RiJP

Raharja iLearning Junior Professional

By

Tugas Bahasa Indonesia Ade Purnama

 

  • Jelaskan apa yang dimaksud dengan makalah! 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2000), makalah adalah (1) tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum dalam suatu persidangan dan sering disusun untuk diterbitkan; atau (2) karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi. Menurut Parera (1982) seperti dikutip dalam Syihabudin (2006), makalah adalah karya tulis yang memerlukan studi baik secara langsung seperti melalui observasi lapangan, maupun tidak langsung (studi kepustakaan).

 

  • Sebutkan beberapa jenis makalah dan berikan contoh setiap jenis makalah tersebut!

Berdasarkan jenisnya, makalah terdiri atas tiga jenis :

1. Makalah Studi
Makalah studi adalah makalah yang bersumber dari hasil penelitian yang ditujukan bagi siswa atau mahasiswa sebagai tugas pada mata kuliah yang dipelajari. Panjang makalah ini minimal 15 halaman. Makalah ilmiah ditulis sebagai suatu sarana pemecahan masalah secara ilmiah. Peneliti mengumpulkan bahan-bahan, lalu diolah kembali dengan analisis, sintesis, dan interpretasi yang baru. Selain itu, ada pula makalah studi yang dibangun berdasarkan pengetahuan baru dan menjadi informasi bagi setiap orang. Sebelumnya penulis mencari informasi-informasi yang diolahnya kembali dengan analisis, sintesis, dan interpretasi yang baru, diikuti dengan pengumpulan data empiris di lapangan.
Ada dua macam makalah studi menurut pendekatannya, yaitu makalah yang menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Makalah studi yang menggunakan pendekatan kuantitatif ditulis menurut pendekatan deduktif-induktif. Dalam pendekatan ini, secara deduktif penulis merumuskan dugaan-dugaan sementara (hipotesis) setelah didukung oleh penelitian praktis, yaitu pada saat melaksanakan kajian pustaka. Hipotesis melibatkan variabel-variabel yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka-angka. Hipotesis itu lalu diuji secara empiris dengan bantuan prosedur statisti.
Makalah studi dengan pendekatan kualitatif digunakan terutama untuk memahami persoalan sosial dengam membangun gambaran keadaan kompleks dan holistik dalam bentuk narasi. Di dalam narasi, pandangan responden dilaporkan dengan rinci. Demikian pula latar alamiah tempat data diperoleh. Makalah studi kualitatif dikembangkan secara induktif.

2. Makalah Kerja
Makalah kerja adalah makalah yang disusun untuk dibentangkan dalam suatu seminar atau lokakarya.makalah kerja menurut pendekatannya terdiri atas makalah kuantitatif dan kualitatif. Perbedaannya dengan makalah studi terletak pada tujuann penulis. Jika dibuat untuk kepentingan studi atau akademik, karya ilmiah termasuk ke kategori makalah studi, tetapi jika ditujukan sebagai bahan untuk diskusi dalam suatu forum, karya ilmiah dikategorikan makalah kerja.
Makalah kerja yang telah didiskusikan dapat menjadi artikel ilmiah jika dipublikasikan di dalam media cetak. Demikian juga makalah studi dapat dikatakan sebagai artikel ilmiah setelah dilakukan perubahan sesuai dengan format artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal ilmiah.

3. Makalah Kajian
Makalah kajian atau makalah kritis adalah makalah yang disusun untuk memecahkan masalah yang kontroversial, bukan untuk dibicarakan dalam seminar. Makalah ini disebut kontroversial karena makalah ini mengkritisi atau mengevaluasi sebuah karya. Tidak selamanya pencipta karya dan pendukungnya dapat menerima evaluasi yang kurang menyenangkan. Oleh karena itu, untuk menghindari kontroversi yang tidak sehat ini penulis harus jujur secara intelektual, menghindari ungkapan-ungkapan yang emosional, tidak menyampaikan informasi yang kurang diyakininya. Umumnya makalah ini dimuat di media massa sehingga istilah makalah ini juga dikenal dengan istilah artikel ilmiah populer.

 

  • Berikan penjelasan sistematika penulisan makalah!
  1. Judul :  mencerminkan isi, menunjukkan fokus serta permasalahan pokok masalah. Judul yang terlalu panjang dapat dipecah menjadi judul utama dan subjudul.
  2. Kata Pengantar : berisi tentang sekilas latar belakang penulisan, tujuan penulisan, ucapan terima kasih, ungkapan harapan penulis, dan sebagainya.
  3. Daftar Isi : memuat daftar judul dan subjudul beserta halamannya. Fungsinya memudahkan pembaca mencari bagian yang akan dibacanya.
  4. Abstrak : intisari makalah yang ditulis 150-200 kata dalam satu paragraf dan berjarak spasi satu. Tujuan penulisan abstrak untuk menarik minat pembaca terhadap isi makalah dan menjadi putusan bagi pembaca apakah akan membaca lebih lanjut seluruh makalah atau tidak. Umumnya abstrak terdiri atas latar belakang, tujuan, metode, hasil dan simpulan (Kaludjernih, 2010).
  5. Pendahuluan : berisi tentang latar belakang penulisan makalah, rumusan, dan tujuan. Dalam bagian ini, penulis perlu menunjukkan pentingnya masalah atau topik makalah dibahas sehingga menimbulkan masalah. Selain itu, pada akhir pendahuluan dikemukan tujun penulisan yang mengarah pada kegiatan yang harus dilakukan selanjutnya dalam menulis makalah atau memberi informasi mengenai hal-hal yang disampaikan dalam makalah (Nasucha dkk, 2009).
  6. Kajian Literatur : berisi kutipan (langsung atau tidak langsung) mengenai teori-teori yang relevan dengan topik makalah dan kajian atas penelitian yang terdahulu yang serupa.
  7. Metode: apabila makalah merupakan hasil penelitian di lapangan diperlukan bagian metode untuk menjelaskan prosedur pelaksanaan penelitian. Prosedur tersebut diuraikan secara rinci, seperti siapa subjek atau responden penelitian, kapan waktu dan di mana penelitian dilakukan, serta bagaimana mengumpulkan dan menganalisis datanya.
  8. Hasil dan Analisis : bagian ini merupakan inti makalah. Hasil atau temuan dapat dikemukakan dalam bagian tersendiri, terpisah dari analisis. Hasil berisi jawaban atas masalah-masalah penelitian. Untuk memperkuat analisis digunakan teori, data, pandangan ahli, dan hasil penelitian terdahulu.
  9. Simpulan dan Saran
  10. Daftar Rujukan/Acuan : sumber-sumber tulisan yang diacu dalam makalah ditulis di dalam daftar pustaka sesuai dengan gaya yang te;ah ditetapkan.
  11. Lampiran (jika ada)

 

  • Sebutkan tahapan-tahapan menyusun makalah!
  1. Memilih topik : topik ditentukan yang tidak luas dan tidak pula sempit, akan menuntun penulis untuk fokus. Sebagai contoh topik tentang mahasiswa (masih luas/ sangat umum). Jika tujuan penulisan memberi gambaran umum, topik tersebut sudah tepat. Namun, jika tujuannya menganalisis, topik itu perlu dipersempit menjadi mahasiswa berprestasi.
  2. Menentukan tujuan
  3. Membuat kerangka (outline)
    Tujuannya meletakan ide-ide tentang topik dalam format yang terorganisasi.

 

  • Buat satu contoh topik dan tujuannya untuk  sebuah karya tulis yang akan Anda tulis!

Judul Karya Ilmiah : pengaruh dan dampak globalisasi terhadap kehidupan masyarakat

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Karya Ilmiah Bahasa Indonesia ini dengan baik.
Karya Ilmiah ini diharapkan mampu membantu saya memperdalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam kegiatan belajar. Selain itu, Karya Ilmiah ini diharapkan agar dapat menjadi bacaan para pembaca agar menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab karena materi ini disajikan mengarah pada terbentuknya arah globalisasi yang berpengaruh terhadap kehidupan social dan budaya.
Oleh karena itu, Karya Ilmiah ini diharapkan agar bangsa Indonesia memiliki sikap yang kritis terhadap situasi, kondisi dan juga dapat menerima perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada para pembaca yang sudah berkenan membaca Karya Ilmiah ini dengan tulus ikhlas. Semoga Karya Ilmiah  ini dapat bermanfaat, khususnya bagi saya dan pembaca. Amin
Tangerang, 24 Februari 2016
Penulis
ABSTRAK
Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Globalisasi secara fisik ditandai dengan perkembangan kota-kota yang menjadi bagian dari jaringan kota dunia. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur telekomunikasi, jaringan transportasi, perusahaan-perusahaan berskala internasional serta cabang-cabangnya.
Dampak Positif :
·         Perubahan tata nilai dan sikap
·         Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
·         Tingkat kehidupan yang lebih baik
Dampak Negatif :
·         Pola hidup konsumtif
·         Sikap individualistik
·         Gaya hidup kebarat-baratan
·         Kesenjangan Sosial
DAFTAR ISI
JUDUL …………………………………………………………………………………………….. i
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………. ii
ABSTRAK …………………………………………………………………………………………. iii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………… iv
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………….. 1
I.1 Latar belakang ……………………………………………………………………………. 1
I.2 Rumusan Masalah ………………………………………………………………………. 1
I.3 Tujuan ………………………………………………………………………………………. 1
BAB II KAJIAN TEORITIS ……………………………………………………………….. 2
II.1 Pengertian Globalisasi ………………………………………………………………… 2
II.2 Proses Globalisasi ……………………………………………………………………… 2
II.3 Dampak Globalisasi …………………………………………………………………… 3
II.3.1 Dampak Positif ………………………………………………………………… 3
II.3.2 Dampak Negatif ……………………………………………………………….. 5
II.4 Pengaruh Globalisasi ………………………………………………………………….. 6
II.5 Contoh Kasus ……………………………………………………………………………. 7
BAB III PENUTUP …………………………………………………………………………….. 8
III.1 Kesimpulan ……………………………………………………………………………… 8
III.2 Saran……………………………………………………………………………………….. 8
III.3 Penutup …………………………………………………………………………………… 8
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………….. 9
BAB I
PENDAHULUAN
I.1.  Latar Belakang
Manusia telah mengalami perkembangan dalam setiap periode waktu yang dilewatinya, dari zaman purbakala sampai dengan zaman sekarang. Peradaban manusia telah mengalami kemajuan sampai sekarang. Perkembangan manusia pun semakin barkembang pesat. Perkembangan itu membawa perubahan – perubahan besar pada kehidupan manusia. Misalnya, pada pakaian, teknologi, makanan, dsb. Sebagai contoh misalnya Indonesia. Indonesia pada saat ini, sudah mulai mengikuti perkembangan dunia. Hal ini dapat disebut bahwa Indonesia mengalami proses globalisai. Untuk itu, karya tulis ilmiah ini akan memberitahukan dampak – dampak dari globaliasasi dan cara- cara penanggulangan dampak negatif globalisasi.
I.2. Rumusan  Masalah
a)      Apa yang dimaksud dengan globalisasi?
b)      Bagaimana proses globalisasi?
c)      Hal – hal apa saja yang timbul akibat proses globalisasi?
d)     Pengaruh apa yang dibawa oleh globalisasi?
e)      Bagaimana sikap kita agar tidak terbawa pengaruh arus negatif  globalisasi?
I.3. Tujuan
Tujuannya dari laporan yang saya buat ini adalah :
·         kita dapat mengetahui dampak yang ditimbulkan dari proses globaliasasi baik dampak positif maupun dampak negatif.
·         Dan kita dapat mengetahui bagaimana sikap kita dalam menerima perubahan – perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
BAB II
KAJIAN TEORITIS
II.1. Pengertian Globalisasi
Kata globalisasi diambil dari global yang maknanya universal. Globalisasi belum memiliki definisi atau pengertian yang pasti kecuali sekedar definisi kerja sehingga maknanya tergantung pada sudut pandang orang yang melihatnya.
Ada beberapa definisi global yang dikemukakan oleh beberapa orang sebagai berikut :
a.    Malcom Waters, seorang professor sosiologi dari Universitas Tasmania, berpendapat, globalisasi adalah sebuah proses social yang berakibat pembatasan geografis pada keadaan social budaya menjadi kurang penting yang terjelma di dalam kesadaran orang.
b.    Emanuel Richter, guru besar pada ilmu politik Universtas Aashen, Jerman, berpendapat, bahwa globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan yang menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.
c.    Princenton N Lyman, mantan duta besar AS di Afrika Selatan, berpendapat bahwa globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara Negara-negara di dunia dalam hal perdagangan dan keuangan.
d.    Selo Soemardjan, bapak Sosiologi Indonesia, berpendapat bahwa Globalisasi adalah terbentuknya organisasi dan komunikasi antara masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama.
II.2. Proses Globalisasi
Globalisasi sebagai suatu proses bukanlah suatu fenomena baru karena proses globalisasi sebenarnya telah ada sejak berabad-abad lamanya. Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 arus globalisasi semakin berkembang pesat di berbagai negara ketika mulai ditemukan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi. Loncatan teknologi yang semakin canggih pada pertengahan abad ke-20 yaitu internet dan sekarang ini telah menjamur telepon genggam (handphone) dengan segala fasilitasnya.
Bagi Indonesia, proses globalisasi telah begitu terasa sekali sejak awal dilaksanakan pembangunan. Dengan kembalinya tenaga ahli Indonesia yang menjalankan studi di luar negeri dan datangnya tenaga ahli (konsultan) dari negara asing, proses globalisasi yang berupa pemikiran atau sistem nilai kehidupan mulai diadopsi dan dilaksanakan sesuai dengan kondisi di Indonesia.
Globalisasi secara fisik ditandai dengan perkembangan kota-kota yang menjadi bagian dari jaringan kota dunia. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur telekomunikasi, jaringan transportasi, perusahaan-perusahaan berskala internasional serta cabang-cabangnya.
II.3. Dampak Globalisasi
II.3.1. Dampak Positif
Dampak positif  globalisasi adalah sebagai berikut:
a.    Perubahan Tata Nilai dan Sikap
Adanya globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.
b.    Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
c.    Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Dampak positif globalisasi menurut bidangnya, adalah:
1.    Globalisasi bidang hukum, pertahanan, dan keamanan.
a.     Semakin menguatnya supremasi hukum, demokratisasi, dan tuntutan terhadap dilaksanakannya hak-hak asasi manusia.
b.    Menguatnya regulasi hukum dan pembuatan peraturan perundang-undangan yang memihak dan bermanfaat untuk kepentingan rakyat banyak.
c.    Semakin menguatnya tuntutan terhadap tugas-tugas penegak hukum yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
2. Globalisasi bidang sosial budaya.
a.    Meningkatkan pemelajaran mengenai tata nilai sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa lain yang telah maju.
b.    Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagainya.
3. Globalisasi bidang ekonomi sektor perdagangan.
a.    Liberalisasi perdagangan barang, jasa layanan, dan komodit lain memberi peluang kepada Indonesia untuk ikut bersaing mereput pasar perdagangan luar negeri, terutama hasil pertanian, hasil laut, tekstil, dan bahan tambang.
b.    Arus masuk perdagangan luar negeri menyebakan defisit perdagangan nasional.
4. Globalisasi bidang ekonomi sektor produksi.
Adanya kecenderungan perusahaan asing memindahkan operasi produksi perusahaannya ke negara-negara berkembang dengan pertimbangan keuntungan geografis.
II.3.2 Dampak Negatif
Dampak negatif globalisasi adalah sebagai berikut :
a.    Pola Hidup Konsumtif
Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
b.    Sikap Individualistik
Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkanorang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
c.    Gaya Hidup Kebarat-baratan
Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
d.    Kesenjangan Sosial
Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus globalisasimaka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.
Dampak negatif globalisasi menurut bidangnya, adalah:
1.    Globalisasi bidang hukum, pertahanan, dan keamanan.
a.         Peran masyarakat dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban negara semakin berkurang karena hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab pihak tentara dan polisi.
b.        Perubahan dunia yang cepat, mampu mempengaruhi pola pikir masyarakat secara global. Sifat – sifat masyarakatnya adalah pragmatisme, hedonisme, primitif,dan konsumerisme
c.         Semakin lunturnya semangat gotong-royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial sehingga dalam keadaan tertentu.
2.      Globalisasi bidang sosial budaya.
a.         Semakin mudahnya nilai-nilai barat masuk ke Indonesia baik melalui internet, media televisi, maupun media cetak yang banyak ditiru oleh masyarakat.
b.        Semakin memudarnya apresiasi terhadap nilai-nilai budaya lokal yang melahirkan gaya hidup berikut ini. Individualisme (mengutamakan kepentingan diri sendiri).
II.4. Pengaruh Globalisasi
Di Zaman Globalisasi saat ini banyak pengaruh yang mempengaruhi remaja. Ada pengaruh yang positif ada juga pengaruh yang negatif. Sebagai remaja yang baik kita harus memanfaatkan alat – alat / teknologi yang sudah canggih sehingga mampu menguasainya.
Indonesia adalah negara yang masyarakatnya mempunyai etika yang baik. Tapi saat ini banyak sekali remaja yang tidak sopan, tidak menghormati orang yang lebih tua darinya. Mungkin itu adalah pengaruh negatif dari Globalisasi. Dan itu menyebabkan pergaulan bebas, narkoba, dll. Hal – hal itulah yang harus kita hindari.
Tapi kita juga tidak boleh menyalahkan adanya Zaman Globalisasi, karena jika tidak ada Zaman Globalisasi kita tidak akan mengenal alat – alat komunikasi yang canggih. Nilai moral bangsa dinilai dari etika masyarakatnya. Jadi, jika ingin mempunyai nilai moral bangsa yang baik kita harus menjaga etika. Gunakan slogan ” Jika ingin dihormati, Hormatilah orang lain.” Agar kita sopan terhadap orang lain. Jadi, kita dianggap bangsa yang berbudi baik dimata bangsa lain.
Etika seharusnya diajarkan sejak dini oleh orang tuanya. Anak biasanya menirukan kegiatan orang tuanya,maka dari itu orang tua seharusnya melakukan kegiatan yang mampu memberikan arti etika baik. Dan mampu dimengerti oleh si anak. Dengan didikan yang baik anak tersebut akan menjadi anak yang sopan kelak. Dan anak tersebut juga harus mempunyai iman yang kuat. Sehingga, mampu melawan pengaruh buruk Globalisasi seperti Narkoba, Sex bebas, dll.
Oleh karena itu, agar kita tidak terjerumus ke dalam pengaruh negatif globalisasi kita harus mengikuti langkah – langkah seperti berikut:
a.         Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
b.        Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
c.         Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
d.        Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
e.         Perlunya perhatian para orang tua dalam memantau pergaulan dan cara hidup anaknya.
II.5. Contoh Kasus
Ada contoh kasus seorang pria 17 tahun, kecanduan games sejak kelas I SMA. Awalnya ia seorang murid teladan di sekolahnya, kemudian ia menjadi pencandu games setelah perceraian kedua orang tuanya. Akhirnya ia sekarang ini ditangani psikiater karena ia mulai sering membayangkan dirinya menjadi salahsatu pemain peran dari games yang dimainkannya. Ia mulai tidak bisa membedakan antara dunia nyata dan dunia maya. Latar belakang keluarga, ayah pengusaha, ibunya guru salah satu SMA.
BAB III
PENUTUP
III.1. Kesimpulan
Kita harus bersikap selektif dalam mengikuti perkembangan globalisasi. Ambilah sisi positif dari proses globalisasi. Dengan adanya proses globalisasi dalam kehidupan, kita dapat memperoleh informasi dengan cepat, membuat kehidupan semakin baik, makin berkembangnya teknologi. Orang tua adalah orang yang berperan penting dalam mendidik anak agar tidak terbawa arus negative globalisasi.
III.2. Saran
Dengan begitu, kami menyarankan agar kalian jangan sampai terbawa hal – hal buruk dalam pergaulan. Dan untuk para orang tua, kalian adalah orang yang sangat penting dalam hal mengontrol anak anda, apalagi yang memiliki anak remaja, pengawasan orang tua adalah yang paling utama sebelum pengawasan guru, teman, maupun orang lain.
        Dan kalian harus bersikap selektif dalam mengikuti setiap perkembangan globalisasi. Dan gunakanlah teknologi,informasi, dan komunikasi dengan sebaik – baiknya.
III.3. Penutup
Sekian hal – hal yang dapat kami bahas dan sampaikan. Mohon maaf bila ada salah kata. Mudah – mudahan dapat bermanfaat bagi kalian. Dan kami mengharapkan sumbangan pikiran, kritikan, maupun saran. Terima Kasih.
DAFTAR PUSTAKA
1.      Kuntowijoyo, Budaya Elite dan Budaya Massa dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997.
2.      Sapardi Djoko Damono, Kebudayaan Massa dalam Kebudayaan Indonesia: Sebuah Catatan Kecil dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997.
3.      http://www.isomwebs.com/2012/karya-ilmiah-pengaruh-globalisasi-terhadap-eksistensi-kebudayaan-daerah
4.      http://afand.abatasa.com/post/detail/2761/dampak-positif-dan-dampak-negatif–globalisasi-dan-modernisasi diakses pada 2 Oktober 2011

Leave a Reply