RiJP

Raharja iLearning Junior Professional

By

Tugas Makalah Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa BL103F

MENINGKATKAN MINA BACA MAHASISWA DI ERA GLOBALISASI

TUGAS MAKALAH

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA

DI SUSUN OLEH :

GIOFANNY BELLACYANE (1621490928)

PROGRAM STUDI MULTIMEDIA AUDIO VISUAL BROADCASTING

STMIK RAHARJA

2016

KATA PENGANTAR

            Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang maha pengasih dan penyayang yang telah memberikan rahmat, karunia dan barkat-Nya, sehingga penyusunan makalah yang berjudul tentang Meningkatkan Minat Baca Siswa atau Mahasiswa di Era Globalisasi dapat terselesaikan tepat pada waktunya,yang merupakan salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia, dengan harapan menjadi suatu pertimbangan dan acuan dalam melakukan penelitian dan pembelajaran.

 Selain itu tujuan dari penyusunan makalah ini juga untuk menambah wawasan tentang Meningkatkan Minat Baca siswa dan Mahasiswa atau Mahasiswa di Era Globalisasi . Sehingga besar harapan saya, makalah yang saya sajikan dapat menjadi konstribusi positif bagi pengembangan wawasan pembaca.

            Akhirnya saya menyadari dalam penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati saya menerima kritik dan saran agar penyusunan makalah selanjutnya menjadi lebih. Semoga ini memberi manfaat bagi banyak pihak. Amin.

Penulis,

Giofanny Bellacyane

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Minat baca adalah kekuatan yang mendorong untuk memperhatikan, merasa tertarik dan senang terhadap aktivitas membaca sehingga mereka mau melakukan aktivitas membaca dengan kemauan sendiri. Aspek minat baca meliputi kesenangan membaca, frekuensi membaca dan kesadaran akan manfaat membaca.

Perkembangan Minat Baca dan Kemampuan Baca memang sangat memprihatinkan. Hal ini disebabkan metode yang diberikan terhadap siswa maupun maupun mahasiswa pada umumnya kurang bahkan tidak menyenangkan. Sebagian besar metode yang ada hanya berorientasi pada hasil bukan pada proses. Rendahnya kebiasaan membaca yang rendah ini menjadikan kemampuan membaca rendah.

Saat ini persepsi sebagian besar rakyat Indonesia, masih berkutat memenuhi hajat hidupnya yang paling utama, yakni pangan dan sandang. Belum lagi kebutuhannya untuk memperoleh tempat berteduh alias rumah, dan membiayai pendidikan anak-anaknya hal tersebut bagi masyarakat yang kurang mampu. Sementara dikalangan masyarakat yang lebih mampu, membeli barang-barang konsumtif (yang bukan merupakan kebutuhan pokok) sepertinya lebih dianggap penting ketimbang membeli buku.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada latar belakang masalah, penulis mengidentifikasikan permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut:

  1. Pengertian membaca
  2. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat minat baca
  3. Bagaimana upaya meningkatkan minat baca siswa dan mahasiswa

C. Tujuan Makalah

Tujuan dari pembuatan Karya Tulis ini, agar pembaca dapat mengetahui masalah yang berkaitan dengan kurangnya minat membaca di kalangan masyarakat khususnya siswa dan mahasiswa di Indonesia. Karya Tulis ini menjelaskan beberapa pokok-pokok permasalahan yang dapat membantu kita, khususnya dalam pengembangan minat membaca.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Membaca

Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan, walaupun terkadang informasi itu kita dapatkan secara tidak langsung.

Membaca, menurut Tampubolon dalam buku “Mengembangkan Minat dan Kebiasaan Membaca pada Anak” adalah suatu kegiatan fisik dan mental, dimana akhirnya informasi dan pengetahuan yang berguna bagi kehidupan akan diperoleh.

 Banyak orang bilang, buku itu merupakan jendela dunia. Karena dengan buku dapat membuka wawasan yang sangat luas. Tidak hanya informasi yang ada dalam negeri yang didapatkan, melainkan informasi tentang dunia, bahkan alam semesta. Buku merupakan jendela dunia, yang dapat membawa kita ke negara lain tanpa harus menginjakkan kaki di negera tersebut, kita sudah bisa mengetahui bagaimana negara itu sendiri dengan membaca.

Buku adalah jendela ilmu. Berbagai macam ilmu dituliskan ke dalam sebuah buku. Bila sang penulis mampu menuliskan ilmunya dengan baik dalam sebuah buku, maka siapa saja yang membaca tulisannya akan tercerahkan, dan mendapatkan pengetahuan baru dari apa yang dituliskannya. Bisa berupa pengalaman hidupnya, bisa juga tentang hal-hal yang dikuasai dan disukainya. Bila sang penulis menuliskannya dengan penuh kehatian-hatian, dan berdasarkan riset atau penelitian, buku itu menjadi sebuah buku yang berkualitas dan layak dibaca oleh banyak orang. Hanya saja masalahnya, budaya membaca belum menjadi budaya masyarakat kita. Tak salah bila banyak penulis buku memfilmkan isi bukunya agar sampai pesannya.

Jadi dalam proses membaca kita dituntut untuk mampu memvisualisasikan suatu keadaan dari bentuk tulisan ke arah terciptanya atau menciptakan kembali dunia penulis  ke dunia kita. Melalui proses imajinasi dan berpikir secara demikian ini, akan mendatangkan manfaat dalam segala aspek kehidupan kita, terutama yang menyangkut pekerjaan kita.

B. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat minat baca

 

Membaca memiliki banyak tujuan. Selain mendapatkan informasi, membaca juga dapat membuka wawasan yang sangat luas. Membaca juga merupakan kunci untuk membuka pintu gerbang kesuksesan. Tiada orang di dunia ini yang sukses tanpa membaca. Membaca juga merupakan sarana untuk menuntut ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan di dunia ini sangat banyak dan tak terbilang. Maka membaca perlu dibiasakan sejak dini. Semakin sering kita membaca akan semakin sulit bagi kita untuk tidak membaca.

Membaca itu sendiri tidak harus membaca buku ilmiah seperti Fisika, Biologi, Sejarah, Ekonomi dan lain sebagainya. Buku cerita, cerpen, novel, artikel dan majalah pun boleh boleh saja. Buku-buku tersebut juga memiliki manfaat dan informasi seperti halnya buku-buku ilmiah. Namun, sebagian dari mereka memiliki informasi yang tidak tersampaikan secara langsung. Membaca juga dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.

 Di zaman informasi seperti sekarang ini,menemukan sumber informasi atau bacaan tidaklah begitu sulit, mencari informasi bacaan tidak perlu harus dengan membeli buku. Bahkan membaca buku di internet sudah sangat memungkinkan. Beberapa dari buku sekolah juga sudah ada yang dibeli oleh pemerintah untuk dapat dipublikasikan secara gratis melalui media internet.Akan tetapi minat baca masyarakat terutama siswa dan mahasiswa masih rendah.

Membaca merupakan suatu proses menangkap atau memperoleh, mengevaluasi  konsep – konsep pengarang dan merefleksikan  atau bertindak sebagaimana yang dimaksud dari konsep – konsep itu.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi dan bisa menghambat masyarakat untuk mencintai dan menyenangi buku sebagai sumber informasi layaknya membaca koran dan majalah, yaitu:

  1. Sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat siswa/mahasiswa harus membaca buku lebih banyak dari apa yang diajarkan dan mencari informasi atau pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan di kelas.
  2. Banyaknya hiburan TV dan permainan di rumah atau di luar rumah yang membuat perhatian anak atau orang dewasa untuk menjauhi buku.
  3. Banyaknya tempat-tempat hiburan seperti taman rekreasi, supermarket dll.
  4. Budaya baca masih belum diwariskan oleh orang tua, Seseorang tidak suka membaca karena memang sejak kecil dibesarkan oleh orangtua yang tidak pernah mendekatkan dirinya pada bacaan. Hal ini terlihat dari kebiasaan Ibu-Ibu yang sering mendongeng kepada putra-putrinya sebelum anaknya tidur dan ini hanya diaplikasikan secara verbal atau lisan saja dan tidak dibiasakan mencapai pengetahuan melalui bacaan.
  5. Para ibu yang disibukkan dengan berbagai kegiatan di rumah/di kantor serta membantu mencari tambahan nafkah untuk keluarga, sehingga waktu untuk membaca sangat minim.
  6. Buku dirasakan oleh masyarakat umum sangat mahal dan begitu juga jumlah perpustakaan masih sedikit dibanding dengan jumlah penduduk yang ada dan kadang-kadang letaknya jauh.

C. Upaya meningkatkan minat baca siswa dan mahasiswa

Membangun kebiasaan membaca bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, tidak hanya cukup dengan membeli buku dan membuka perpustakaan. Akan tetapi untuk membangun kebiasaan membaca harus dimulai dari membangun kepribadian individu, dan apabila ingin membangun masyarakat membaca khususnya siswa dan mahasiswa harus melakukan sebuah upaya yang massif dan simultann dalam membangun kepribadian atau budaya masyarakat menjadi masyarakat yang gemar membaca.

Untuk menumbuhkan minat seseorang atau rasa senang seseorang pada  aktivitas membaca, maka seseorang itu harus mampu dan senang membaca, karena membaca sebagai minat mempunyai tujuan untuk menanamkan kebiasaan dan rasa senang membaca pada diri seseorang. Semakin disadari bahwa masyarakat gemar membaca (reading society) merupakan persyaratan dalam mewujudkan masyarakat gemar belajar (learning society) yang merupakan salah satu ciri masyarakat maju dan beradab. Membaca merupakan kunci dalam belajar dan dengan membaca, kita dapat menghilangkan rasa keingintahuan kita terhadap informasi dan pengetahuan yang terkandung dalam bacaan yang kita baca.

Dengan mengembangkan minat baca maka seseorang akan mampu meningkatkan kemampuan seseorang dalam menulis dengan baik. Sebagai tambahan bahwa orang yang mempertahankan aktifitas mentalnya dengan membaca, memecahkan teka – teki, dan lainnya lebih sedikit kemungkinannya mengalami kelemahan – kelemahan menurunnya kemampuan mengingat dan gejala yang lain.

Pendidikan selalu berkaitan dengan kegiatan belajar. Belajar selalu identik dengan membaca. Membaca selalu berhubungan dengan bertambahnya pengetahuan, sikap, dan ketrampilan. Persoalanya, kualitas membaca masyarakat juga siswa dan mahasiswa kita teramat rendah. Dengan ketrampilan membaca yang dimiliki oleh  mahasiswa akan dapat memasuki dunia keilmuan yang penuh pesona, memahami khasanah kearifan yang banyak hikmat, dan mengembangkan berbagai ketrampilan lainnya yang amat berguna untuk kelak mencapai sukses dalam hidup. Aktivitas  membaca yang terampil akan membukakan jendela pengetahuan yang luas, gerbang kearifan yang dalam, dan lorong keahlian yang lebar di masa depan.

Sebagai pelajar dan mahasiswa yang ingin menjadi anggota masyarakat yang dihormati serta yang bertanggung jawab, maka kita harus mencurahkan perhatian serta usaha kita pada peningkatan minat baca.Sikap ingin tahu yang intelektual, yang  bijaksana, ditambah dengan usaha yang konstan untuk menggali bidang – bidang pengetahuan baru, akan menolong dalam meningkatkan serta memperluas minat baca kita.

Mahasiswa atau pelajar yang mempunyai kebiasaan membaca akan mempunyai kosa kata yang baik, perbendaharaan kata – kata yang memadai, dan ketrampilan dalam meringkas serta merangkumkan  tidak akan menemui kesulitan dalam pemahaman. Pemahaman sangat dibantu oleh refleksi atau pemikiran terhadap apa yang dibaca. Di perguruan  tinggi, persiapan untuk ujian menuntut refleksi ini dan  mentranformasikan (kegiatan) membaca menjadi (kegiatan) belajar.

Seperti yang dipahami dan dipakai orang selama ini, minat dapat mempengaruhi  kualitas pencapaian hasil belajar seseorang. Oleh karena itu ada hubungan positif antara minat baca dengan prestasi akademik para mahasiswa.

Sebagai mahasiswa, kita harus banyak meluangkan waktu untuk membaca, terutama buku yang berbahasa Inggris. Mengingat di era globalisasi saat ini, bahasa Inggris sangat berperan dalam pendidikan dan perkembangan teknologi. Dengan membaca buku berbahasa Inggris diharapkan selain memperoleh banyak pengetahuan, mahasiswa juga dapat berbahasa Inggris secara aktif dalam kehidupan sehari-hari. Membaca erat kaitannya dengan kemampuan berbicara karena bahasa lisan turut memperlengkapi suatu latar belakang pengalaman – pengalaman yang  menguntungkan serta ketrampilan – ketrampilan bagi pengajaran membaca.

Sukses dalam studi tidak datang begitu saja. Untuk memperoleh sesuatu ada  harga yang harus kita bayar. Salah satu harganya adalah mau membaca, rajin membaca dan membaca efisien. Karena membaca merupakan kunci dalam belajar dan dengan membaca dapat menghilangkan rasa keingintahuan kita terhadap informasi dan  pengetahuan yang terkandung dalam bahan bacaan yang kita baca, karena belajar  adalah proses yang berlangsung selama hidup sebab proses peningkatan diri tidak pernah berhenti selama hidup ini dan cara yang paling tepat dan cepat untuk belajar adalah dengan membaca.

Sebagai upaya yang harus dilakukan dalam hal untuk meningkatkan minat baca bagi masyarakat khususnya siswa dan mahasiswa diperlukan peran aktif dari semua komponen yang ada baik pemerintah, masyarakat keluarga serta instansi pengelolah perpustakaan.

  1. Peran Pemerintah

Pemberantasan buta huruf sangat berkaitan erat dengan kewajiban pemerintah dalam menjamin pendidikan warga negaranya. Dalam hal ini pemerintah harus menjamin pendidikan yang berkwalitas, terjangkau dimana termasuk didalamnya ketersediaan buku berkwalitas yang murah dan dapat diakses publik secara mudah.

Oleh karena itu, pemerintah dituntut sebagai regulator, inisiator, eksekutor serta dinamisator bagi terjaminnya perkembangan dan kemajuana pendidikan nasional.

  1. Peran Masyarakat.

Peran masyarakat dalam menumbuhkan budaya gemar membaca, merupakan sebuah kebutuhan yang tidak terhindarkan dalam menciptakan masyarakat yang sadar membaca. Budaya membaca harus menjadi budaya masyarakat, baik melalui kampanye – kampanye nyata maupun melalui pertemuaan – pertemuan yang bersifat formal atau informal. Kegiatan gemar membaca harus dilakukan terus menerus berkesinambungan tanpa henti sehinggga menjadi ritual baru. Pengadaan perpustakan umum maupun perpustaab keliling, merupakan sebuah contoh untuk melangkah lebih maju dalam mendorong masyarakat gemar membaca.

  1. Peran Keluarga

Peran kelurga dalam meningkatkan minat membaca adlah sangat penting dan mendasar sekali. Disinilah pada dasarnya letak dan arah kemajuan bangsa dapat diraih. Keluarga memiliki pengaruh yang kuat terhadap perkembangan minat dan kegemaran membaca anak. Keluarga adalah sarana yang tepat bagi persemaian watak, perilaku dan kecerdasan, mengingat seluruh anggotanya dimungkinkan dapat berinteraksi secara intensif, bebas dan dinamis. Oleh sebab itu dalam menumbuhkan minat dan kegemaran membaca, maka harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai unsur terpenting dalam sebuah komunitas masyarakat.

  1. Peran Pihak Perpustakaan

Usaha yang harus dilakukan dari pihak perpustakan sebagai penyedia bacaan adalah pengelolah perpustakaan sekolah atau perpustakaan kampus juga perlu menciptakan kiat – kiat atau terobasan untuk memajukan perpustakaannya, misalnya bekerjasama dengan lemgaga pendidikan lain, pusat perbukuan, penerbit, toko buku, media cetak, organisasi kemasyarakat dan sebagainya.

Penataan ruang perpustakaan yang nyaman serta pengadaan fasilitas perpustakaan perlu diupayakan agar siswa maupun mahasiswa sebagai pengunjung merasa betah berada diruangan perpustakaan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan koleksi buku artinya, pertama pengelolah perpustakaan harus jeli dalam memilih judul buku dan senantiasa memperbaiki koleksi buku – bukunya. Kedua memperhatikan penyusunan buku – buku sesuai sistem yang digunakan, hal ini agar pengunjung perpustakaan mudah mendapatkan bahan bacaan yang diperlukan.

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Kebiasaan membaca  merupakan  sesuatu  yang penting dan fundamental  yang harus dikembangkan sejak dini dalam rangka untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi dalam upaya meningkatkan intelektualitas.

Minat membaca harus melekat pada diri setiap  siswa maupun mahasiswa untuk meningkatkan intelegensi dalam rangka menuju masyarakat infomasi dalam menyongsong dunia tanpa batas (globalisasi). Karena membaca memiliki peran yang sentral dalam  pengembangan masyarakat, maka budaya baca harus ditanamkan sedini mungkin  melalui pendidikan informal (dalam lingkungan keluarga). Membaca adalah tuntutan dalam pendidikan terutama pendidikan tinggi (PT).

Kebiasaan membaca buku dapat  menjadi suatu culture dalam masyarakat  untuk meningkatkan  intelektualitas, dalam memecahkan suatu masalah. Mahasiswa adalah agent of change yang dituntut untuk dapat membangun budaya baca sebagai identitas dan pengembangan masyarakat di era globalisasi ini. Dan untuk menjadi masyarakat  yang dihormati serta yang bertanggungjawab, para mahasiswa maupun siswa harus berperan berusaha dalam meningkatkan minat bacanya.

DAFTAR PUSTAKA

Tampubolon, Mengembangkan Minat dan Kebiasaan Membaca pada Anak, Angkasa, Bandung.

Bulletin Pusat Perbukuan, November 1998.

Elok Maslakhah, Analisa Penyebab Rendahnya Minat Baca dan Upaya Menumbuh kembangkan Minat Baca, http://www.pemustaka.com 16 August 2010

Suherman, M.Si, Bacalah! Menghidupkan Kembali Semangat Membaca Para Mahaguru Peradaban, Kompas, 12 November 2010

Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan. http://dokumen.tips/documents/makalah-meningkatkan-minat-baca-siswa-dan-mahasiswa-tk.html

 

Leave a Reply