RiJP

Raharja iLearning Junior Professional

By

Assignment Pertemuan 4 – UL111 I (Agama Islam) – Mochamad Rivaldi Apriana Adha 1921423375

  • Pertanyaan :
  1. jelaskan makna Thaharah, Shaum, Shalat,Haji dan Umrah!
  2. Tunjukan dalil-dalil Al-Qur’an maupun hadits tentang Thaharah, Shaum, Shalat,Haji dan Umrah!
  3. Sebutkan hukum macam-macam air yang boleh digunakan untuk bersuci dan tidak boleh di gunakan untuk bersuci!
  4. Sebutkan 7 jenis air yang dapat di gunakan untuk bersuci!
  5. Sebutkan macam-macam najis dan bagaimana cara membersihkannya!
  6. Jelaskan arti shalat dan dalilnya!
  7. Jelaskan tentang syarat dan rukun shalat!
  8. Sebutkan macam-macam (nama-nama) shalat sunah!
  9. Apa Arti Puasa (Shaum) dan sebutksan dalil  tentang puasa?
  10. Sebutkan macam-macam puasa wajib dan puasa sunah!
  • Status :

• 100% Selesai

  • Keterangan :

• Saya sudah berhasil mengerjakan tugas dengan baik

  • Bukti :

Jawaban :

  1. 1.jelaskan makna Thaharah, Shaum, Shalat,Haji dan Umrah!

    • Thaharah artinya membersihkan kotoran, baik kotoran yang berwujud maupun yang tak berwujud.
    • Shaum adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim.
    • Shalat secara bahasa bermakna doa, sedangkan secara istilah bermakna, “ibadah yang berisikan rangkaian gerak dan doa, diawali dengan takbir, dan diakhiri dengan salam”.
    • Haji adalah berkunjung ketanah suci (ka’bah)) untuk melaksanakan amal ibadah tertentu sesuai dengan syarat, rukun, dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syara’.
    • Umrah adalah berkunjung ke tanah suci atau Baitullah dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memenuhi syarat tertentu yang telah ditetapkan oleh syara’, dan waktunya boleh kapan saja tidak ditentukan seperti halnya haji.

     

    2.Tunjukan dalil-dalil Al-Qur’an maupun hadits tentang Thaharah, Shaum, Shalat,Haji dan Umrah!

    Dalil Thaharah :

    •Dalil-dalil yang menganjurkan supaya kita menjaga kebersihan (bersuci)

    Allah Swt. Berfirman :

    يٰۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ اۤمَنُوا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلاَةِ فَاغْسِلُوا وُجُوْهَكُمْ وَ اَيْدِيْكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَ امْسَحُوا بِرُئُوْسِكُمْ وَ اَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِ

    “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki..” (Q.S. al-Maidah: 6)
    •Ayat Al Quran ini menunjukkan bahwa perintah thaharah ada dua. Yakni pakaian dan perbuatan dosa (thaharah batin)

    Allah SWT berfirman:

    وَيَسْئَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ  ۖ  قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَآءَ فِى الْمَحِيضِ  ۖ  وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ  ۖ  فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ  ۚ  إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوّٰبِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

    “Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, Itu adalah sesuatu yang kotor. Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 222)

    Dalil Shaum :

    •Dalil Al-Qur’an

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

    Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Q.S. Al-Baqarah/2: 183)

    Dalil Shalat :

    •Q.S. Ar-Rum/30: 17-18

    فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ

    Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari, (17)

    وَلَهُ الْحَمْدُ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَعَشِيًّا وَّحِيْنَ تُظْهِرُوْنَ

    dan segala puji bagi-Nya baik di langit, di bumi, pada malam hari dan pada waktu zuhur (tengah hari) (18)

    Dalil Haji :

    •kewajiban haji oleh para ulama adalah surah Ali Imran ayat 97 berikut;

    وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.

    Menurut Imam Ibnu Kastir, ayat di atas merupakan dalil yang dijadikan dasar kewajiban haji oleh kebanyakan ulama. Sebagian ulama lain menjadikan surah AlBaqarah ayat 196 sebagai dasar kewajiban haji.

    وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

    “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah kalian karena Allah.”

    Dalil Umroh :

    •Para ulama berdalil dengan firman Allah Ta’ala,

    وَأَتِمُّواْ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّهِ

    “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah.” (QS. Al Baqarah: 196).

     

    3.Sebutkan hukum macam-macam air yang boleh digunakan untuk bersuci dan tidak boleh di gunakan untuk bersuci!

    •Air yang suci dan mensucikan ialah :
    1. Air hujan
    2. Air sumur
    3. Air laut
    4. Air sungai
    5. Air salju
    6. Air telaga
    7. Air embun

    •Air Suci Tetapi Tidak Dapat Mensucikan ialah :

    –Air musta’mal (telah digunakan untuk bersuci) menghilangkan hadats dan menghilangkan naijs walaupun tidak berubah rupanya , rasanya dan baunya. Perbedaan pendapat di kalangan ulama terjadi saat menentukan apakah air musta’mal itu suci dan mensucikan ataukah suci tetapi tidak mensucikan. Dan perbedaan ini terjadi dikarenakan sudut pandang yang berbeda mengenai dalil yang ada, dan dalil tersebut juga sama-sama shahih.

    –Air Mutlak Yang Berubah Sifatnya Sedangkan macam kedua dari air yang dihukumi suci tetapi tidak dapat digunakan untuk bersuci (thaharah) adalah air mutlak yang berubah salah satu sifatnya atau semuanya (bau, warna dan rasanya). misalnya air itu berubah dikarenakan bercampur dengan sesuatu yang suci, seperti air teh, kopi, sirup dan lain-lain. Maka hukumnya suci dapat dikonsumsi, tetapi tidak dapat digunakan untuk bersuci.

    –Air Mutanajis Yaitu air yang kena najis (kemasukan najis), sedang jumlahnya kurang dari dua kullah  , maka air yang semacam ini tidak suci dan tidak dapat mensucikan . Jika lebih dari dua kullah dan tidak berubah sifatnya , maka sah untuk bersuci .

     

    4.Sebutkan 7 jenis air yang dapat di gunakan untuk bersuci!

    •Air hujan

    •Air laut

    •Air sungai

    •Air sumur

    •Air yang berasal dari mata air

    •Air salju

    •Air embun

     

    5. Sebutkan macam-macam najis dan bagaimana cara membersihkannya!

    •Najis Mukhoffafah

    Najis Mukhoffafah merupakan najis ringan. Cara mensucikannya yakni dengan memercikkan air pada bagian yang terkena najis. Seperti contoh pada air kencing bayi laki-laki yang masih minum asi atau belum makan.

    •Najis Mutawasithah

    Najis Mutawasithah merupakan najis sedang. Najis ini berasal dari kubul dan dubur, baik manusia maupun hewan kecuali bangkai, tulang, air mani, bangkai, belalang dan ikan. Cara mensucikannya tidak terlalu susah cukup basuh dengan air bersih pada tempat yang terkena najis. Najis ini terbagi menjadi dua yaitu najis ‘ainiyah dan hukmiyah.

    •Najis ‘Ainiyah

    Najis ‘Ainiyah ialah najis yang terlihat oleh kasat mata atau berwujud, baik bentuk rupanya maupun dari baunya. Seperti darah, kotoran, dan kencing.
    Najis hukmiyah ialah najis yang tidak terlihat oleh kasat mata atau sudah kering, seperti bekas kencing dan minuman keras yang menempel di pakaian sudah mengering dan tidak tampak bekas-bekasnya.

    •Najis Mugholladhah

    Najis Mugholladhah merupakan najis berat. cara mensucikannya adalah dengan membasuh, menggunakan air suci 7 kali dan satu diantaranya dengan tanah dicampur dengan air. Contohnya yakni pada bekas jilatan anjing dan babi.

    6.Jelaskan arti shalat dan dalilnya!

    Pengertian Sholat – Sholat berasal dari bahasa arab yang artinnya ‘’do’a’’. Sedangkan menurut isltilah sholat adalah ibadah yang dimulai dengan bacaan takbiratul ikhrom dan diakhiri dengan mengucap salam dengan syarat dan ketentuan tertentu. Segala perkataan dan perbuatan yang termasuk rukun sholat mempunyai arti dan makna tertentu yang bertujuan untuk mendekatkan hamba dengan Penciptannya.

    Baca Juga : Tata Cara Sholat Yang Benar

    Berbagai Dalil Mengenai Solat

    Dalil tujuan pelaksanaan sholat terdapat dalam Al-quran surat (20:14) yang tertera sebagai berikut :

    إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي – 20:14

    Artinya :

    Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah shalat untuk mengingat Aku. ( Surah Taha [20:14] )

     

    7.Jelaskan tentang syarat dan rukun shalat!

    Syarat-Syarat Shalat

    Shalat tidak akan sah kecuali jika memenuhi syarat-syarat, rukun-rukun dan hal-hal yang wajib ada padanya serta menghindari hal-hal yang akan membatalkannya. Adapun syarat-syaratnya ada sembilan:

    Islam,
    Berakal,
    Tamyiz (dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk),
    Menghilangkan hadats,
    Menghilangkan najis,
    Menutup aurat,
    Masuknya waktu,
    Menghadap kiblat,
    Niat.
    Secara bahasa, syuruuth (syarat-syarat) adalah bentuk jamak dari kata syarth yang berarti alamat.

    Sedangkan menurut istilah adalah apa-apa yang ketiadaannya menyebabkan ketidakadaan (tidak sah), tetapi adanya tidak mengharuskan (sesuatu itu) ada (sah).

    Contohnya, jika tidak ada thaharah (kesucian) maka shalat tidak ada (yakni tidak sah), tetapi adanya thaharah tidak berarti adanya shalat (belum memastikan sahnya shalat, karena masih harus memenuhi syarat-syarat yang lainnya, rukun-rukunnya, hal-hal yang wajibnya dan menghindari hal-hal yang membatalkannya,)

     

    8.Sebutkan macam-macam (nama-nama) shalat sunah!

    1. Salat wudu.
      2. Salat Tahiyatul Masjid.
      3. Sholat Dhuha. …
      4. Salat Rawatib. …
      5. Salat Tahajud. …
      6. Salat Istikharah. …
      7. Salat Hajat. …
      8. Salat Mutlaq.
      9. Salat taubat
      10. Salat tasbih
      11. Salat tarawih
      12. Salat witir
      13. Salat hari raya
      14. Salat khusuf
      15. Salat istiqa

    9.Apa Arti Puasa (Shaum) dan sebutksan dalil  tentang puasa?

    Shaum atau puasa bagi orang Islam adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Berpuasa merupakan salah satu dari lima Rukun Islam.
    Dalil Al-Qur’an
    ‎يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
    Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Q.S. Al-Baqarah/2: 183)

     

    10.Sebutkan macam-macam puasa wajib dan puasa sunah!

    Macam-Macam Puasa Sunnah
    1. Puasa Syawal. Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dilakukan selama enam hari pada bulan Syawal, pasca hari raya Idul Fitri.
    2. Puasa Dzulhijjah dan Puasa Arafah.
    3. Puasa Muharram.
    4. Puasa Sya’ban.
    5. Puasa Ayyamul Bidh.
    6. Puasa Nabi Dawud.
    7. Puasa Senin kamis

Leave a Reply