa Indonesia akan menjembatani komunikasi di antara mereka sehingga lancarnya komunikasi ini tentu saja membuat segala aktivitas berjalan lancar dan dapat berkembang dengan baik dari segi ekonomi, sosial budaya, dan lain sebagainya.
2. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai Bahasa Negara!
Sebagai bahasa resmi kenegaraan

Bukti bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan adalah digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah Proklamasi Kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu, bahasa Indonesia digunakan dalam berbagai upacara, peristiwa, serta kegiatan kenegaraan.

Sebagai bahasa Pengantar resmi di lembaga-lembaga Pendidikan

Bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai Taman Kanak-kanak (TK) sampai dengan Perguruan Tinggi. Selain sebagai bahasa pengantar, materi pelajaran dalam buku-buku menggunakan bahasa Indonesia untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar. Penggunaan bahasa Indonesia juga mendukung pada pendidikan multikultural yang pada masyarakat perkotaan sangat dominan sehingga dari manapun asal suku anak tersebut, mereka dapat memahami pelajaran karena menggunakan bahasa Indonesia.

Bahasa resmi dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah;

Bahasa Indonesia dipakai dalam hubungan antarbadan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan hal itu, hendaknya diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. Penyeragaman dan peningkatan muu tersebut agar isi atau pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.

Bahasa resmi dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.

Kebudayaan nasional yang beragam berasal dari masyarakat Indonesia yang beragam pula. Dalam penyebarluasan ilmu dan teknologi modern agar jangkauan pemakaiannya lebih luas, penyebaran ilmu dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lain, hendaknya menggunakan bahasa Indonesia. Pelaksanaan ini mempunyai hubungan timbal-balik dengan fungsinya sebagai bahasa ilmu yang dirintis lewat lembaga-lembaga pendidikan, khususnya di perguruan tinggi.

3. Mengapa bahasa Melayu dapat diterima menjadi bahasa Indonesia?

Bahasa Melayu sebagai lingua franca

Pada masa Kerajaan Sriwijaya bahasa Melayu sebagai bahasa perdagangan yang digunakan oleh berbagai suku yang memiliki latar belakang bahasa ibu yang berbeda bahkan digunakan oleh pedagang-pedagang yang datang dari luar negeri . Dari sinilah, bahasa Melayu mulai dipahami dan cepat tersebar ke berbagai daerah di nusantara dan di seluruh Asia tenggara.

Bahasa Melayu praktis dan sederhana

Bahasa Melayu berbeda dengan bahasa lainnya di Indonesia dalam segi strukturnya. Struktur dalam bahasa Melayu tidak mengenal undak usuk atau bahasa yang disampaikan strata sosial yang dipakai oleh masyarakat jawa.

Suku Jawa, suku Sunda, dan suku-suku lainnya dengan suka rela menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

4. Indonesia ditetapkan sebagai bahasa pemersatu bangsa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928,

5. mengapa bukan bahasa Sunda, bahasa Jawa, bahasa Padang atau bahasa daerah lainnya menjadi bahasa Indonesia?

Suku Jawa, suku Sunda, dan suku-suku lainnya dengan suka rela menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

Leave a Reply