RiJP

Raharja iLearning Junior Professional

By

Tugas Essay Pertemuan 9

PERTANYAAN

Jawablah pertanyaan berikut ini dengan jelas!

  1. Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya bangsa. Menurut saudara, bagaimanakah cara terbaik untuk melestarikan budaya bangsa yang positif dan mkenjadi identitas khas bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.
  2. Agama merupakan tali pengikat sosial masyarakaty, tetapi agama dapat pula menjadi pemicu konflik di masyarakat. Bagaimana pendapat saudara tentang pernyataan tersebut.

KETERANGAN : Sudah Mengerjakan

STATUS : 100% Tercapai

BUKTI :

  1. Budaya bangsa kita sangat beraneka ragam, tetapi disampingitu banyak  kurang kesadaran masyarakat kita  akan kepintangan kebudayaan kita, oleh karena itu kita paragenerasi muda harus menjaga dan melestarikan serta menanamkan dalam hati budaya bangsa kita, agar anak cucu kita juga dapat menikmatinya. Adapun paya untuk melestarikan dan mengeksistensikan budaya kita antara lain:
    • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam memajukan budaya lokal
    • Lebih mendorong kita untuk memaksimalkan potensi budaya lokal beserta pemberdayaan danpelestariannya
    • Berusaha menghidupkan kembali semangat toleransi, kekeluargaan, keramah-tamahan dan solidaritasyang tinggi.
    • Selalu mempertahankan budaya Indonesia agar tidak punah
    • kembangkan oleh masyarakat Indonesia Mengusahakan agar semua orang mampu mengelola keanekaragaman budaya lokal
  2. Sebagaiman pandangan Afif Muhammad, Betty R. Scharf juga mengatakan bahwa agama juga mempunyai dua wajah. Pertama, merupakan keenggaran untuk menyerah kepada kematian, menyerah dan menghadapi frustasi.Kedua, menumbuhkan rasa permusuhan terhadap penghancuranb ikatan-ikatan kemanusiaan.
    Di Indonesia sendiri konflik agama baik yang bersifat murni maupun yang ditumpangi oleh aspek budaya, politik, ideologi dan kepentingan golongan banyak mewarnai perjalanan sejarah Indonesia.
    Bahkan diera reformasi dan paska reformasi, agama telah menunjukkan peran dan fungsinya yang nyata. Baik kekuatan yang konstuktif maupun kekuatan yang destruktif. Sesudah gerakan reformasi, suatu keyakinan ketuhanan atau keagamaan banyak dituduh telah menyebabkan konflik kekerasan dinegeri ini. Selama 4 tahun belakangan, ribuan anak bangsa mati tanpa tahu untuk apa. Ribuan manusia terusir dari kampung halamannya, tempat mereka dilahirkan. Ribuan anak-anak lainnya pun menjadi piatu, kehilangan sanak keluarganya dan orang-orang yang dikasih.

Leave a Reply