RiJP

Raharja iLearning Junior Professional

By

Tugas Mandiri 1 pendidikan kewarganegaraan

Pertanyaan

  1. Bagaimana pendapat anda tentang kebijakan pemerintah mengenai pemindahan ibukota ke kalimantan ditinjau dari IPOLEKSOSBUDHANKAM dan SARA?
  2. Bagaimana pendapat anda tentang pergolakan yang terjadi di tanah Papua, ditinjau dari akar permasalahan dan solusi yang bisa dihasilkan?

Status : 100% tercapai

Keterangan : saya sudah mengerjakan tugas tersebut dengan baik dan benar

Bukti

By

Tugas Pertemuan 2 Agama UL111I – Muhammad Andriansyah

Pertanyaan:

1.Secara bahasa kata aqoda dapat dilihat dalam (QS:4:33, QS:5:89, QS:5:1, QS:2:235). Ketiga ayat pertama berkonotasi………..
2.Ditinjau dari segi fungsinya istilah “aqidah” mengandung beberapa arti yakni ….
3.Di dunia ini tidak ada manusia yang bebas, buktinya setiap manusia punya cita-cita/tujuan hidup, setiap manusia tidak mungkin hidup sebatang kara tanpa bantuan orang lain atau makhluq lain. Misalnya ……
Arah, tujuan dan cita2 hidup seorang yang beraqidah tauhid adalah ukhrawi sementara arah, tujuan dan cita2 hidup seorang yang beraqidah syirik adalah duniawi. Jelaskan
4.Secara istilah aqidah berarti keyakinan atau keimanan. Istilah aqidah tidak terdapat dalam Al Qur’an, namun Al Qur’an menggunakan kata iman untuk menunjukan makna aqidah tersebut. Fungsi aqidah sebagai dasar/ikatan sama seperti halnya fungsi iman. Iman adalah sesuatu yang mengikat dan menjadi dasar pengendali kehidupan seorang (muslim). Iman menurut definisi para ulama adalah ……
5.Jelaskan perbedaan tauhid rububiyah dan uluhiyah
6.Seseorang beraqidah (tauhid Rububiyah) adalah ketika ia …….
7.Lawanan dari sikap tauhid (aqidah tauhid) adalah

Status : 100% tercapai

Keterangan : saya sudah mengerjakan tugas tersebut

Bukti:
1. ikatan perjanjian (uqud, aqdul, aiman), baik janji terhadap Allah maupun antara sesama muslim.
2. kepercayaan dan keyakinan
3. saya ingin mengejar cita cita saya dengan cara saya Kuliah dan kuliah itu mempunyai peraturan dan tata terbib yang saya harus jalankan dan mengerjakan tugas dari dosen.
4. pembenaran dengan hati, pengakuan dengan lisan, dan amal dengan anggota badan. Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.
5. Tauhid uluhiyyah, yaitu meyakini bahwa hanya Allah-lah Dzat Tuhan yang benar (haq) dan wajib disembah dan melakukan penyembahan/pemujaan hanya kepada-Nya.
Tauhid rububiyyah, yaitu meyakini bahwa Allah-lah yang menciptakan makhluk dan mengatur seluruh realitas kehidupan.
6.percaya bahwa hanya Allah-lah satu-satunya pencipta, pemilik, pengendali alam raya yang dengan takdirnya Ia menghidupkan dan mematikan serta mengendalikan alam dengan sunnah-sunnah-Nya
7.Lawan dari sikap tauhid adalah musyrik (menyekutukan) Allah.

By

Tugas Agama Noviesta Assigment 2

 

PERTANYAAN :

  1. Secara bahasa kata aqoda dapat dilihat dalam (QS:4:33, QS:5:89, QS:5:1, QS:2:235). Ketiga ayat pertama berkonotasi………..
  2. Ditinjau dari segi fungsinya istilah “aqidah” mengandung beberapa arti yakni ….
  3. Di dunia ini tidak ada manusia yang bebas, buktinya setiap manusia punya cita-cita/tujuan hidup, setiap manusia tidak mungkin hidup sebatang kara tanpa bantuan orang lain atau makhluq lain. Misalnya ……
    Arah, tujuan dan cita2 hidup seorang yang beraqidah tauhid adalah ukhrawi sementara arah, tujuan dan cita2 hidup seorang yang beraqidah syirik adalah duniawi. Jelaskan
  4. Secara istilah aqidah berarti keyakinan atau keimanan. Istilah aqidah tidak terdapat dalam Al Qur’an, namun Al Qur’an menggunakan kata iman untuk menunjukan makna aqidah tersebut. Fungsi aqidah sebagai dasar/ikatan sama seperti halnya fungsi iman. Iman adalah sesuatu yang mengikat dan menjadi dasar pengendali kehidupan seorang (muslim). Iman menurut definisi para ulama adalah ……
  5. Jelaskan perbedaan tauhid rububiyah dan uluhiyah
  6. Seseorang beraqidah (tauhid Rububiyah) adalah ketika ia …….
  7. Lawanan dari sikap tauhid (aqidah tauhid) adalah

status: tercapai 100%

keterangan: saya dapat mengerjakan dengan baik.

bukti:

JAWAB :

  1. Ikatan perjanjian (uqud, aqdul, aiman), baik janji terhadap allah maupun antara sesama muslim
  2. Kercayaan dan keyakinan
  3. Saya ingin mengejar cita cita saya dengan cara saya sekolah dan sekolahan itu mempunyai peraturan dan tata terbib yang saya harus jalankan dan mengerjakan tugas dari guru.
  4. Para ulama mendefinisikan iman yaitu ucapan dengan lisan, keyakinan hati, serta pengamalan dengan anggota badan,  bisa bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan
  5. Rububiyah berasal dari kata ” rabb ” yang berarti ” pemelihara “. Artinya, tauhid rububiyah terkait dengan masalah-masalah alam, seperti ; menciptakan, menghidupkan, mematikan. Sementara uluhiyah berasal dari kata ” ilah “. Artinya , tauhid uluhiyah terkait dengan ibadah kita kepada Allah SWT.
  6. Seseorang beraqidah (tauhid rububiyah) adalah ketika ia mengakui bahwa allah swt adalah satu-satunya maha pencipta, dan penguasa.
  7. Syirik, menyekutukan Allah SWT

By

tugas 3 agama islam satria akbar mahardika

1. pertanyaan :

  1. APA SAJA YANG TERMASUK SUMBER POKOK HUKUM ISLAM, SEBUTKAN DAN JELASKAN.
  2. SEBUTKAN 4 SUMBER HUKUM ISLAM YANG DISEPAKATI.
  3. SEBUTKAN  DAN JELASKKAN MINIMAL 3 HUKUM ISLAM YANG TIDAK DISEPAKATI.
  4. SEBUTKAN 6 MACAM HUKUM ISLAM, DAN JELASKAN SATU DEMI SATU.

2. status : 100%tercapai

3. keterangan : saya sudah mengerjakan tugas tersebut dengan baik dan benar

4. bukti :

1. Islam merupakan agama yang sempurna, satu-satunya agama yang didalamnya terdapat berbagai macam penjelasan mengenai cara menjalani kehidupan. baik itu hukum keluarga, muamalat ( perdata ), jinayat ( pidana ), murafaat ( acara ),  ketatanegaraan, hukum ekonomi, keuangan, bahkan hubungan antar bangsa. Tidak adasatupun permasalah yang terjadi dalam kehidupan ini tanpa adanya hukum yang mengatur dalam islam.

maka para ulama berpendapat bahwa ada 4 sumber-sumber hukum yang digunakan di dalam islam, yaitu : Al Quran, as Sunnah ( hadist ), Ijma dan qiyas yang akan kaka jelaskan dibawah ini

1. Al Quran. Al Quran merupakan firman ALLAH yang diturunkan kepada Rasulullah untuk seluruh umat manusia. dalam sejarah kehidupan Rasulullah, AL quran ini turun secara bertahap, dan setiap ayat yang turun selalu disertai dengan asbabun nuzul ( sebab turunnya ayat ) yaitu persitiwa atau permasalahan yang dihapdai Rasulullah dan kaum muslimin. AL quran merupakan sumber hukum utama, bila telah jelas hukumnya didalam AL Quran maka tidak perlu mencari sumber hukum lainnya. Dan hukum dalam Al Quran sifatnya kekal dan dapat diagunakan hingga hari kiamat.

Contoh ayat yang turun karena pertanyaan sahabat :

وَيَسْئَلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ قُلِ الْعَفْوَ. (البقرة: ٢١٩)

“Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, ‘Kelebihan (dari apa yang diperlukan) ‘.”(QS. Al-Baqarah/2: 219)

Contoh ayat yang turun karena permasalahan :

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّ وَلَاَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَتّٰى يُؤْمِنُوْا وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُّشْرِكٍ وَّلَوْ اَعْجَبَكُمْ. (البقرة: ٢٢١)

“Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu.Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman.Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu.”(QS. Al-Baqarah/2: 221)

2. As sunnah / hadist. Sunnah adalah segala segala perkataan, perbuatan, persetujuan dan cara berpikir Rasulullah Shalallahu Alaihi wasalam yang diriwayatkan oleh para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in hingga para ulama hadist yang tujuh yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hadist digunakan untuk mencari keterangan lebih lanjut dari ayat-ayat quran yang bersifat umum. Untuk melengkapi atau menjelaskan maksud dari ALLAH. Hadist ada yang merupakan kalam Rasul, ada yang merupakan kalam ALLAH lewat Rasul atau disebut dengan hadist qudsi.

Contoh penentuan hukum dengan hadist yaitu perintah sholat lima waktu, di AL Quran hanya diperintahkan untuk sholat, namun tidak ada keterangan jumlah dan tata caranya, kemudian lewat hadist kita tahu bagaimana cara sholat yang benar sesuai yang diingkan ALLAH Azza Wa Jalla.

3. Ijma, yaitu sebuah kesepakatan ulama mengeanai  suatu perkara bila tidak ditemukan hukumnya yang jelas dalam AL quran dan hadist. Ulama sampaikan arti ijma adalah “Kebulatan pendapat semua ahli ijtihad umat Muham-mad, sesudah wafatnya pada suatu masa, tentang suatu perkara (hukum).”

Ijma dapat dibagi dua, yaitu ijma Qauli dan ijma sukuti. Ijma Qauli adalah dimana para ulama berijtihad dengan menetapkan suatu hukum dengan lisannya maupun tulisan yang menjelaskan tentaang persetujuan akan suatu perkara. Kemudian ijma sukuti adalah diamnya ulama terhapap suatu perkara yang telah ditentukan hukumnya oleh mutjahid lainnya. Karena persetujuan.

Urutan penentuan hukum melalui ijma adalah sebagai berikut :

a. Khulafaur Rasyidin ( 4 pemimpin pertama islam ), bila tidak ada maka

b. Pendapat imam madzab ( sekarang hanya ada 4 yaitu imam syafi’i, maliki, hanbai, hanafi), bila tidak ada

c. Hasil dari ijma ulama yang mutawatir , atau umum digunakan yang sebagian besar ulama diseluruh dunia menyetujuinya. Jangan gunakan pendapat ahad , atau hanya disetujui satu orang ulama.

Contoh penyelesaian dengan ijma adalah penentuan sholat tarawih dalam satu jamaah pada zaman sayiddina umar, dan pembukuan Al quran yang dimulai pada zama sayiidina abu bakar.

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id – https://brainly.co.id/tugas/12556413#readmore

4. Qiyas , yaitu penentuan suatu hukum yang belum ada ketentuan hukumnya baik dari Al Quran, Hadist maupun ijma. Dengan cara membandingkan atau mengibaratkan dengan suatu hukum yang telah ada , yang ada persamaan didalamnya.

Contoh qiyas adalah pengharaman segala sesuatu yang memabukkan, hukum asalnya adalah ALLAh melarang meminum khamar karena memabukkan, kemudian kita mengambil qiyas untuk memberi hukum haram pada segala hal lain selain khamar yang dapat memabakkan. Yaitu sabu, ganja, pil koplo, dan narkoba jenis lainnya.

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id – https://brainly.co.id/tugas/12556413#readmore

2. al-qur’an

hadits nabi

ijma

qiyas

3.    1. Artikel utama: Istihsan

Istihsan adalah kecenderungan seseorang pada sesuatu karena menganggapnya lebih baik, dan ini bisa bersifat lahiriah (hissiy) ataupun maknawiah; meskipun hal itu dianggap tidak baik oleh orang lain. atau dapat diartikan dengan penangguhan hukum seseorang mujtahid dari hukum yang jelas (AlquranSunnahIjmak dan Qiyas) ke hukum yang samar-samar karena kondisi atau keadaan darurat atau adat istiadat.[39]

2. Istislah (bahasa Arab: استصلاح “untuk dianggap pantas”) adalah metode yang digunakan oleh ahli hukum Muslim untuk memecahkan masalah yang tidak menemukan jawaban yang jelas dalam teks-teks keagamaan yang kudus. Hal ini terkait dengan istilah مصلحة Maslaha, atau “kepentingan umum” (kedua kata tersebut berasal dari akar triconsonantal yang sama, “ṣ-l-ḥ”).[40] pertimbangan pragmatis ekstraktif seringkali diterima dalam yurisprudensi Islam dalam kasus yang Quran dan praktik generasi Muslim paling awal tidak memberikan panduan khusus. Namun, permohonan kepada istislah atau maslaha menjadi kontroversial ketika tujuannya adalah mereformasi apa yang telah dianggap sebagai hukum wahyu secara ilahi.

Istislah memiliki beberapa kesamaan dengan tradisi hukum kodrat di Barat, seperti yang dicontohkan oleh Thomas Aquinas. Namun, sementara hukum kodrat menganggap baik yang dikenal dengan jelas terbukti baik, karena cenderung berpegang pada pemenuhan orang tersebut, istislah memanggil baik apa saja yang berhubungan dengan satu dari lima “barang dasar”. Al-Ghazalia menggambarkan “barang dasar” ini dari lima sila hukum dalam Quran dan Sunnah-agama, kehidupanakalketurunan (atau pewaris), dan properti. Dalam rumusan klasik ini, istislah berbeda dari utilitarianisme – “kebahagiaan terbesar bagi jumlah orang terbesar” – karena sesuatu yang menghasilkan “kebahagiaan terbesar” mungkin melanggar salah satu dari lima nilai dasar ini.

Strain istislah yang lebih “liberal” penting pada abad ke-20 dan berpusat pada karya Rasyid Rida, yang menganggap bahwa hadis “tidak membahayakan pembalasan” adalah prinsip tertinggi liberalisme hukum, yang mengalahkan semua prinsip Syariah lainnya. Rida membuat istislah “prinsip sentral daripada anak perusahaan untuk mendefinisikan undang-undang … [yang] membuat adaptasi lebih fleksibel”.[41] Dengan metode ini, beberapa hak asasi manusia bisa dianggap “Islami”. Di Mesir pendekatan ini telah dijunjung tinggi oleh Mahkamah Agung, yang telah meratifikasi langkah-langkah yang adil yang menguntungkan perempuan bahkan di mana ini tampaknya bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah klasik.[41]

Ijtihad adalah istilah hukum Islam yang mengacu pada penalaran independen[42] atau pengabdian menyeluruh fakultas mental fakultas dalam menemukan solusi untuk sebuah pertanyaan hukum.[43] Hal ini kontras dengan taqlid (tiruan, sesuai dengan preseden hukum).[42] Menurut teori klasik Sunni, ijtihad membutuhkan keahlian dalam bahasa Arabteologiteks-teks yang diwahyukan, dan prinsip-prinsip yurisprudensi (ushul fiqih),[42] dan tidak digunakan di mana teks asli dan otoritatif (Alquran dan Hadis) dipertimbangkan. Tidak jelas sehubungan dengan pertanyaan, atau di mana ada konsensus ilmiah (ijma) yang ada. Ijtihad dianggap sebagai tugas religius bagi mereka yang memenuhi syarat untuk melakukannya. Seorang cendekiawan Islam yang berkualifikasi untuk melakukan ijtihad disebut mujtahid.[42]

Pada awal abad ke-10, pengembangan yurisprudensi Sunni mendorong para ahli hukum Sunni terkemuka untuk menyatakan bahwa pertanyaan hukum utama telah ditangani dan cakupan ijtihad secara bertahap dibatasi. Di era modern, ini memunculkan persepsi di kalangan ilmuwan Barat dan masyarakat awam Muslim bahwa apa yang disebut “gerbang ijtihad” ditutup pada awal era klasik. Sementara beasiswa baru-baru ini telah menyangkal gagasan ini, tingkat dan mekanisme perubahan hukum pada periode pasca-formatif tetap menjadi bahan perdebatan.[44]

Mulai dari abad ke-18, beberapa reformis Muslim mulai menyerukan pengabaian taqlid dan penekanan pada ijtihad, yang mereka lihat sebagai kembalinya asal-usul Islam. Perdebatan publik di dunia Muslim seputar ijtihad terus berlanjut sampai sekarang. Advokasi ijtihad secara khusus dikaitkan dengan modernis Islam dan pemikir Salafi. Di kalangan Muslim kontemporer di Barat telah muncul visi baru tentang ijtihad yang menekankan nilai-nilai moral substantif atas metodologi yuridis tradisional.

Ahli hukum Syiah tidak menggunakan istilah ijtihad sampai abad ke-12, namun mereka menggunakan cara penalaran hukum yang rasional sejak awal, dan ruang lingkupnya tidak menyempit seperti dalam tradisi Sunni, kecuali yurisprudensi Zaydi.[43]

4. Artikel utama: Urf

‘Urf tergolong salah satu sumber hukum dari ushul fiqih yang diambil dari intisari Alquran.

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf (Al-‘Urfi), serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.”

— QS. Al-A’raf: 199

Kata al-‘Urf dalam ayat tersebut, yang manusia disuruh mengerjakannya, oleh Ulama Ushul fiqih dipahami sebagai sesuatu yang baik dan telah menjadi kebiasaan masyarakat. Berdasarkan itu maka ayat tersebut dipahami sebagai perintah untuk mengerjakan sesuatu yang telah dianggap baik sehingga telah menjadi tradisi dalam suatu masyarakat. Kata al-ma‘ruf artinya sesuatu yang diakui baik oleh hati. Ayat di atas tidak diragukan lagi bahwa seruan ini didasarkan pada pertimbangan kebiasaan yang baik pada umat, dan hal yang menurut kesepakatan mereka berguna bagi kemaslahatan mereka. Kata al-ma‘ruf ialah kata umum yang mencakup setiap hal yang diakui. Oleh karena itu kata al-ma‘ruf hanya disebutkan untuk hal yang sudah merupakan perjanjian umum sesama manusia, baik dalam soal mu‘amalah maupun adat istiadat.

4. 1. Wajib (Fardlu)
Wajib adalah suatu perkara yang harus dilakukan oleh seorang muslima yang telah dewasa dan waras (mukallaf), di mana jika dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan akan mendapat dosa. Contoh : solat lima waktu, pergi haji (jika telah mampu), membayar zakat, dan lain-lain.

Wajib terdiri atas dua jenis/macam :
– Wajib ‘ain adalah suatu hal yang harus dilakukan oleh semua orang muslim mukalaf seperti sholah fardu, puasa ramadan, zakat, haji bila telah mampu dan lain-lain.
– Wajib Kifayah adalah perkara yang harus dilakukan oleh muslim mukallaff namun jika sudah ada yang malakukannya maka menjadi tidak wajib lagi bagi yang lain seperti mengurus jenazah.

2. Sunnah/Sunnat
Sunnat adalah suatu perkara yang bila dilakukan umat islam akan mendapat pahala dan jika tidak dilaksanakan tidak berdosa. Contoh : sholat sunnat, puasa senin kamis, solat tahajud, memelihara jenggot, dan lain sebagainya.
Sunah terbagi atas dua jenis/macam:
– Sunah Mu’akkad adalah sunnat yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW seperti shalat ied dan shalat tarawih.
– Sunat Ghairu Mu’akad yaitu adalah sunnah yang jarang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW seperti puasa senin kamis, dan lain-lain.

3. Haram
Haram adalah suatu perkara yang mana TIDAK BOLEH sama sekali dilakukan oleh umat muslim di mana pun mereka berada karena jika dilakukan akan mendapat dosa dan siksa di neraka kelak. Contohnya : main judi, minum minuman keras, zina, durhaka pada orang tua, riba, membunuh, fitnah, dan lain-lain.

4. Makruh
Makruh adalah suatu perkara yang dianjurkan untuk tidak dilakukan akan tetapi jika dilakukan tidak berdosa dan jika ditinggalkan akan mendapat pahala dari Allah SWT. Contoh : posisi makan minum berdiri.

5. Mubah (Boleh)
Mubah adalah suatu perkara yang jika dikerjakan seorang muslim mukallaf tidak akan mendapat dosa dan tidak mendapat pahala. Contoh : makan dan minum, belanja, bercanda, melamun, dan lain sebagainya.

6. bid’ah

Bid’ah menurut bahasa, diambil dari bida’ yaitu mengadakan sesuatu tanpa ada contoh.
Sebelumnya Allah berfirman.Badiiu’ as-samaawaati wal ardli
“Artinya : Allah pencipta langit dan bumi” [Al-Baqarah : 117] []
Artinya adalah Allah yang mengadakannya tanpa ada contoh sebelumnya.
Juga firman Allah.

 

 

By

ASSIGMENT AGAMA UL111I- EDIAN MARTIN 191242677

PERTANYAAN

 

  1. jelaskan makna Thaharah, Shaum, Shalat,Haji dan Umrah!
  2. Tunjukan dalil-dalil Al-Qur’an maupun hadits tentang Thaharah, Shaum, Shalat,Haji dan Umrah!
  3. Sebutkan hukum macam-macam air yang boleh digunakan untuk bersuci dan tidak boleh di gunakan untuk bersuci!
  4. Sebutkan 7 jenis air yang dapat di gunakan untuk bersuci!
  5. Sebutkan macam-macam najis dan bagaimana cara membersihkannya!
  6. Jelaskan arti shalat dan dalilnya!
  7. Jelaskan tentang syarat dan rukun shalat!
  8. Sebutkan macam-macam (nama-nama) shalat sunah!
  9. Apa Arti Puasa (Shaum) dan sebutksan dalil  tentang puasa?
  10. Sebutkan macam-macam puasa wajib dan puasa sunah!

2. Pernyataan : Sudah Dikerjakan

3. Status : 100%

4. Bukti 1. • Thaharah : Membersihkan Kotoran Atau Hadas & Najis • Shaum : menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. • Shalat : secara bahasa mempunyai arti mengagungkan. Sedangkan pengertian shalat menurut syara’ adalah ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan tertentu, yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Ucapan di sini adalah bacaan-bacaan al-Qur’an, takbir, tasbih, dan do’a. • Haji : ziarah Islam tahunan ke Mekkah, kota suci umat Islam, dan kewajiban wajib bagi umat Islam yang harus dilakukan setidaknya sekali seumur hidup mereka oleh semua orang Muslim dewasa yang secara fisik dan finansial mampu melakukan perjalanan, dan dapat mendukung keluarga mereka selama ketidakhadiran mereka. • Umrah : salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. … Pada istilah teknis syari’ah, Umrah berarti melaksanakan tawaf di Ka’bah dan sa’i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.

2. • وثيابك فطهر والرجز فاهجر Artinya: “Dan bersihkanlah pakaianmu dan jauhilah perbuatan yang kotor (dosa)”. (Al-Muddatsir: 4 – 5) • فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari, (17)  • يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183 • وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah kalian karena Allah.”

3. Jenis Air itu sendiri terdiri dari beberapa macam, yaitu: Air Mutlak Air mutlak yaitu air suci dan menyucikan. Air ini yang boleh dijadikan untuk bersuci, seperti wudhu dan mandi. Apa saja yang termasuk air mutlak? Yang termasuk air mutlak yaitu: Air yang keluar dari mata air Air embun Air laut Air es Air kolam Air hujan Air mineral Air sumur Air sungai Air ledeng Air Najis Sementara, air yang najis adalah air yang telah berubah sifatnya karena terkena kotoran atau najis. Air ini tidak boleh dipakai lagi, baik untuk diminum, untuk bersuci seperti mandi dan wundhu. Air najis itu seperti, air yang terkena kotoran hewan, air yang terkena air kencing, air yang terkena bangkai dan lain sebagainya. Air Mutanajis Air mutanajis adalah air yang terkena kotoran atau najis tetapi tiga sifatnya tidak berubah, seperti tidak berubah warnanya, rasanya dan baunya. Air ini juga tidak boleh digunakan, karena hukumnya sama dengan najis. Air Musta’mal Air musta’mal adalah air yang sudah digunakan untuk bersuci, baik untuk mensucikan hadast maupun najis. Air musta’mal tidak boleh digunakan untuk bersuci, tetapi kita boleh memaskanya untuk dijadikan air minum. Air Musyamas Air musyamas adalah air panas karena terjemur di bawah sinar matahari. Air ini hukumnya makruh. Tetapi jika kamu ingin mencuci baju, kamu dibolehkan memakai air ini. Selain itu, jika air ini sudah dingin, hukumnya tidak lagi makruh, dan boleh digunakan untuk bersuci.

4. Air yang boleh digunakan untuk bersuci ada tujuh macam, yaitu: air hujan, air laut, air sungai, air sumur, air yang di dapat langsung dari mata air, air salju, dan air embun.

5. 1. Najis Mukhoffafah Najis Mukhoffafah merupakan najis ringan. Cara mensucikannya dengan memercikkan udara pada bagian yang diminta najis. Seperti contoh pada air kencing bayi laki-laki yang masih minum asi atau belum makan. 2. Najis Mutawasithah Najis Mutawasithah merupakan najis sedang. Najis ini diterbitkan dari kubul dan dubur, baik manusia maupun hewan selain bangkai, tulang, air mani, bangkai, belalang dan ikan. Cara mensucikannya tidak terlalu sulit dengan air bersih di tempat yang memerlukan najis. Najis ini terbagi menjadi dua yaitu najis ‘ainiyah dan hukmiyah. 3. Najis ‘Ainiyah Najis ‘Ainiyah adalah najis yang terlihat oleh kasat mata atau berwujud, baik bentuk rupanya maupun dari baunya. Seperti darah, kotoran, dan kencing. Najis hukmiyah adalah najis yang tidak terlihat oleh kasat mata atau sudah kering, seperti kencing bekas dan minuman keras yang menempel di pakaian sudah mengering dan tidak tampak bekas-bekasnya. 4. Najis Mugholladhah Najis Mugholladhah merupakan najis berat. cara mensucikannya adalah dengan membasuh, menggunakan air suci 7 kali dan satu setuju dengan tanah dicampur dengan air. Contohnya yaitu pada bekas jilatan anjing dan babi.

6. اتل ما أوحي إليك من الكتاب وأقم الصلاة إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون – 29:45 Berarti: Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (tindakan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah tahu apa yang kamu kerjakan. (Surah Al-‘Ankabut [29:45]) Sementara dalam surat Al Ankabut (29:45) menyebutkan bahwa sholat mampu menghindarkan kita dari perbuatan keji dan mungkar. Dalam ayat ini jika kita sholat kita baik, benar dan khusyuk , hal ini membuat kita nurani paham akan segala larangan yang diperintahkan untuk dilakukan yang bisa disebut dengan kualitas ketaqwaan siapa pun. Karena kualitas ketaqwaan seseorang akan selalu hati, lisan dan melakukan dari niat menyakiti dan mendzalimi seseorang.

7.  SYARAT SHALAT : Orang tersebut harus beragama islam. Berakal sehat Dewasa atau sudah baligh Telah mengetahui tentang hukum sholat dan tata cara sholat dengan baik. Bersih atau suci dari hadats dan najis. Sadar. RUKUN SHALAT : Niat Berdiri bagi yang mampu. Selanjutnya membaca takbiratul ikram. Setiap raka’at membaca surat al fatihah. Ruku ‘secara tuma’ninah. Saya tidak tuma’ninah. Sujud secara tuma’ninah. Duduk di dua sujud secara tumaninah Kemudian duduk tasyahud akhir Dan membaca sholawat Nabi. Membaca salam. Tertib.

8. Sunnah Tahiyatul Masjid, Qobliyah, Ba’diyah, Dhuha, Tahajud, Witir, Hajat, Istikhoroh, Tasbih, Istiqa, Khusuf, Hari Raya, Taubat

9. Arti puasa menurut bahasa ditahan. Menurut syariat islam puasa adalah suatu bentuk kegiatan ibadah kepada Allah SWT dengan cara melindungi diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan hal-hal lain yang dapat diminta puasa sejak terbit matahari / fajar / subuh sampai matahari terbit / maghrib dengan berniat terlebih dahulu sebelumnya . يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

10. Puasa Wajib : Ramadhan, Qodho, Nadzar dan Kafarot. Puasa Sunnah : Syawal, Senin Kamis, Arafah, ‘Asyura, Sya’ban, Dan Puasa Daud.

By

Pertemuan 2 agama

1. Pertanyaan:

  1. Secara bahasa kata aqoda dapat dilihat dalam (QS:4:33, QS:5:89, QS:5:1, QS:2:235). Ketiga ayat pertama berkonotasi………..
  2. Ditinjau dari segi fungsinya istilah “aqidah” mengandung beberapa arti yakni ….
  3. Di dunia ini tidak ada manusia yang bebas, buktinya setiap manusia punya cita-cita/tujuan hidup, setiap manusia tidak mungkin hidup sebatang kara tanpa bantuan orang lain atau makhluq lain. Misalnya ……
  4. Arah, tujuan dan cita2 hidup seorang yang beraqidah tauhid adalah ukhrawi sementara arah, tujuan dan cita2 hidup seorang yang beraqidah syirik adalah duniawi. Jelaskan
  5. Secara istilah aqidah berarti keyakinan atau keimanan. Istilah aqidah tidak terdapat dalam Al Qur’an, namun Al Qur’an menggunakan kata iman untuk menunjukan makna aqidah tersebut. Fungsi aqidah sebagai dasar/ikatan sama seperti halnya fungsi iman. Iman adalah sesuatu yang mengikat dan menjadi dasar pengendali kehidupan seorang (muslim). Iman menurut definisi para ulama adalah ……
  6. Jelaskan perbedaan tauhid rububiyah dan uluhiyah
  7. Seseorang beraqidah (tauhid Rububiyah) adalah ketika ia …….
  8. Lawanan dari sikap tauhid (aqidah tauhid) adalah …

status:

tercapai 100%

keterangan:

saya dapat mengerjakan dengan baik.

bukti:

1.ikatan perjanjian (uqud, aqdul, aiman), baik janji terhadap Allah maupun antara sesama muslim.

2. ikatan yang membatasi, mengekang dan membelenggu.

3. saya ingin mengejar cita cita saya dengan cara saya sekolah dan sekolahan itu mempunyai peraturan dan tata terbib yang saya harus jalankan dan mengerjakan tugas dari guru.

4. Manusia adalah makhluk yang beraqidah/terikat, baik ia terikat pada Allah sebagai penciptanya (aqidah tauhid) maupun aqidah-aqidah diluar Allah (aqidah syirik). Saat seorang manusia telah bersyahadah sebagai seorang muslim, maka dia akan terikat dengan aturan Allah dan Rasul-Nya (beraqidah tauhid), seperti harus menjalankan seluruh perintah Allah. Jika dia tidak mau terikat dengan aturan Allah dan Rasul-Nya, maka dia telah bebas dari aturan Allah Rasul-Nya tetapi dia akan masuk kepada ikatan selain Allah dan Rasul-Nya (beraqidah syirik).

5. Iman menurut Ahlus Sunnah adalah perkataaan dalam lisan, keyakinan dalam hati dan amalan dengan anggota badan.

Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.

6. Tauhid rububiyah adalah pengesan Allah SWT dengan perbuatan-perbuatanNya sendiri, seperti mengesakan Dia sebagai Pencipta dan semacamnya. Sedangkan tauhid uluhiyah adalah penegasan Allah dengan perbuatan-perbuatan hambaNya, seperti shalat, zakat, haji, cinta, benci, dll. Karenanya tauhid uluhiyah sering pula disebut tauhid iradah dan tahalab (kemauan dan permohonan).

7.(musyrik )

Banyak yang masih menyakini bahwa selain Allah, ada yang mampu menolak mudharat dan mendatangkan mamfa’at, meluluskan dalam ujian, memberikan keberhasilan dalam usaha, dan menyembuhkan penyakit. Sehingga, mereka harus berbondong-bondong meminta-minta di kuburan orang-orang shalih, atau kuburan para wali, atau di tempat-tempat keramat. Mereka harus pula mendatangi para dukun, tukang ramal, dan tukang tenung atau dengan istilah sekarang paranormal. Semua perbuatan dan keyakinan ini, merupakan keyakinan yang rusak dan bentuk kesyirikan kepada Allah.

8. Syirik

By

Assigment tugas mandiri PKN 1 – Dimas Cahyahadi 1921425752

1. Pertanyaan

  1. Bagaimana pendapat anda tentang kebijakan pemerintah mengenai pemindahan ibukota ke kalimantan ditinjau dari IPOLEKSOSBUDHANKAM dan SARA?
  2. Bagaimana pendapat anda tentang pergolakan yang terjadi di tanah Papua, ditinjau dari akar permasalahan dan solusi yang bisa dihasilkan?

2. Status : 100%

3. Keterangan : saya sudah mengerjakaan sesuai intruksi

4. Bukti :

Jawaban :

Pemindahan Ibu Kota  menimbulkan pro dan kontra pada sejumlah masyarakat Indonesia. Menurut saya, pemindahan ibu kota yang baik yaitu jika kondisi perekonomian terus membaik dari segala sisi. Namun untuk saat ini, Indonesia masih dihantui perang dagang, fluktuasi ekonomi, daya beli yang lemah dan tingginya angka Kemiskinan. pemindahan ibu kota dipandangnya belum menjadi prioritas.dari sisi pro nya adalah Pemindahan ibu kota dilakukan agar pembangunan tidak hanya di Jawa, salah satunya di Kalimantan. Itu membawa hal positif karena membuka lapangan pekerjaan serta pemerintah memindahkan ibu kota sudah baik untuk pemerataan. Sebab,pembangunan selama ini memang terlalu fokus di Pulau Jawa.

 

2.kesadaran kebangsaan yang menimbulkan kesalahpahaman, hubungan pusat dan daerah yang belum serasi, penerapan kebijakan setengah hati serta pembinaan ketertiban, ketentraman yang belum maksimal dan efektif menyebabkan adanya: kecemburuan sosial,ketidakadilan ekonomi, benturan budaya dan munculnya sikap superior dan inferior. Konflik dan pergolakan yang berlangsung diantara bangsa Indonesia bahkan bukan saja bersifat internal, melainkan juga berpotensi ikut campurnya bangsa asing pada kepentingan nasional bangsa Indonesia.maka dari itu,Tetap berpikiran jernih dan yakin terhadap ideologi bangsa tentang persatuan dan kesatuan. tidak memihak ataupun melakukan provokasi.

By

Tugas 2 agama,Lucky wibowo ul111i

 

1.Pertanyaan :

  1. Secara bahasa kata aqoda dapat dilihat dalam (QS:4:33, QS:5:89, QS:5:1, QS:2:235). Ketiga ayat pertama berkonotasi………..
  2. Ditinjau dari segi fungsinya istilah “aqidah” mengandung beberapa arti yakni ….
  3. Di dunia ini tidak ada manusia yang bebas, buktinya setiap manusia punya cita-cita/tujuan hidup, setiap manusia tidak mungkin hidup sebatang kara tanpa bantuan orang lain atau makhluq lain. Misalnya ……
    Arah, tujuan dan cita2 hidup seorang yang beraqidah tauhid adalah ukhrawi sementara arah, tujuan dan cita2 hidup seorang yang beraqidah syirik adalah duniawi. Jelaskan
  4. Secara istilah aqidah berarti keyakinan atau keimanan. Istilah aqidah tidak terdapat dalam Al Qur’an, namun Al Qur’an menggunakan kata iman untuk menunjukan makna aqidah tersebut. Fungsi aqidah sebagai dasar/ikatan sama seperti halnya fungsi iman. Iman adalah sesuatu yang mengikat dan menjadi dasar pengendali kehidupan seorang (muslim). Iman menurut definisi para ulama adalah ……
  5. Jelaskan perbedaan tauhid rububiyah dan uluhiyah
  6. Seseorang beraqidah (tauhid Rububiyah) adalah ketika ia …….
  7. Lawanan dari sikap tauhid (aqidah tauhid) adalah

2. status : 100% tercapai

3. keterangan : saya sudah mengerjakan tugas tersebut dengan baik dan benar

4. bukti :

1. ikatan perjanjian (uqud, aqdul, aiman), baik janji terhadap Allah maupun antara sesama muslim.

2. kepercayaan dan keyakinan

3. saya ingin mengejar cita cita saya dengan cara saya kuliah dan kuliahan itu mempunyai peraturan dan tata terbib yang saya harus jalankan dan mengerjakan tugas dari dosen.

4. Iman menurut Ahlus Sunnah adalah perkataaan dalam lisan, keyakinan dalam hati dan amalan dengan anggota badan.

Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.

5. Tauhid rububiyah adalah pengesan Allah SWT dengan perbuatan-perbuatanNya sendiri, seperti mengesakan Dia sebagai Pencipta dan semacamnya. Sedangkan tauhid uluhiyah adalah penegasan Allah dengan perbuatan-perbuatan hambaNya, seperti shalat, zakat, haji, cinta, benci, dll. Karenanya tauhid uluhiyah sering pula disebut tauhid iradah dan tahalab (kemauan dan permohonan).

6. (musyrik )

Banyak yang masih menyakini bahwa selain Allah, ada yang mampu menolak mudharat dan mendatangkan mamfa’at, meluluskan dalam ujian, memberikan keberhasilan dalam usaha, dan menyembuhkan penyakit. Sehingga, mereka harus berbondong-bondong meminta-minta di kuburan orang-orang shalih, atau kuburan para wali, atau di tempat-tempat keramat. Mereka harus pula mendatangi para dukun, tukang ramal, dan tukang tenung atau dengan istilah sekarang paranormal. Semua perbuatan dan keyakinan ini, merupakan keyakinan yang rusak dan bentuk kesyirikan kepada Allah.

7. syirik

By

Tugas Pertemuan1 AGAMA UL111I – Rizki Alpian Sah 1921424503

1. pertanyaan

  1. Jelaskan spengertian Agama secara etimologi dan terminologi.
  2. Sebutkan alasan secara umum mengapa manusia menganut suatu agama.
  3. Apa peran agama dalam membangun peradaban dan ilmu pengetahuan,

2.Status

Tercapai 100%

3. Keterangan

Saya sudah mengerjakan tugas ini dengan baik dan benar

4.Bukti

JAWABAN 1

  • Secara etimologi

dalam masyarakat indonesia selain dari kata agama, dikenal pula kata “din” dari bahasa arab dan kata religi dalam bahasa eropa. Ia mengatakan bahwa agama dari bahasa sanskerta tersusun dari 2 kata yaitu a=tidak dan gam =pergi, jadi agama artinya tidak pergi, tetap ditempat, diwarisi secara turun temurun. Hal menunjukkan pada salah satu sifat agama yaitu diwarisi secara turun temurun dari satu generasi ke generasi lainnya. Kemudian ada yang mengatakan artinya adalah teks dan kitab suci, tuntunan yang  berarti tuntunan bagi kehidupan manusia.

 

  • Secara terminologi

Elizabet  nottingham dalam bukunya agama dan masyarakat berpendapat bahwa agama adalah gejala yang begitu sering terdapat dimana mana sehingga sedikit membantu usaha usaha kita untuk membuat abstraksi ilmiah. Lebih lanjut Nottingham mengatakan bahwa agama berkaitan dengan usaha usaha manusia untuk mengukur dalamnya makna dari keberadaannya sendiri dan keberadaaan alam semesta. Agama telah menimbulkan Khayalnya yang paling luas dan juga digunakan untuk membenarkan kekejaman orang yang luar biasa terhadap orang lain. Agama dapat membangkitkan kebahagiaan batin yang paling sempurna dan juga perasaan takut dan ngeri. Dan durkheim mangatakan bahwa agama adalah pantulan dari solidaritas sosial. Bahkan kalau dikaji, katanya, tuhan itu sebenarnya adalah ciptaan masyarakat.

 

JAWABAN 2

    • Dengan beragama manusia mengetahui dengan pasti untuk apa ia hidup.
    • Dengan beragama manusia punya panutan dalam menjalani hidup.
    • Dengan beragama manusia mempunyai tempat berkeluh kesah disaat mempunyai masalah.
    • Dengan bergama manusia tidak hidup seenaknya. Karena dalam agama terdapat banyak sekali aturan2 yg harus dipatuhi

 

JAWABAN 3

    • Peran agama dalam membangun peradaban adalah hal yang tidak bisa terpisahkan karena manusia itu memiliki cipta, rasa dan karsa. Cipta, rasa dan karsa itu akan menimbulkan perkembangan pengetahuan yang berasal dari suatu budaya. Agama adalah bagian dari kebudayaan, yang dalam hal ini kebudayaan bearati mencangkup agama. Peradaban berkata dengan konsep nilai moral, etika, estetika di masyarakat dipakai untuk menyebut bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus dan indah.
    • Peran agama dalam membangun ilmu pengetahuan adalah bahwa agama dan ilmu pengetahuan memiliki korelasi yang sangat erat dan tidak mungkin dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Keduanya saling menjalankan perannya secara sinergi dan berkesinambungan.

By

tugas 2 agama islam SATRIA AKBAR MAHARDIKA

1. Pertanyaan :

  1. Secara bahasa kata aqoda dapat dilihat dalam (QS:4:33, QS:5:89, QS:5:1, QS:2:235). Ketiga ayat pertama berkonotasi………..
  2. Ditinjau dari segi fungsinya istilah “aqidah” mengandung beberapa arti yakni ….
  3. Di dunia ini tidak ada manusia yang bebas, buktinya setiap manusia punya cita-cita/tujuan hidup, setiap manusia tidak mungkin hidup sebatang kara tanpa bantuan orang lain atau makhluq lain. Misalnya ……
    Arah, tujuan dan cita2 hidup seorang yang beraqidah tauhid adalah ukhrawi sementara arah, tujuan dan cita2 hidup seorang yang beraqidah syirik adalah duniawi. Jelaskan
  4. Secara istilah aqidah berarti keyakinan atau keimanan. Istilah aqidah tidak terdapat dalam Al Qur’an, namun Al Qur’an menggunakan kata iman untuk menunjukan makna aqidah tersebut. Fungsi aqidah sebagai dasar/ikatan sama seperti halnya fungsi iman. Iman adalah sesuatu yang mengikat dan menjadi dasar pengendali kehidupan seorang (muslim). Iman menurut definisi para ulama adalah ……
  5. Jelaskan perbedaan tauhid rububiyah dan uluhiyah
  6. Seseorang beraqidah (tauhid Rububiyah) adalah ketika ia …….
  7. Lawanan dari sikap tauhid (aqidah tauhid) adalah

2. status : 100% tercapai

3. keterangan : saya sudah mengerjakan tugas tersebut dengan baik dan benar

4. bukti :

1. ikatan perjanjian (uqud, aqdul, aiman), baik janji terhadap Allah maupun antara sesama muslim.

2. kepercayaan dan keyakinan

3. saya ingin mengejar cita cita saya dengan cara saya kuliah dan kuliahan itu mempunyai peraturan dan tata terbib yang saya harus jalankan dan mengerjakan tugas dari dosen.

4. Iman menurut Ahlus Sunnah adalah perkataaan dalam lisan, keyakinan dalam hati dan amalan dengan anggota badan.

Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.

5. Tauhid rububiyah adalah pengesan Allah SWT dengan perbuatan-perbuatanNya sendiri, seperti mengesakan Dia sebagai Pencipta dan semacamnya. Sedangkan tauhid uluhiyah adalah penegasan Allah dengan perbuatan-perbuatan hambaNya, seperti shalat, zakat, haji, cinta, benci, dll. Karenanya tauhid uluhiyah sering pula disebut tauhid iradah dan tahalab (kemauan dan permohonan).

6. (musyrik )

Banyak yang masih menyakini bahwa selain Allah, ada yang mampu menolak mudharat dan mendatangkan mamfa’at, meluluskan dalam ujian, memberikan keberhasilan dalam usaha, dan menyembuhkan penyakit. Sehingga, mereka harus berbondong-bondong meminta-minta di kuburan orang-orang shalih, atau kuburan para wali, atau di tempat-tempat keramat. Mereka harus pula mendatangi para dukun, tukang ramal, dan tukang tenung atau dengan istilah sekarang paranormal. Semua perbuatan dan keyakinan ini, merupakan keyakinan yang rusak dan bentuk kesyirikan kepada Allah.

7. syirik