RiJP

Raharja iLearning Junior Professional

By

Tugas Mandiri 1 UL101C – Akhmad Rahman. H 1921428259

Pertanyaan :

  1. Bagaimana pendapat anda tentang kebijakan pemerintah mengenai pemindahan ibukota ke kalimantan ditinjau dari IPOLEKSOSBUDHANKAM dan SARA?
  2. Bagaimana pendapat anda tentang pergolakan yang terjadi di tanah Papua, ditinjau dari akar permasalahan dan solusi yang bisa dihasilkan?

Status : 100%

Keterangan: saya telah menyelesaikan tugas ini

Pembuktian:

1.Pemindahan Ibu Kota yg dilihat dari  IPOLEKSOSBUDHANKAM dan SARA menimbulkan pro dan kontra pada sejumlah masyarakat Indonesia. Menurut saya, pemindahan ibu kota yang baik yaitu jika kondisi perekonomian terus membaik dari segala sisi. Namun untuk saat ini, Indonesia masih dihantui perang dagang, fluktuasi ekonomi, daya beli yang lemah dan tingginya angka Kemiskinan. pemindahan ibu kota dipandangnya belum menjadi prioritas.dari sisi pro nya adalah Pemindahan ibu kota dilakukan agar pembangunan tidak hanya di Jawa, salah satunya di Kalimantan. Itu membawa hal positif karena membuka lapangan pekerjaan serta pemerintah memindahkan ibu kota sudah baik untuk pemerataan. Sebab,pembangunan selama ini memang terlalu fokus di Pulau Jawa.

 

2.

Menentukan strategi yang paling tepat untuk mengatasi masalah keamanan di Tanah Papua dengan mengakhiri aksi-aksi kekerasan oleh siapa pun dan dengan motif apa pun tidak mudah.

Di dalam buku Papua Road Map yang diterbitkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada 2009 telah dituliskan akar masalah Papua yang meliputi:

  1. peminggiran, diskriminasi, termasuk minimnya pengakuan atas kontribusi dan jasa Papua bagi Indonesia,
  2. tidak optimalnya pembangunan infrastruktur sosial di Papua, khususnya pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat dan rendahnya keterlibatan pelaku ekonomi asli Papua,
  3. proses integrasi politik, ekonomi, dan sosial budaya yang belum tuntas,
  4. siklus kekerasan politik yang belum tertangani, bahkan meluas,
  5. pelanggaran HAM yang belum dapat diselesaikan, khususnya kasus Wasior, Wamena, dan Paniai.

Dilihat dari Aspek diatas tidak Jauh dari (lagi-lagi) SARA di Indonesia. Menurut saya pemerintah perlu memperhatikan dan segera menangani masalah ini secepatnya. agar kejadian ini tidak melepas Papua seperti Timor-timor kala itu. Dan Untuk solusinya , pemerintah perlu mengimbangi pendekatan keamanan negara dengan pendekatan keamanan manusia. Keselamatan masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik ini secara langsung harus menjadi yang utama tanpa membeda-bedakan suku dan ras antara penduduk asli dan pendatang. dalam jangka panjang pemerintah perlu membangun dialog dan negosiasi menuju musyawarah yang mufakat. Secara bertahap perlu diupayakan ruang-ruang dialog untuk mencegah meluasnya kecurigaan dan rasa tidak percaya, khususnya antara masyarakat pendatang dan penduduk asli Papua maupun antara pihak aparat dengan masyarakat.

Leave a Reply