RiJP

Raharja iLearning Junior Professional

By

Tugas Makalah Meningkatkan kemampuan dan kemauan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa BL103F

MENINGKATKAN MINA BACA MAHASISWA DI ERA GLOBALISASI

TUGAS MAKALAH

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA

DI SUSUN OLEH :

GIOFANNY BELLACYANE (1621490928)

PROGRAM STUDI MULTIMEDIA AUDIO VISUAL BROADCASTING

STMIK RAHARJA

2016

KATA PENGANTAR

            Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang maha pengasih dan penyayang yang telah memberikan rahmat, karunia dan barkat-Nya, sehingga penyusunan makalah yang berjudul tentang Meningkatkan Minat Baca Siswa atau Mahasiswa di Era Globalisasi dapat terselesaikan tepat pada waktunya,yang merupakan salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia, dengan harapan menjadi suatu pertimbangan dan acuan dalam melakukan penelitian dan pembelajaran.

 Selain itu tujuan dari penyusunan makalah ini juga untuk menambah wawasan tentang Meningkatkan Minat Baca siswa dan Mahasiswa atau Mahasiswa di Era Globalisasi . Sehingga besar harapan saya, makalah yang saya sajikan dapat menjadi konstribusi positif bagi pengembangan wawasan pembaca.

            Akhirnya saya menyadari dalam penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati saya menerima kritik dan saran agar penyusunan makalah selanjutnya menjadi lebih. Semoga ini memberi manfaat bagi banyak pihak. Amin.

Penulis,

Giofanny Bellacyane

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Minat baca adalah kekuatan yang mendorong untuk memperhatikan, merasa tertarik dan senang terhadap aktivitas membaca sehingga mereka mau melakukan aktivitas membaca dengan kemauan sendiri. Aspek minat baca meliputi kesenangan membaca, frekuensi membaca dan kesadaran akan manfaat membaca.

Perkembangan Minat Baca dan Kemampuan Baca memang sangat memprihatinkan. Hal ini disebabkan metode yang diberikan terhadap siswa maupun maupun mahasiswa pada umumnya kurang bahkan tidak menyenangkan. Sebagian besar metode yang ada hanya berorientasi pada hasil bukan pada proses. Rendahnya kebiasaan membaca yang rendah ini menjadikan kemampuan membaca rendah.

Saat ini persepsi sebagian besar rakyat Indonesia, masih berkutat memenuhi hajat hidupnya yang paling utama, yakni pangan dan sandang. Belum lagi kebutuhannya untuk memperoleh tempat berteduh alias rumah, dan membiayai pendidikan anak-anaknya hal tersebut bagi masyarakat yang kurang mampu. Sementara dikalangan masyarakat yang lebih mampu, membeli barang-barang konsumtif (yang bukan merupakan kebutuhan pokok) sepertinya lebih dianggap penting ketimbang membeli buku.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada latar belakang masalah, penulis mengidentifikasikan permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut:

  1. Pengertian membaca
  2. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat minat baca
  3. Bagaimana upaya meningkatkan minat baca siswa dan mahasiswa

C. Tujuan Makalah

Tujuan dari pembuatan Karya Tulis ini, agar pembaca dapat mengetahui masalah yang berkaitan dengan kurangnya minat membaca di kalangan masyarakat khususnya siswa dan mahasiswa di Indonesia. Karya Tulis ini menjelaskan beberapa pokok-pokok permasalahan yang dapat membantu kita, khususnya dalam pengembangan minat membaca.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Membaca

Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan, walaupun terkadang informasi itu kita dapatkan secara tidak langsung.

Membaca, menurut Tampubolon dalam buku “Mengembangkan Minat dan Kebiasaan Membaca pada Anak” adalah suatu kegiatan fisik dan mental, dimana akhirnya informasi dan pengetahuan yang berguna bagi kehidupan akan diperoleh.

 Banyak orang bilang, buku itu merupakan jendela dunia. Karena dengan buku dapat membuka wawasan yang sangat luas. Tidak hanya informasi yang ada dalam negeri yang didapatkan, melainkan informasi tentang dunia, bahkan alam semesta. Buku merupakan jendela dunia, yang dapat membawa kita ke negara lain tanpa harus menginjakkan kaki di negera tersebut, kita sudah bisa mengetahui bagaimana negara itu sendiri dengan membaca.

Buku adalah jendela ilmu. Berbagai macam ilmu dituliskan ke dalam sebuah buku. Bila sang penulis mampu menuliskan ilmunya dengan baik dalam sebuah buku, maka siapa saja yang membaca tulisannya akan tercerahkan, dan mendapatkan pengetahuan baru dari apa yang dituliskannya. Bisa berupa pengalaman hidupnya, bisa juga tentang hal-hal yang dikuasai dan disukainya. Bila sang penulis menuliskannya dengan penuh kehatian-hatian, dan berdasarkan riset atau penelitian, buku itu menjadi sebuah buku yang berkualitas dan layak dibaca oleh banyak orang. Hanya saja masalahnya, budaya membaca belum menjadi budaya masyarakat kita. Tak salah bila banyak penulis buku memfilmkan isi bukunya agar sampai pesannya.

Jadi dalam proses membaca kita dituntut untuk mampu memvisualisasikan suatu keadaan dari bentuk tulisan ke arah terciptanya atau menciptakan kembali dunia penulis  ke dunia kita. Melalui proses imajinasi dan berpikir secara demikian ini, akan mendatangkan manfaat dalam segala aspek kehidupan kita, terutama yang menyangkut pekerjaan kita.

B. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat minat baca

 

Membaca memiliki banyak tujuan. Selain mendapatkan informasi, membaca juga dapat membuka wawasan yang sangat luas. Membaca juga merupakan kunci untuk membuka pintu gerbang kesuksesan. Tiada orang di dunia ini yang sukses tanpa membaca. Membaca juga merupakan sarana untuk menuntut ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan di dunia ini sangat banyak dan tak terbilang. Maka membaca perlu dibiasakan sejak dini. Semakin sering kita membaca akan semakin sulit bagi kita untuk tidak membaca.

Membaca itu sendiri tidak harus membaca buku ilmiah seperti Fisika, Biologi, Sejarah, Ekonomi dan lain sebagainya. Buku cerita, cerpen, novel, artikel dan majalah pun boleh boleh saja. Buku-buku tersebut juga memiliki manfaat dan informasi seperti halnya buku-buku ilmiah. Namun, sebagian dari mereka memiliki informasi yang tidak tersampaikan secara langsung. Membaca juga dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.

 Di zaman informasi seperti sekarang ini,menemukan sumber informasi atau bacaan tidaklah begitu sulit, mencari informasi bacaan tidak perlu harus dengan membeli buku. Bahkan membaca buku di internet sudah sangat memungkinkan. Beberapa dari buku sekolah juga sudah ada yang dibeli oleh pemerintah untuk dapat dipublikasikan secara gratis melalui media internet.Akan tetapi minat baca masyarakat terutama siswa dan mahasiswa masih rendah.

Membaca merupakan suatu proses menangkap atau memperoleh, mengevaluasi  konsep – konsep pengarang dan merefleksikan  atau bertindak sebagaimana yang dimaksud dari konsep – konsep itu.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi dan bisa menghambat masyarakat untuk mencintai dan menyenangi buku sebagai sumber informasi layaknya membaca koran dan majalah, yaitu:

  1. Sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat siswa/mahasiswa harus membaca buku lebih banyak dari apa yang diajarkan dan mencari informasi atau pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan di kelas.
  2. Banyaknya hiburan TV dan permainan di rumah atau di luar rumah yang membuat perhatian anak atau orang dewasa untuk menjauhi buku.
  3. Banyaknya tempat-tempat hiburan seperti taman rekreasi, supermarket dll.
  4. Budaya baca masih belum diwariskan oleh orang tua, Seseorang tidak suka membaca karena memang sejak kecil dibesarkan oleh orangtua yang tidak pernah mendekatkan dirinya pada bacaan. Hal ini terlihat dari kebiasaan Ibu-Ibu yang sering mendongeng kepada putra-putrinya sebelum anaknya tidur dan ini hanya diaplikasikan secara verbal atau lisan saja dan tidak dibiasakan mencapai pengetahuan melalui bacaan.
  5. Para ibu yang disibukkan dengan berbagai kegiatan di rumah/di kantor serta membantu mencari tambahan nafkah untuk keluarga, sehingga waktu untuk membaca sangat minim.
  6. Buku dirasakan oleh masyarakat umum sangat mahal dan begitu juga jumlah perpustakaan masih sedikit dibanding dengan jumlah penduduk yang ada dan kadang-kadang letaknya jauh.

C. Upaya meningkatkan minat baca siswa dan mahasiswa

Membangun kebiasaan membaca bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, tidak hanya cukup dengan membeli buku dan membuka perpustakaan. Akan tetapi untuk membangun kebiasaan membaca harus dimulai dari membangun kepribadian individu, dan apabila ingin membangun masyarakat membaca khususnya siswa dan mahasiswa harus melakukan sebuah upaya yang massif dan simultann dalam membangun kepribadian atau budaya masyarakat menjadi masyarakat yang gemar membaca.

Untuk menumbuhkan minat seseorang atau rasa senang seseorang pada  aktivitas membaca, maka seseorang itu harus mampu dan senang membaca, karena membaca sebagai minat mempunyai tujuan untuk menanamkan kebiasaan dan rasa senang membaca pada diri seseorang. Semakin disadari bahwa masyarakat gemar membaca (reading society) merupakan persyaratan dalam mewujudkan masyarakat gemar belajar (learning society) yang merupakan salah satu ciri masyarakat maju dan beradab. Membaca merupakan kunci dalam belajar dan dengan membaca, kita dapat menghilangkan rasa keingintahuan kita terhadap informasi dan pengetahuan yang terkandung dalam bacaan yang kita baca.

Dengan mengembangkan minat baca maka seseorang akan mampu meningkatkan kemampuan seseorang dalam menulis dengan baik. Sebagai tambahan bahwa orang yang mempertahankan aktifitas mentalnya dengan membaca, memecahkan teka – teki, dan lainnya lebih sedikit kemungkinannya mengalami kelemahan – kelemahan menurunnya kemampuan mengingat dan gejala yang lain.

Pendidikan selalu berkaitan dengan kegiatan belajar. Belajar selalu identik dengan membaca. Membaca selalu berhubungan dengan bertambahnya pengetahuan, sikap, dan ketrampilan. Persoalanya, kualitas membaca masyarakat juga siswa dan mahasiswa kita teramat rendah. Dengan ketrampilan membaca yang dimiliki oleh  mahasiswa akan dapat memasuki dunia keilmuan yang penuh pesona, memahami khasanah kearifan yang banyak hikmat, dan mengembangkan berbagai ketrampilan lainnya yang amat berguna untuk kelak mencapai sukses dalam hidup. Aktivitas  membaca yang terampil akan membukakan jendela pengetahuan yang luas, gerbang kearifan yang dalam, dan lorong keahlian yang lebar di masa depan.

Sebagai pelajar dan mahasiswa yang ingin menjadi anggota masyarakat yang dihormati serta yang bertanggung jawab, maka kita harus mencurahkan perhatian serta usaha kita pada peningkatan minat baca.Sikap ingin tahu yang intelektual, yang  bijaksana, ditambah dengan usaha yang konstan untuk menggali bidang – bidang pengetahuan baru, akan menolong dalam meningkatkan serta memperluas minat baca kita.

Mahasiswa atau pelajar yang mempunyai kebiasaan membaca akan mempunyai kosa kata yang baik, perbendaharaan kata – kata yang memadai, dan ketrampilan dalam meringkas serta merangkumkan  tidak akan menemui kesulitan dalam pemahaman. Pemahaman sangat dibantu oleh refleksi atau pemikiran terhadap apa yang dibaca. Di perguruan  tinggi, persiapan untuk ujian menuntut refleksi ini dan  mentranformasikan (kegiatan) membaca menjadi (kegiatan) belajar.

Seperti yang dipahami dan dipakai orang selama ini, minat dapat mempengaruhi  kualitas pencapaian hasil belajar seseorang. Oleh karena itu ada hubungan positif antara minat baca dengan prestasi akademik para mahasiswa.

Sebagai mahasiswa, kita harus banyak meluangkan waktu untuk membaca, terutama buku yang berbahasa Inggris. Mengingat di era globalisasi saat ini, bahasa Inggris sangat berperan dalam pendidikan dan perkembangan teknologi. Dengan membaca buku berbahasa Inggris diharapkan selain memperoleh banyak pengetahuan, mahasiswa juga dapat berbahasa Inggris secara aktif dalam kehidupan sehari-hari. Membaca erat kaitannya dengan kemampuan berbicara karena bahasa lisan turut memperlengkapi suatu latar belakang pengalaman – pengalaman yang  menguntungkan serta ketrampilan – ketrampilan bagi pengajaran membaca.

Sukses dalam studi tidak datang begitu saja. Untuk memperoleh sesuatu ada  harga yang harus kita bayar. Salah satu harganya adalah mau membaca, rajin membaca dan membaca efisien. Karena membaca merupakan kunci dalam belajar dan dengan membaca dapat menghilangkan rasa keingintahuan kita terhadap informasi dan  pengetahuan yang terkandung dalam bahan bacaan yang kita baca, karena belajar  adalah proses yang berlangsung selama hidup sebab proses peningkatan diri tidak pernah berhenti selama hidup ini dan cara yang paling tepat dan cepat untuk belajar adalah dengan membaca.

Sebagai upaya yang harus dilakukan dalam hal untuk meningkatkan minat baca bagi masyarakat khususnya siswa dan mahasiswa diperlukan peran aktif dari semua komponen yang ada baik pemerintah, masyarakat keluarga serta instansi pengelolah perpustakaan.

  1. Peran Pemerintah

Pemberantasan buta huruf sangat berkaitan erat dengan kewajiban pemerintah dalam menjamin pendidikan warga negaranya. Dalam hal ini pemerintah harus menjamin pendidikan yang berkwalitas, terjangkau dimana termasuk didalamnya ketersediaan buku berkwalitas yang murah dan dapat diakses publik secara mudah.

Oleh karena itu, pemerintah dituntut sebagai regulator, inisiator, eksekutor serta dinamisator bagi terjaminnya perkembangan dan kemajuana pendidikan nasional.

  1. Peran Masyarakat.

Peran masyarakat dalam menumbuhkan budaya gemar membaca, merupakan sebuah kebutuhan yang tidak terhindarkan dalam menciptakan masyarakat yang sadar membaca. Budaya membaca harus menjadi budaya masyarakat, baik melalui kampanye – kampanye nyata maupun melalui pertemuaan – pertemuan yang bersifat formal atau informal. Kegiatan gemar membaca harus dilakukan terus menerus berkesinambungan tanpa henti sehinggga menjadi ritual baru. Pengadaan perpustakan umum maupun perpustaab keliling, merupakan sebuah contoh untuk melangkah lebih maju dalam mendorong masyarakat gemar membaca.

  1. Peran Keluarga

Peran kelurga dalam meningkatkan minat membaca adlah sangat penting dan mendasar sekali. Disinilah pada dasarnya letak dan arah kemajuan bangsa dapat diraih. Keluarga memiliki pengaruh yang kuat terhadap perkembangan minat dan kegemaran membaca anak. Keluarga adalah sarana yang tepat bagi persemaian watak, perilaku dan kecerdasan, mengingat seluruh anggotanya dimungkinkan dapat berinteraksi secara intensif, bebas dan dinamis. Oleh sebab itu dalam menumbuhkan minat dan kegemaran membaca, maka harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai unsur terpenting dalam sebuah komunitas masyarakat.

  1. Peran Pihak Perpustakaan

Usaha yang harus dilakukan dari pihak perpustakan sebagai penyedia bacaan adalah pengelolah perpustakaan sekolah atau perpustakaan kampus juga perlu menciptakan kiat – kiat atau terobasan untuk memajukan perpustakaannya, misalnya bekerjasama dengan lemgaga pendidikan lain, pusat perbukuan, penerbit, toko buku, media cetak, organisasi kemasyarakat dan sebagainya.

Penataan ruang perpustakaan yang nyaman serta pengadaan fasilitas perpustakaan perlu diupayakan agar siswa maupun mahasiswa sebagai pengunjung merasa betah berada diruangan perpustakaan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan koleksi buku artinya, pertama pengelolah perpustakaan harus jeli dalam memilih judul buku dan senantiasa memperbaiki koleksi buku – bukunya. Kedua memperhatikan penyusunan buku – buku sesuai sistem yang digunakan, hal ini agar pengunjung perpustakaan mudah mendapatkan bahan bacaan yang diperlukan.

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Kebiasaan membaca  merupakan  sesuatu  yang penting dan fundamental  yang harus dikembangkan sejak dini dalam rangka untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi dalam upaya meningkatkan intelektualitas.

Minat membaca harus melekat pada diri setiap  siswa maupun mahasiswa untuk meningkatkan intelegensi dalam rangka menuju masyarakat infomasi dalam menyongsong dunia tanpa batas (globalisasi). Karena membaca memiliki peran yang sentral dalam  pengembangan masyarakat, maka budaya baca harus ditanamkan sedini mungkin  melalui pendidikan informal (dalam lingkungan keluarga). Membaca adalah tuntutan dalam pendidikan terutama pendidikan tinggi (PT).

Kebiasaan membaca buku dapat  menjadi suatu culture dalam masyarakat  untuk meningkatkan  intelektualitas, dalam memecahkan suatu masalah. Mahasiswa adalah agent of change yang dituntut untuk dapat membangun budaya baca sebagai identitas dan pengembangan masyarakat di era globalisasi ini. Dan untuk menjadi masyarakat  yang dihormati serta yang bertanggungjawab, para mahasiswa maupun siswa harus berperan berusaha dalam meningkatkan minat bacanya.

DAFTAR PUSTAKA

Tampubolon, Mengembangkan Minat dan Kebiasaan Membaca pada Anak, Angkasa, Bandung.

Bulletin Pusat Perbukuan, November 1998.

Elok Maslakhah, Analisa Penyebab Rendahnya Minat Baca dan Upaya Menumbuh kembangkan Minat Baca, http://www.pemustaka.com 16 August 2010

Suherman, M.Si, Bacalah! Menghidupkan Kembali Semangat Membaca Para Mahaguru Peradaban, Kompas, 12 November 2010

Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan. http://dokumen.tips/documents/makalah-meningkatkan-minat-baca-siswa-dan-mahasiswa-tk.html

 

By

Tugas Makalah Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi BL103F

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA TULIS

TUGAS MAKALAH

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA

DI SUSUN OLEH :

GIOFANNY BELLACYANE (1621490928)

PROGRAM STUDI MULTIMEDIA AUDIO VISUAL BROADCASTING

STMIK RAHARJA

2016

KATA PENGANTAR

            Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang maha pengasih dan penyayang yang telah memberikan rahmat, karunia dan barkat-Nya, sehingga penyusunan makalah yang berjudul tentang Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Tulis (Menulis) merupakan salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia, dengan harapan menjadi suatu pertimbangan dan acuan dalam melakukan penelitian dan pembelajaran.

Selain itu tujuan dari penyusunan makalah ini juga untuk menambah wawasan tentang Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Sehingga besar harapan saya, makalah yang saya sajikan dapat menjadi konstribusi positif bagi pengembangan wawasan pembaca.

Akhirnya saya menyadari dalam penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati saya menerima kritik dan saran agar penyusunan makalah selanjutnya menjadi lebih. Semoga ini memberi manfaat bagi banyak pihak. Amin.

Penulis,

Giofanny Bellacyane

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Bahasa merupakan media yang digunakan anggota suatu kelompok social untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan sebagai identitas diri. Bahasa dapat menggiring kita menembus ruang dan waktu. Melalui bahasa, kita dapat mempelajari ilmu pengetahuan, sejarah, maupun adat istiadat suatu bangsa dalam masa tertentu. Bahasa mampu merekam berbagai hal tersebut dalam bentuk lisan maupun tulisan. Semua itu merupakan fungsi bahasa yang telah lama diemban oleh bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional Negara Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu. Bahasa Indonesia sudah diajarkan sejak tingkat SD, SMP, dan SMA. Oleh karena itu sebaiknya setelah jenjang SMA bahasa Indonesia sudah dikuasai atau setidaknya mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Bahasa Indonesia. Namun faktanya, masih sedikit mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia secara maksimal.

Alasan inilah yang membuat Dirjen depdiknas RI memutuskan memasukan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib diajarkan di seluruh perguruan tinggi dan seluruh jurusan. Tujuannya untuk mengasah kemampuan berbahasa dan mengembangkan kepribadian para mahasiswa. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita selaku Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menguasai dan menerapkan bahasa Indonesia dalam kehidupan seharihari dengan baik dan benar, sehingga bahasa Indonesia dapat terjaga keasliannya.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia yang dikrarkan sejak 28 Oktober 1928 oleh para pejuang bangsa sampai dengan saat ini masih tetap eksis. Bahasa Indonesia sampai dengan saat ini masih dirasakan perannya dalam berbagai sendi kehidupan, antara lain sebagai alat komunikasi antarwarga dan antarmasyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia masih tetap memegang peranan penting dan masih tetap merupakan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Bukti menunjukkan bahwa bahasa Indonesia masih lebih dominan digunakan di dalam berbagai kegiatan, seperti rapat-rapat, siaran radio, TV,  pidato kenegaraan, pidato politik, pelaksanaan administrasi kedinasan, dan bahasa pennngantar pada setiap level pendidikan.  Bahkan saat ini, sebagian besar komunikasi tidak resmi antarwarga pun sudah sering menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa daerah masing-masing. Bahasa Indonesia yang seharusnya menjadi bahasa kedua setelah bahasa daerah (bahasa ibu), kini justru bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa pertama, sedangkan bahasa daerah telah menjadi bahasa kedua bahkan telah menjadi bahasa ketiga (bahasa asing) bagi pemilikinya.

Bahasa Indonesia merupakan kebanggaan bagi bangsa Indonesia bukan hanya karena fungsinya sebagai alat komunikasi lisan dan tulis, tetapi juga secara objektif berfungsi sebagai: (1) alat pemersatu, (2) pemberi kekhasan, (3) pembawa kewibawaan, dan (4) kerangka acuan (Alwi 2000:15; HP Ahmad dan A. Alek;  Muslich,  2010; Pateda dan Yennie P. Pulubuhu. 2007; Rahayu,  2007;Sugono, 2009; dan Widjono, 2010).   Di samping itu Mendiknas (Bambang Sudibyo dalam Nurjamal dan  Sumirat,  2010: 209), mengatakan bahwa Bahasa Indonesia tak hanya digunakan dan dipelajari di tanah air, tetapi juga telah tersebar dan telah dipelajari di berbagai perguruan tinggi mancanegara. Bukti menunjukkan bahwa bahasa Indonesia di samping dipelajari oleh penutur asing yang ada di Indonesia yang dikenal dengan BIPA, juga telah menjadi salah satu mata kuliah wajib di beberapa negara, antara lain Australia. Dalam hal ini bahasa Indonesia telah menjadi mata kuliah yang diminati. Masalahnya adalah bagaimana dengan kita bangsa Indonesia sebagai pemilik bahasa ini?

Sebagai pemersatu, bahasa Indonesia berfungsi menghubungkan antarsesama penutur berbagai dialek bahasa Indonesia. Sebagai pemberi kekhasan, bahasa Indonesia berbeda dengan bahasa Melayu Malaysia, bahasa Melayu Singapura, bahasa Melayu Brunai Darussalam, atau bahkan bahasa bahasa Indonesia sudah jauh berbeda dari bahasa Melayu Riau/Johor sebagai induk bahasa Indonesia. Sebagai fungsi kewibawaan perkembangan bahasa Indonesia dapat dijadikan teladan bagi bangsa-bangsa lain, seperti di Asia Tenggara atupun mungkin juga di negara-negara di Afrika, yang juga memiliki bahasa-bahasa yang moderen karna penutur bahasa Indonesia yang baik dan benar akan memperoleh kewibawaan di mata orang lain. Sebagai fungsi kerangka acuan, bahasa Indonesia akan selalu berkembang. Perkembangan itu selalu disepakati melalui hasil keputusan pertemuan-pertemuan khusus untuk membicarakan tentang bahasa Indonesia atau melalui kongres Bahasa Indonesia. Keputusan-keputusan yang telah disepakati di masarakatkan secara resmi, baik melalui media maupun melalui pembelajaran pada setiap jenjang sekolah.

Untuk memelihara, melindungi, dan mewujudkan bahasa Indonesia agar tetap dicintai dan digunakan oleh bangsa Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia melalui Undang-Undang sistem pendidikan Nasional (SISDIKNAS) menetapkan bahasa Indonesia sebagai  pengantar dalam setiap tingkatan pendidikan nasional. Hal itu tercantum dalam UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS, BAB VII, Psl 33 ayat 1 yang berbunyi ’’Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara menjadi bahasa pengantar dalam pendidikan nasional’’. Sebagai implementasi dari UU SISDIKNAS tersebut, pemerintah menetapkan kurikulum Nasional dan Garis-Garis Besar Prorgram Pengajaran Bahasa Indonesia untuk setiap tingkatan sekolah yang ada di Indonesia.

Untuk melihat sejauh mana realisasi kecintaan, kesetiaan, dan kebanggan bangsa Indonesia sebagai pemilik terhadap  bahasa Indonesia, maka pihak-pihak yang terkait (teutama yang bergerak dalam bidang pendidikan) telah menetapkan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/MA/SMK  dan sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian di  PT yang wajib dicantumkan dalam kurikulum pada seluruh  Jurusan/Prodi/Fakultas dan wajib diambil/diprogramkan oleh seluruh mahasiswa sampai lulus. Selanjutnya, bahasa Indonesia ditetapkan pula sebagai mata pelajaran/mata kuliah yang diujikan secara nasional (UAN/UN).

Masalahnya sekarang adalah apakah prospek penggunaan bahasa Indonesia oleh masyarakat Indonesia di era globalisasi ini masih sesuai dengan harapan sebagaimana yang dipaparkan sebelumnya? Pertanyaan ini perlu dilontarkan, sebab dengan diberlakukanya perdagangan bebas antar negara, batas teritorial secara geografis menjadi tidak penting. Sekat-sekat teritorial tersebut selama ini mulai berangsur-angsur hilang dengan masuknya informasi secara bebas ke seluruh sudut ruangan yang ada di seluruh penjuru dunia. Menghadapi permasalahan ini mampukah bangsa Indonesia  mempertahankan dan mengembagkan bahasa Indonesia di tengah pesatnya teknologi informasi dewsa ini? Agar bahasa  Indonesia tetap eksis dipergunakan oleh masyarakat Indonesia perlu adanya upaya yang serius dan kerja keras dari seluruh bangsa Indonesia termasuk generasi muda (mahasiswa).

 

1.2  Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dalam penelitian ini adalah “Apa Manfaat Mempelajari Mata Kuliah Bahasa Indonesia Perguruan Tinggi?”

1.3  Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar pembaca dan penulis dapat mengetahui apa sebenarnya manfaat mempelajari mata kuliah bahasa Indonesia bagi kita khususnya mahasiswa perguruan tinggi.

1.4  Manfaat

Setelah pembaca makalah ini, maka setidaknya pembaca akan memahami arti penting dari mata kuliah bahasa Indonesia, sehingga mata kuliah tersebut masih terus diajarkan bahkan sampai perguruan tinggi.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 .Pengertian Bahasa

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang digunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.

Sifat bahasa:
(a) sistemis yaitu terdiri atas pola-pola yang beraturan dan saling berkaitan;
(b) arbitrer yaitu bentuk dan makna bersifat manasuka sesuai dengan masyarakat pemakainya;
(c) konvensional yaitu bentuk dan makna ditentukan berdasarkan kesepakatan masyarakat pemakai;
(d) dinamis yaitu bentuk dan makna berkembang/berubah sesuai perkembangan.

Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.

2.2 Mata Kuliah Bahasa Indonesia Bagi Mahasiswa

Bahasa Indonesia merupakan produk bahasa yang lahir di bangsa Indonesia sendiri. Bahasa Indonesia tidak lahir begitu saja, namun juga melalui proses yang panjang. Bahkan hingga sekarang, bahasa Indonesia masih terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, setiap saat bahasa Indonesia dapat bertambah kosa katanya. Perkembangan zaman yang cepat terutama di era globalisasi ini menuntut bahasa Indonesia untuk selalu berbenah sehingga dapat menampung berbagai macam istilah-istilah baru yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia.

Bahasa ini digunakan untuk menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini dikarenakan bangsa Indonesia sendiri terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang setiap suku tersebut memiliki bahasa daerah masing-masing. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk menyatukan bahasa-bahasa tersebut ialah melalui bahasa Indonesia

Berbagai macam fungsi bahasa Indonesia, salah satunya yang telah disebutkan di atas yaitu sebagai pemersatu bangsa. Selain itu ada beberapa fungsi bahasa Indonesia, salah satunya yaitu sebagai bahasa baku dalam penulisan karya ilmiah. Penulisan karya ilmiah dianjurkan untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Namun juga perlu diketahui, penulisan karya ilmiah tingkat internsional harus menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Meskipun demikian, karya ilmiah tersebut hendaknya juga ditulis dalam bahasa Indonesia agar anak negeri juga dapat mempelajari karya tersebut. Masih banyak lagi fungsi dari bahasa Indonesia, seperti menumbuhkan sikap nasionalisme, cinta produk sendiri (produk-produk Indonesia dan lain-lain), bahasa dalam forum formal, bahasa dalam kegiatan belajar mengajar, dan lain sebagainya.

Melihat dari berbagai fungsi di atas, maka Bahasa Indonesia perlu untuk dipelajari. Bahkan dari SD hingga perguruan tinggi, pelajaran dan kuliah bahasa  Indonesia masih diberikan. Hal ini penting untuk mengenalkan dan melatih para siswa agar dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan benar.

Dalam maraknya era globalisasi masa kemajuan informatika dan komuniakasi setiap individu dituntut untuk menyumbangkan karya kreativitasnya dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Terutama bagi kalangan mahasiswa yang dituntut untuk selalu berkarya baik berbentuk tulis maupun non tulisan. Akan tetapi dalam dunia tulis menulis di kalangan mahsasiswa, masih banyak kerancuan-kerancuan yang menyimpang dari kaidahnya dalam tulisan-tuliasan. Apa lagi budaya menulis yang sesuai kaidah EYD sudah mulai terlupakan akibat dari kemajuan tekhnologi dan informatika yang bersifat instan. Selain itu gairah tulis menulis telah mengalami penurunan, sehingga tidak heran dalam kalangan mahasiswa lebih menyukai copy paste dari karya orang ataupun membeli karya orang yang diaku sebagai karyanya.

Padahal dengan kemajuan tekhnologi dan informatika, membuka lahan yang seluas-luasnya bagi manusia untuk terus berkarya dan menuangkannya segala bentuk kreativitasnya, terutama dalam bentuk tulisan. Misalnya dalam dunia internet tersedia berbagai informasi yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta wadah yang siap menampung segala kreativitas dan unegunegmanusia yang berupa tulisan seperti situs blog maupun jejaring social. Akan tetapi kebanyakan mahasiswa Indonesia masih mengenyampingkannya dan belum dapat menggunakannya secara maksimal sebagai media mempublik karya.

Gairah tulis menulis bagi mahasiswa Indonesia masih tergolong rendah. Dan adapun tulisan-tulisan yang dikaryakannya pun masih mengalami kerancuan bahasa yang menyimpang dari kaidah EYD. Untuk itulah perlu adanya mata kuliah bahasa Indonesia bagi mahasiswa.

Akan tetapi sudah tentunya mahasiswa yang telah melewati jenjang SD hingga SMA telah menerima pelajaran bahasa Indonesia dari A sampai Z. Dan apakah di perguruan tinggi ini hanya mengulangi materi yang teah disampaikan layaknya di sekolah-sekolah? Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, pada umumnya dosen mengajarkan kembali  materi mata kuliah sebagai mana yang telah disampaikan para guru bahasa Indonesia di SD hingga SMA. Para dosen kembali mengajarkan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Pedoman Umum  Ejaan yang Disempurnakan, dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Tidak jarang mahasiswa diperlakukan seperti mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia di Fakultas Sastra dan Bahasa. Seolah-olah mereka dididik menjadi calon ahli bahasa atau calon sarjana Bahasa Indonesia. Oleh karena materi yang sama telah mereka peroleh sebelumnya, maka banyak mahasiswa baru yang mengikuti kuliah Bahasa Indonesia dengan setengah hati atau merasa sangat terpaksa, demi nilai atau indeks prestasi belaka. Sehingga tidak diherankan jika mahasiswa mengalami kejenuhan dalam belajar bahasa Indonesia. Akan tetapi apakah para mahasiswa telah mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik yang berupa tuliasan maupun lisan? Banyak riset yang memaparkan sebagaimana yang disampaikan oleh S. Sahala Tua Saragih dalam tulisannya “mahasiswa dan bahasai Indonesia” bahwa sebagian besar mahasiswa belum mampu menggunakan bahasa Indonesia secara lisan maupun tulisan dengan baik dan benar.

Untuk itu, mahasiswa non bahasa perlu dilatih secara intensif berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Dan hal tersebut sudah menjadi konskwensi para dosen, baik dosen pengampu bahasa Indonesia maupun yang lain. Artinya, setiap dosen baik pengampu mata kuliah bahasa Indonesia maupun yang lain harus mampu mendidik para mahasiswa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam konteks ilmu atau program studi masing-masing. Dengan kata lain, setiap dosen harus mampu menjadi dosen Bahasa Indonesia. Selain itu para mahasiswa pun perlu mendapatkan pelatihan jurnalistik maupun berkarya ilmiah serta mendapatkan wadah untuk berkreasi mengeluarkan segala kreativitasnya. Sehingga nantinya dalam penulisan karya ilmiah, mahasiswa mampu membuat karya ilmiah dengan penuturan bahasa Indonesia yang baik dan benar tanpa adanya copy paste maupun plagiasi.

2.3 Pentingnya Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional negara Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu. Bahasa Indonesia sudah diajarkan sejak tingkat SD, SMP, dan SMA. Oleh karena itu sebaiknya setelah jenjang SMA bahasa Indonesia sudah dikuasai atau setidaknya mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Bahasa Indonesia. Namun faktanya, masih sedikit mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia secara maksimal.

Di perguruan tinggi, kita akan mempelajari Bahasa Indonesia dimana kita dituntut untuk mempertahankan Bahasa Indonesia. Ini dituntut supaya tidak luntur oleh kalangan banyak pemuda dan pengaruh budaya asing yang cenderung mempengaruhi pikiran generasi muda.

Selain itu bahasa Indonesia itu penting untuk dipelajari diperguruan tinggi, dikarenakan di universitas setiap mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kemudian, bahasa Indonesia sebagai panduan untuk penyusunan dan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, dll), selain itu mempelajari bahasa Indonesia bagi mahasiswa di universitas sama halnya seperti mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA, namun pembahasan di universitas lebih spesifik dan mendalam, dan sebagian besar mahasiswa masih tetap ingin mempelajari bahasa Indonesia dikarenakan agar mereka mampu bertata bahasa dengan baik dan benar.

Alasan inilah yang membuat Dirjen depdiknas RI memutuskan memasukan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib diajarkan di seluruh perguruan tinggi dan seluruh jurusan. Tujuannya untuk mengasah kemampuan berbahasa dan mengembangkan kepribadian para mahasiswa. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita selaku Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menguasai dan menerapkan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari–hari dengan baik dan benar, sehingga bahasa Indonesia dapat terjaga keasliannya.

Dalam perguruan tinggi, kita akan sering membuat karya ilmiah. Bukan hanya karya ilmiah yang akan kita buat melainkan laporan praktikum, skripsi, thesis dan karya tulis lainnya. Di perguruan tinggi, kita akan mempelajari Bahasa Indonesia dimana kita dituntut untuk mempertahankan Bahasa Indonesia. Ini dilakukan supaya tidak luntur oleh kalangan banyak pemuda dan pengaruh budaya asing yang cenderung mempengaruhi pikiran generasi muda.

Di dalam mata kuliah Bahasa Indonesia, kita pasti mempelajari dan memahami arti pentingnya tata bahasa dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam pembuatan karya ilmiah dan sejenisnya. Setelah kita bisa memahami EYD dengan baik dan benar, kita akan bisa mengetahui konsep penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dimanapun kita berada. Sebagai seorang mahasiswa, selayaknya kita menambah kosakata yang sesuai dengan keilmuan yang kita tekuni di perguruan tinggi. Kita harus bisa menggunakan diksi-diksi yang baik dan kalimat-kalimat yang efektif sesuai jenjang pendidikan, bukan seperti anak SMA dan SMP lagi.

Dalam suatu karya ilmiah, penggunaan bahasa memiliki arti yang sangat penting. Bahasa adalah alat komunikasi lingual manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Untuk penggunaan bahasa dalam suatu karya ilmiah berarti menitikberatkan suatu bahasa sebagai alat komunikasi berupa tulisan. Karena itu, penggunaan bahasa dalam karya ilmiah sangatlah penting. Pengertian dari karya ilmiah sendiri adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium , artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.

Nah, untuk di tingkatan perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian. Selain itu karena alasan di atas, terdapat beberapa hal lain yang membuat bahasa indonesia harus dijadikan mata kuliah di perguruan tinggi.

Dengan demikian, sangat penting untuk mengadakan mata kuliah Bahasa Indonesia di setiap perguruan tinggi selain karena bahasa indonesia merupakan bahasa negara kita sendiri dan sebagai bahasa pemersatu dengan cara ini juga kita secara tidak langsung telah melestarikan bahasa kita. siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia ini kalau bukan kita sebagai warga negara itu sendiri.

 

2.4.Tujuan dan Manfaat Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Diajarkannya mata kuliah Bahasa Indonesia di berbagai universitas dan perguruan tinggi memiliki tujuan umum yang meliputi:

  1. Menumbuhkan kesetiaan terhadap bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan dapat mendorong mahasiswa memelihara bahasa Indonesia.
  2. Menumbuhkan kebanggan terhadap bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan mampu mendorong mahasiswa mengutamakan bahasanya dan menggunakannya sebagai lambing identitas bangsa.
  3. Menumbuhkan dan memelihara kesadaran akan adanya norma bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan agar mahasiswa terdorong untuk menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku.

Selain tujuan umum, Mata kuliah Bahasa Indonesia ini juga memiliki tujuan khusus. Secara khusus mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa, calon sarjana, terampil dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik apakah itu secara lisan, ataupun tertulis, sebagai pengungkapan gagasan ilmiah.

Jika dilihat dari tujuan diberikannya mata kuliah ini sebenarnya cukup jelas apalagi di zaman seperti ini khususnya anak muda generasi penerus Bangsa saat ini kurang sadar akan pentingnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar, kurang merasa bangga dengan bahasa nasional, contohnya adanya bahasa gaul yang malah lebih sering digunakan sehari-hari sampai diterbitkan pula kamus bahasa gaul, apakah ini berarti bahasa Indonesia sudah dilupakan? Maka dari itu dengan adanya mata kuliah bahasa Indonesia ini setidaknya mempunyai harapan untuk para penerus bangsa agar tidak pernah melupakan bahasa Ibu mereka, yaitu bahasa Indonesia.

Manfaat Mempelajari Bahasa Indonesia secara umum ini dilakukan untuk:

  1. Menumbuhkan sikap bahasa yang positif terhadap bahasa Indonesia;
  2. Menjadi bahasa pemersatu dari berbagai bahasa dari tiap daerah di Indonesia;
  3. Kebanggaan terhadap bangsa Indonesia;
  4. Kesetiaan akan bahasa Indonesia;
  5. Meningkatkan kesadaran akan adanya norma dalam berbahasa dan secara khusus bertujuan untuk terampil berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

BAB III

PENUTUP

3.1        SIMPULAN

bahasa Indonesia itu penting untuk dipelajari diperguruan tinggi, dikarenakan Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu, karena di universitas setiap mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kemudian, bahasa Indonesia sebagai panduan untuk penyusunan dan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, dll), selain itu mempelajari bahasa Indonesia bagi mahasiswa di universitas sama halnya seperti mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA, namun pembahasan di universitas lebih spesifik dan mendalam, dan sebagian besar mahasiswa masih tetap ingin mempelajari bahasa Indonesia dikarenakan agar mereka mampu bertata bahasa dengan baik dan benar, bahasa Indonesia-pun penting untuk dilestarikan oleh penutur aslinya.

Melihat dari berbagai fungsi, maka Bahasa Indonesia perlu untuk dipelajari. Bahkan dari SD hingga perguruan tinggi, pelajaran dan kuliah bahasa  Indonesia masih diberikan. Hal ini penting untuk mengenalkan dan melatih para siswa agar dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Dalam maraknya era globalisasi masa kemajuan informatika dan komuniakasi setiap individu dituntut untuk menyumbangkan karya kreativitasnya dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Terutama bagi kalangan mahasiswa yang dituntut untuk selalu berkarya baik berbentuk tulis maupun non tulisan. Akan tetapi dalam dunia tulis menulis di kalangan mahsasiswa, masih banyak kerancuan-kerancuan yang menyimpang dari kaidahnya dalam tulisan-tuliasan. Apa lagi budaya menulis yang sesuai kaidah EYD sudah mulai terlupakan akibat dari kemajuan tekhnologi dan informatika yang bersifat instan. Selain itu gairah tulis menulis telah mengalami penurunan, sehingga tidak heran dalam kalangan mahasiswa lebih menyukai copy paste dari karya orang ataupun membeli karya orang yang diakuI sebagai karyanya. Padahal dengan kemajuan tekhnologi dan informatika, membuka lahan yang seluas-luasnya bagi manusia untuk terus berkarya dan menuangkannya segala bentuk kreativitasnya, terutama dalam bentuk tulisan. Misalnya dalam dunia internet tersedia berbagai informasi yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta wadah yang siap menampung segala kreativitas dan uneguneg manusia yang berupa tulisan seperti situs blog maupun jejaring social. Akan tetapi kebanyakan mahasiswa Indonesia masih mengenyampingkannya dan belum dapat menggunakannya secara maksimal sebagai media mempublik karya.

3.2     Saran

Diharapkan makalah ini dapat mengingatkan pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya bahwa bahasa Indonesia perlu dipelajari, karena dengan cara ini juga kita secara tidak langsung telah melestarikan bahasa kita. Siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia ini kalau bukan kita sebagai warga Indonesia itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Subro, seno.1998. Seri Bahasa Indonesia. Semarang: CV Aneka ilmu

Muslich, Masnur. 2010. Bahasa Indonesia pada Era Globalisasi: Kedududkan, Fungsi, Pembinaan, dan Pengembangan. Jakarta: Bumi Aksara

Rahayu, Mnto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. Jakarta: PT Grasindo

Elviana. http://elvianapbsi.blogspot.co.id/2013/10/pentingnya-bahasa-indonesia-di.html

Makalah kuliah. http://kuliahpgsdbjm2010.blogspot.co.id/2015/03/upaya-meningkatkan-keterampilan.html

By

Tugas Makalah Teknologi informatika dan komputer BL103F

SEJARAH KOMPUTER DAN PERKEMBANGAN TEKNIK INFORMATIKA

TUGAS MAKALAH

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA

DI SUSUN OLEH :

GIOFANNY BELLACYANE (1621490928)

PROGRAM STUDI MULTIMEDIA AUDIO VISUAL BROADCASTING

STMIK RAHARJA

2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta Alam Semesta, Penguasa seluruh yang ada di langit dan di bumi, Tempat memohon para mahluk, Sumber segala Ilmu, yang telah memberikan Karunia, Rahmat dan Berkat-Nya kepada saya, sehingga tugas penulisan makalah tentang ini dapat saya selesaikan tepat pada waktunya.

Sengaja saya mengambil judul “Sejarah Komputer dan Perkembangan Teknik Informatika”, adalah  penyesuaian dengan hasil dari penelusuran yang saya lakukan berupa mencari dari berbagai literatur buku yang bersangkutan dengan pembahasan, pencarian data-data serta melakukan diskusi/kajian.

Sebagaimana halnya manusia biasa yang masih dalam tahapan proses belajar, maka tidak menutup kemungkinan setiap aktifitas kita akan selalu ada kekurangan dan kelalaian, begitu pula dengan makalah yang saya tulis ini. Oleh karena itu saya selalu mengharapkan tegur sapa dari semua pihak demi penyempurnaan penulisan makalah berikutnya. namun semoga karya yang sederhana dan terdapat banyak kekurangan ini tetap bermanfaat bagi kita semua, Amin. Karena kekurangan kemampuan, penulis menyadari bahwa masukan dari pembaca seekalian sangat bermanfaat bagi saya.

 

Penulis,

Giofanny Bellacyane

 

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sejarah Komputer dan Perkembangan Teknik Informatika

Komputer adalah sebuah fenomena yang luar biasa dalam sejarah manusia. Komputer jugalah yang menyebabkan adanya teknik informatika. Sejarah komputer bisa kita runut kembali dari 3000 SM. Pada saat itu alat menghitung sudah ada di Cina, yaitu sebuah sempoa yang tebuat dari kayu dan butiran-butiran. Kemudian,  pada tahun 1623 seorang ilmuwan Jerman bernama Wilhelm Schikard menciptakan mesin hitung yang bisa, menambah, membagi, mengurang, dan mengkali. Tetapi mesin penghitung otomatis pertama dibuat oleh Braise Pascal dari Perancis pada tahun 1642. Pada awal abad 19 Joseph Marie Jacquard menumukan punch card pertama yang pada saat itu digunakan pada industri tekstil. Tahun 1842 Ada Lovelace membuat sebuah set instruksi yang menjadi pelopor bahasa pemprograman modern, dengan penemuan ini, Ada dinobatkan menjadi programmer komputer pertama.

Pada awal abad 20 Herman Hollerith dari Amerika menggunakan ide yang hampir sama dengan Jacquard, yaitu sebuah mesin yang membuat dan membaca puch card. Alat ini digunakan pada sensus Amerika dan membuat perhitungan sensus tersebut menjadi empat kali lebih cepat. Hollerith adalah salah satu pendiri International Business Machine (IBM). Pada tahun 1930-an, Howard Aiken mengembangkan Mark I (sebuah komputer penghitung) yang dibuat oleh IBM. Mark I menggunakan relays dan komponen elektromagnetis untuk menggantikan komponen mekanis. Howard juga memperkenalkan komputer pada universitas dengan membuka program ilmu komputer pertama di Harvard University. Sejarah komputer berikutnya ada pada tifa komputer besar yang akan mempelopori komputer-komputer selanjutnya. Tiga komputer itu disebut EDVAC, ENIAC, dan UNIVAC. EDVAC adalah singkatan dari Electronic Discrete Variable Automatic Computer yang dibuat oleh John von Neuman. Komputer ini adalah komputer pertama yang menyimpan programnya di dalam memori komputer tersebut ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Computer) dibuat oleh John Mauchly dan Presper Eckert Jr, di University of Philadelphia pada tahun 1945. Komputer ini dinobatkan menjadi digital komputer pertama, tetapi komputer ini mempunyai masalah yang sangay besar, lebar dari komputer ini adalah 167 m, dan beratnya lebih dari 27.000 kg. Sedangkan UNIVAC ( Universal Automatic Computer) yang juga dibuat oleh Eckert dan Mauchly, tetapi kali ini di bawah perusahaan Rand Corporation. Keunggulan dari komputer ini adalah bisa diaplikasikan untuk berbagai macam jenis industri.

Pada tahun 1948 di Bell Telephone Laboratories, Walter Houser Brattain, John Barder dan Wiliam Bradford Shockley mengembangkan transistor yaitu sebuah alat yang bisa berfungsi sebagai tombol listrik. Setelah ditemukannya transistor tersebut, maka timbullah intergrated circuits, yaitu sebuah chip silicon yang berisi transistor-transistor dan komponen-komponen elektris lainnya yang ditemukan oleh Jack Kilby dan Robert Noyce. Integrated circuits semakin lama semakin mengecil, dan akhirnya menjadi microprocessor yang bisa menampung jutaan transistor. Dengan adanya penemuan ini, maka komputer akhirnya bisa menjadi lebih kecil dan lebih murah. Komputer kecil ini disebut juga dengan istilah personal computer (PC). PC pertama adalah Altair 8800 yang diproduksi oleh Micro Instrumentaiton Telemetry Systems. Altair 8800 menggunakan prosesor 8080, power supply, panel muka dengan lampu yang banyak memiliki memory 256 bytes dan paket ini dipasarkan $395. Komputer pertama ini memberikan ide dengan perusahaan lain untuk membuat aplikasinya, seperti dibuatnya sistem operasi CP/M (Control Profram for Micro prosesor) dan versi pertama program bahasa Microsoft Basic (Beginners All Purpose Symbolic Instruction Code).

Pada saat ini, perkembangan sistem operasi canggih seperti Windows, Mac, OS, dan Linux memungkinkan pengguna komputer untuk menggunakan program dan memanipulasi data dengan cara yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, semakin lama komputer akan semakin mengalahkan manusia, ini bisa dibuktikan dengan kalahnya Garry Kasparov terhadap Deep Blue (sebuah supercomputer yang dapat memperhitungkan lebih dari 100 juta posisi catur per detik) dalam suatu pertandingan pada tahun 1997. Akhirnya Deep Blue dijadikan prototipe dari komputer masa depan yang harus menyelesaikan masalah-masalah yang kompleks. Komputer belum bisa dianggap melebihi manusia karena komputer tersebut adalah hasil dari suatu program yang dibuat oleh manusia untuk menyelesaikan suatu masalah, tetapi bisa saja suatu saat komputer mempunyai kemampuan untuk belajar dan akhirnya menyelesaikan masalah dengan sendirinya. Itulah sedikit gambaran dari masa depan kita.

Daftar Pertanyaan

Penulisan karya tulis ini awalnya bertujuan sebagai rangkuman tentang alasan Apa dan Mengapa memilih program Studi Teknik Informatika sehigga saya merangkum beberapa pertanyaan beserta jawabannya dengan menambahkan sejarah dan latar belakang tentang Komputer dan Teknik Informatika yang diharapkan dapat bermanfaat bagi saya pribadi khususnya dan bagi semua rekan-rekan yang menekuni bidang ini pada umumnya.

Beberapa pertanyaan itu diantaranya adalah :

  1. Apa yang dimaksud dengan informatika?
  2. Mengapa informatika dikatakan bisa mempermudahkan kehidupan manusia?
  3. Ilmu apa yang menjadi inti dari informatika?
  4. Jadi inti dari Informatika itu apa?
  5. Apa sih tanggung jawab seorang ahli Informatika?
  6. Trus, apa tugas utamanya?
  7. Apa sih contoh dari manfaat informatika di dunia nyata?
  8. Bidang apa saja yang akan dipelajari dalam teknik informatika?
  9. Gimana gambaran untuk bidang pemprograman web?
  10. Gimana sih gambaran untuk bidang sistem informasi?
  11. Dalam informatka ada istilah kecerdasan buatan. Apa kecerdasaan buatan itu?
  12. Apa yang ditekankan dalam jaringan komputer dan telekomunikasi?
  13. Apa manfaat mempelajari jaringan komputer dan telekomunikasi?

BAB II

PEMBAHASAN DAN JAWABAN

Dari daftar pertanyaan pada BAB I tentang Teknik Informatika maka ditemukan beberapa jawaban yang diambil dari berbagai sumber diantaranya :

Apa yang dimaksud dengan informatika?

Informatika adalah suatu ilmu yang mempelajari komputer dan pemanfaatannya untuk mempermudah kehidupan manusia.

Mengapa informatika dikatakan bisa mempermudahkan kehidupan manusia?

Karena informatika menggunakan software (perangkat lunak), hardware (perangkat keras), dan brainware (penggunaannya). Untuk memecahkan suatu masalah, maka penggunaannya dapat difokuskan pada satu, dua, ataupun ketiga faktor yang ada di atas. Masalah yang dimaksud disini adalah masalah yang apabila dipecahkan dengan pendekatan informatika akan memudahkan kehidupan manusia.

Dari mana asal kata informatika?

Informatika berasal dari dua kata, yaitu informasi dan matematika. Mengapa infomasi dan matematika? Karena matematika digunakan untuk mengolah informasi, sehingga infomasi tersebut berguna untuk manusia.

Ilmu apa yang menjadi inti dari informatika?

Inti dari informatika adalah algoritma. Begitu pentingnya algoritma dalam informatika, maka ahli algoritma bisa dikatakan sebagai orang yang telah menguasai informatika, dan sebaliknya bagi orang yang tidak menguasai algoritma berarti belum bisa dikatakan sudah menguasai informatika. Meskipun algoritma adalah dasar dari informatika, tetapi untuk mempelajari ilmu selanjutnya, algoritma akan sangat berperan didalamnya.

Jadi inti dari Informatika itu algoritma yah!? Algoritma itu apa sih?

Algoritma ialah suatu prosedur langkah-langkah logis untuk memecahkan masalah sistematis dalam suatu jumlah langkah-langkah yang terhingga. Algoritma sering meliputi pengulangan langkah-langkah dasar operasi yang sama. Contohnya, orang yang menggunakan telepon umum. Untuk menggunakan telepon umum tersebut, maka orang harus mengikuti langkah-langkah seperti ini :

(1)    angkat telepon
(2)    masukkan koin
(3)    tekan nomor yang akan dihubungi
(4)    bicara
(5)    letakkan gagang telepon
Itu adalah salah satu contoh langkah-langkah sederhana yang disebut dengan algoritma. Langkah-langkah tersebut hanya dasar dan dapat dikembangkan terus karena keadaan yang lain-lain, contohnya apabila orang yang menggunakan telepon dua koin, maka langkah-langkahnya pun akan berbeda dengan yang diatas.

Apa sih tanggung jawab seorang ahli Informatika?

Tanggung jawab dari seorang ahli informatika adalah memecahkan masalah yang terjadi secara efektif dan efisien, sehingga dapat menghemat sumber daya.

Terus, apa tugas utamanya?

Tugas utamanya adalah membangun sebuah sistem perangkat lunak maupun perangkat keras yang mampu meningkatkan kinerja maupun meminimalisir masalah-masalah yang terjadi. Dalam hal ini disebutkan menimimalisir karena menghilangkan suatu masalah secara total adalah sesuatu yang mustahil, maka hanya dapat diminimalisir.

Apa sih contoh dari manfaat informatika di dunia nyata?

Setelah menjadi ahli informatika kita akan dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang menantang dan menarik untuk dipecahkan. Misalnya, perusahaan yang mempunyai banyak kantor cabang tentu saja dalam berkomunikasi antar cabang menjadi sangat sulit apabila antar cabang tersebut tidak saling on-line. Apalagi, apabila perusahaan tersebut masih paper-based atau segala sesuatunya dikerjakan dengan menggunakan kertas. Untuk surat-menyurat saja diperlukan kurir, hal ini tentu saja sangat merepotkan dan memakan waktu dan biaya yang besar, Dengan bantuan ahli informatika, maka hal ini dapat dipecahkan dengan membangun jaringan telekomunikasi antar cabang. Misalnya, berkirim surat tidak harus menggunakan kurir, akan tetapi bisa dengan menggunakan email. Demikian pula dengan kondisi masing-masing kantor cabang akan dapat dimonitor secara terus-menerus dan kontinu.

Bidang apa saja yang akan dipelajari dalam teknik informatika?

Pemprograman web, sistem informasi, kecerdasan buatan (artificial intellegent), jaringan komputer, dan telekomunikasi.

Gimana gambaran untuk bidang pemprograman web?

Bidang ini menitikberatkan pada pembuatan web dan perawatannya. Biasanya orang yang menguasai atau ahli dalam pemprograman web disebut dengan web master. Web master mempunyai tanggung jawab sekaligus hal yang akan dipelajari dalam pemprograman web, yaitu mendesain sebuah situs yang nyaman dikunjungi, memudahkan dalam pencarian informasi di dalamnya, dan memberikan manfaat di dalamnya.

Gimana sih gambaran untuk bidang sistem informasi?

Bidang ini menitikberatkan pada pembuatan sebuah sistem informasi yang dapat memudahkan pengguna sekaligus meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan kinerja pengguna pada tingkatan individual dan perusahaan pada tingkat yang lebih tinggi. Sistem informasi yang berbasis komputer mempunyai tugas menggantikan perkejaan yang apabila dilakukan secara manual dapat memakan waktu yang lama dan mempunyai tingkat kesalahan yang tinggi. Sistem informasi juga digunakan untuk menggantikan pekerjaan-pekerjaan yang biasanya masih berbasis pena dan kertas agar dapat menghemat tempat penyimpanan sekaligus biaya yang akan dikeluarkan dapat ditekan seminimal mungkin. Orang yang ahli dalam sistem informasi disebut sistem analisis.

Dalam informatka ada istilah kecerdasan buatan. Apa kecerdasaan buatan itu?

Kecerdasaan buatan pada intinya adalah mengembangkan suatu komputer, sehingga dapat berpikir dan memecahkan masalah sesuai dengan pikiran manusia. Kecerdasaan buatan lebih mengarah pada riset pendidikan karena berkutat pada tataran teoritis dan mungkin masih mahal untuk diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Contohnya, pembuatan sebuah komputer berukuran mikro yang dapat dimasukkan ke dalam tubuh manusia.

Apa yang ditekankan dalam jaringan komputer dan telekomunikasi?

Jaringan komputer dan telekomunikasi itu menekankan pada keamanan jaringan komputer dan juga telekomunikasi antar jaringan komputer.

Apa manfaat mempelajari jaringan komputer dan telekomunikasi?

Dengan mempelajarinya kamu diharapkan dapat membangun jaringan antar komputer, sehingga memudahkan komunikasi antarpengguna sekaligus mengamankan jaringan tersebut agar tidak bisa dimasuki oleh orang yang tidak berwenang.

BAB III

KARIR DAN DUNIA NYATA

Lima belas tahun yang lalu, belum banyak orang yang menggunakan komputer. Sekarang komputer tidak bisa dilepaskan dari kegiatan kita sehari-hari. Di negara maju, komputer sangat vital bagi kehidupan mereka. Di Indonesia sendiri, komputer belum sampai pada tahap vital tersebut, Tetapi, dengan arus globalisasi yang merayap ke berbagai segi kehidupan kita, maka dapat dipastikan penggunaan komputer akan semakin berkembang di negara kita. Jadi akan dibutuhkan ahli-ahli komputer yang banyak untuk mendukung semakin berkembangnya penggunaan komputer di negara kita.

Programmer

Pekerjaan dari Programmer adalah membuat program komputer. Sebagai programmer kamu bisa bekerja di bawah suatu perusahaan, sehingga kamu diharapkan untuk membuat program komputer bagi perusahaan tersebut atau kamu bisa membuat perusahaan software sendiri untuk dijual ke orang yang membutuhkannya. Karena orang yang mampu membuat program masih sedikit, kesempatan untuk bekerja dan memperoleh pendapatan yang besar sangat terbuka.

Sistem Analis

Seorang Sistem Analis bertanggungjawab untuk mengkoordinasikan programmer-programmer dan memelihara sistem yang digunakan oleh perusahaan. Contoh dari sitem perusahaan adalah LAN (Local Area Network atau sistem on-line sebuah bank. Tanggung jawab seorang sistem analis lumayan besar karena apabila sistem yang digunakan oleh suatu perusahaan dowb, maka hal tersbut dapat merugikan perusahaan dan pelanggannya. Contohnya adalah online sebuah ATM Bank, apabila ATM tersebut down, maka hal tersebut bisa mengecewakan orang yang akan menggunakaannya untuk mengambil uang, sekaligus merugikan perusahaan tersebut.

Web Designer

Apakah kamu mempunyai situs favorit? Mengapa kamu suka situs itu? Apakah karena tampilannya bagus dan tidak membosankan? Kalau iya, berarti web designer dari situs tersebut patut diacungi jempol. Memang tugas ari seorang web designer adalah untuk membuat desain atau tampilan dari sebuah situs. Tampilan dari sebuah situs adalah fist impression dari situs tersebut. Apabila warna, gambar, atau letaknya tidak menarik, maka bisa-bisa kita tidak mau masuk situs itu lagi, walaupun sebetulnya isi dari situs itu bagus. Saat ini, web designer diharapakan tidak hanya merancang tampilan web yang bagus, tetapi juga mampu mengintegrasikan database di dalam website yang dibuatnya.

Bidang Lainnya

Sebagai lulusan teknik informatika, maka kamu juga bisa berkerja di perusahaan-perusahaan jasa telekomunikasi, perbankan, informasi, dan lain-lain. Selain berkerja di perusahaan, kamu bisa bekerja di Bursa Efek dan BPPT misalnya, atau kamu bisa menjadi konsultan atau dosen.

Yang Perlu diketahui
Perbedaan Fakultas Ilmu Komputer dengan Jurusan Teknik Informatika

Pada dasarnya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara Fakultas Ilmu Komputer dengan Jurusan Teknik Informatika. Keduanya sama-sama mempelajari dasar-dasar dan fundamental dari perilaku komputer sampai ke taraf penerapannya dalam bentuk berbagai aplikasi. Kalaupun ada perbedaan, mungkin lebih kepada referensi yang diambil oleh fakultas atau jurusan tersebut. Ilmu Komputer sangat populer di Amerika dan Inggris. Sedangkan Eropa pada umumnya menggunakan istilah Informatics dan bukan Ilmu Komputer.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dewasa ini globalisasi informasi mengalami perkembangan pesat dan telah merambah ke berbagai aspek kehidupan manusia. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya menguasai aspek-aspek materi dari teknologi informasi, melainkan juga mampu menerapkan dan mengembangkan teknologi informasi di berbagai bidang.

Teknik informatika merupakan disiplin ilmu yang menginduk pada ilmu komputer, yang pada dasarnya merupakan kumpulan disiplin ilmu dan teknik yang secara khusus menangani masalah transformasi atau pengolahan fakta-fakta simbolik (data) dengan memanfaatkan seoptimal mungkin teknologi komputer. Transformasi itu berupa proses-proses logika dan sistematika untuk mendapatkan solusi dalam menyelesaikan berbagai masalah, sehingga dengan memilih program studi Teknik Informatika, kita menjadi terlatih berpikir secara logis dan sistematis untuk dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan pekerjaan apapun.

Saran

Seiring dengan perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat, maka saya mengharapkan program pendidikan pada program studi Teknik Informatika diarahkan pada penguasaan ilmu dan keterampilan rekayasa informatika yang berlandaskan pada kemampuan untuk memahami, menganalisis, menilai, menerapkan, serta menciptakan piranti lunak (software) dalam pengolahan dengan komputer. Di samping itu, saya mengharap lulus dengan memiliki kemampuan untuk merencanakan suatu jaringan dan sistem komputer, serta menguasai dasar-dasar ilmu dan teknologi informasi sebagai landasan untuk pengembangan studi lanjutan.

Daftar Pusaka

Yura Hyde Tetsu,http://billix-multimedia.blogspot.co.id/2011/10/makalah-dan-karya-tulis-tentang-teknik.html

Syamsuddin,https://cancerjantan.wordpress.com/2013/11/24/pengaruh-dan-perkembangan-teknologi-informatika-dalam-pandangan-dinamika-dunia-islam/

 

By

Tugas pengisian quisioner

Konbanwa ~ Selamat Malam……

hari ini saya mau memposting bukti bahwa saya telah mengerjakan tugas untuk mengisi form quisioner dosen bapak Endang Suryana, S.Sos.,M.M.

 

berikut saya lampirkan hasil screen shot

image

image

image

image

Demikianlah bukti yang dapat saya sampaikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

 

arigatou gozaimasu ~

By

Kuisioner Pen+

Kuisioner Pen+ sebelumnya sudah pernah masuk lewat email dan akhirnya saya isi, masalahnya adalah waktu mengisi kuisioner itu saya tidak tau kalau akan dijadikan assignment pada mata kuliah Bahasa Indonesia.

 

Jadi beginilah ketika link untuk pengisian kuisioner dibuka.

 

image

 

Sekian curhatan hati saya, terima kasih..

By

Tugas Makalah BL103F

BAHASA INDONESIA RAGAM ILMIAH

logo_raharja

TUGAS MAKALAH

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA

DI SUSUN OLEH :

GIOFANNY BELLACYANE (1621490928)

PROGRAM STUDI MULTIMEDIA AUDIO VISUAL BROADCASTING

STMIK RAHARJA

2016

 

    KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan karunia-Nya, penulis masih diberi kesempatan untuk dapat menyelesaikan tugas Makalah yang berjudul “Bahasa Indonensia Ragam Bahasa”. Tidak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada dosen Bahasa Indonesia yang telah membimbing penulis agar dapat mengerti tentang bagaimana cara menyusun makalah ini. Dan juga kepada teman- teman yang selalu memberi dukungan dan saran.

    Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan khususnya bagi kalangan mahasiswa. Dan mudah-mudahan juga dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Kami tahu makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami berharap untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Tangerang, 01 Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI Kata Pengantar………………………………………………………..

Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang……………………………………………………………………..

1.2 Tujuan…………..……………….………………………………………………….

1.3 Rumusan Masalah……………….………………………………………………..

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Karakteristik Bahasa Ragam Ilmiah……………………………….

2.2 Ciri Ragam Bahasa Ilmiah…….…………………………………………………….

2.3 Ragam Bahasa Pidato Ilmiah (Presentasi Ilmiah) ………………………………..

2.4 Ragam Ilmiah dalam Menulis Akademik………………………………….

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………

3.2 Saran…………………………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………….……………….

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

   Bahasa Indonesia, sebagaimana bahasa pada umumnya, digunakan untuk tujuan tertentu dan dalam konteks tertentu. Tujuan dan konteks ini akan menentukan ragam bahasa Indonesia yang harus digunakan. Seseorang yang menggunakan bahasa Indonesia untuk orasi politik misalnya, akan menggunakan ragam yang berbeda dari orang lain yang menggunakan untuk menyampaikan khotbah Jumat atau bahan kuliah. Mahasiswa disadarkan bahwa dalam dunia akademik atau ilmiah, ragam bahasa Indonesia yang digunakan adalah ragam ilmiah.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian dan Karakteristik dari bahasa ragam ilmiah ?

2. Bagaimanakah ciri ragam bahasa ilmiah ?

3. Bagaimanakah ragam bahasa pidato ilmiah ?

4. Bagaimanakah penulisan karya ilmiah dengan ragam akademik ?

1.3Tujuan

1 Memahami pengertian dan karakteristik bahasa ragam ilmiah.

2. Memahami ciri ragam bahasa ilmiah.

3. Memahami ragam bahasa pidato ilmiah.

4. Memahami penulisan karya ilmiah dengan ragam akademik.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Karakteristik Bahasa Ragam Ilmiah

      Bahasa indonesia ragam ilmiah merupakan salah satu ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam pertemuan dan penulisan karya ilmiah. Sebagai bahasa yang digunakan untuk memparkan fakta, kosep, prinsip, teori, atau gabungan dari keempatnya. Dimana bahasa ragam ilmiah ini diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode (pendekatan rasional pendekatan empiris) dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.

    Bahasa indonesia ragam ilmiah memiliki karakteristik cendekia, lugas dan jelas, menghindari kalimat fragmentaris, bertolak dari gagasan, formal dan objektif, ringkas dan padat, dan konsisten.

a) Cendekia Bahasa

ilmiah itu mampu digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis. Bahasa yang cendekia mampu membentuk pernyataan yang tepat dan seksama sehingga gagasan yang disampaikan penulis dapat diterima secara tepat oleh pembaca.

b) Lugas dan Jelas

Bahasa Indonesia mampu menyampaikan gagasan ilmiah secara jelas dan tepat. Untuk itu, setiap gagasan diungkapkan secara langsung sehingga akan menghindari kesalah-pahaman dan kesalahan menafsirkan isi kalimat.

c) Menghindari Kalimat Fragmentasi

Kalimat fragmentaris adalah kalimat yang belum selesai. Kalimat terjadi antara lain karena adannya keinginan penulis menggunakan gagasan dalam beberapa kalimat tanpa menyadari kesatuan gagasan yang diungkapkan.

d) Bertolak dari Gagasan

Penonjolan diarahkan pada gagasan atau hal yang diungkapkan dan tidak pada penulis. Implikasinya, kalimat-kalimat yang digunakan didominasi oleh kalimat pasif sehingga kalimat aktif dengan penulis sebagai pelaku perlu dihindari.

e) Formal dan Objektif

Sifat formal dan objektif ditandai dengan kosa kata, bentukan kata, dan kalimat. Kosakata yang digunakan bernada fornal da kalimat-kalimatnya mengandung unsur yang lengkap.

f) Ringkas dan Padat

Sifat ringkas dan padat direalisasikan dengan tidak adanya unsur-unsur bahasa yang mubazir. Itu berarti menuntut adanya penggunaan bahasa yang hemat.

g) Konsisten

Unsur bahasa dan ejaan dalam bahasa tulis ilmiah digunakan secara konsisten. Sekali sebuah unsur bahasa, tanda baca, tanda-tanda lain, dan istilah digunakan sesuai dengan kaidah, itu semua selanjutnya digunakan secara konsisten.

2.2 Ciri Ragam Bahasa Ilmiah

1. Struktur kalimat jelas dan bermakna lugas

2. Struktur wacana bersifat formal, mengacu pada standar konvensi naskah

3. Singkat,berisi analisis, dan pembuktian, menyajikan konsep secara lengkap

4. Cermat dalam menggunakan unsure baku (istilah kata), ejaan, bentuk kata, kalimat, paragraph,wacana

5. Cermat dan konsisten menggunakan penlaran dari penetuan topic, pendahuluan, deskripsi teori, deskripsi data, analisis data, hasil analisis,sampai dengan kesimpulan dan saran.

6. Menggunakan istilah khusus yang bersifat teknis dalam bidang ilmu tertentu.

7. Objektif dapat di ukur kebenarannya secara terbuka oleh umum, menghindari bentuk pesona, dan ungkapan subjektif.

8. Konsisten dalam pembahasan topic, pengendalian variable, permasalahan, tujuan, penalaran, istilah, sudut pandang, pendahuluan, landasan teori, deskripsi data, analisis data, hasil analisis, sampai dengan kesimpulan dan saran.

2.3 Ragam Bahasa Pidato Ilmiah (Presentasi Ilmiah)

    Persentasi ilmiah adalah penyajian bahan ilmiah oleh seseorang di suatu forum yang pesertanya secara sukarela terlibat aktif dalam interaksi verbal ilmiah untuk mencapai tujuan dalam waktu yang tersedia.Fungsinya yaitu sarana penyebaran informasi ilmiah, baik konseptual maupun prosedural.

      Ragam pidato ilmiah terdiri atas beberapa jenis yaitu:

1. Presentasi Ilmiah

2. Presentasi skripsi

3. Presentasi tesis

4. Presentasi disertasi

5. Pidato pengukuhan guru besar

Untuk mendapat hasil yang optimal, seorang presenter ilmiah harus memperhatikan beberapa hal, yaitu: Untuk mendapatkan hasil yang optimal, seorang presenter harus memperhatikan beberapa hal, yaitu:

a. Etika ilmiah

   Tata Cara dan Etika Presentasi Ilmiah Presentasi ilmiah akan berhasil jika penyaji menaati tata cara yang lazim. Pertama, penyaji perlu memberi informasi kepada peserta secara memadai. Informasi tersebut akan dipahami dengan baik jika peserta memperoleh bahan tertulis, baik bahan lengkap maupun bahasan presentasi powerpoint. Jika diperlukan, bahan dapat dilengkapi dengan ilustrasi yang relevan. Apabila bahan ditayangkan, harus dipastikan bahwa semua peserta dapat melihat layar dan dapat membaca tulisan yang disajikan. Kedua, penyaji menyajikan bahan dalam waktu yang tersedia. Untuk itu, penyaji perlu merencanakan penggunaan waktu dan menaati panduan yang diberikan oleh moderator. Ketiga, penyaji menaati etika yang berlaku di forum ilmiah karena forum ilmiah merupakan wahana bagi ilmuwan dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu saling asah otak dan hati serta bertukar berbagai informasi akademik, baik sebagai hasil pemikiran maupun hasil penelitian. Dalam forum tersebut, ada beberapa peran yang dimainkan oleh aktor yang berbeda, yakni penyaji, pemandu (moderator), notulis, peserta, dan teknisi. Semua pihak wajib melakukan tugasnya dan menjaga agar jalannya presentasi ilmiah dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan.

b. Ketentuan lembaga (universitas)

  Yaitu mengikuti Formal penulisan sesuai dengan ketentuan lembaga atau universitas, mengikuti prosedur yang berlaku pada suatu lembaga atau universitas, dan mengikuti system yang berlaku pada lembaga atau universitas.

c. Kemampuan personal

   Yaitu bersikap simpatik,sopandan hormat kepada pendengar , satun dalam setiap tutur kata, tidak menunjukan kemampuan diri secara berlebihan, menghindari subjektivitas dengan menggunakan aku, saya,piker, dan lain-lain. Sebaiknya seorang presenter menggunakan kata pengalaman membuktikan, uji coba menunjukan, dan lain-lain, kemudian pakaian juga harus sopan, bersikaf positif, serius,cermat, dan percaya diri.

d. Kemampuan teknis

    Yaitu menganalisis data primer dan sekunder baik kualitatif maupun kuantitatif (Keterangan yang dikemukakan pada kalimat dapat diukur secara pasti) mengaplikasikan penggunaan pustaka, melengkapi pembuktian teori dari buku yang dipakai ataupun foto kopi halaman yang dikutip dari buku jika buku asli tidak ada, menggunakan sarana visual seperti LCD, OHP, Peraga, dan data, dan data yang berupa gambar, garafik, atau data lainyang relevan. Ketika melakukan presentasi ilmiah, presenter juga dituntut untuk berusaha sekuat tenaga agar bahasa Indonesia lisan yang digunakan diwarnai oleh sifat-sifat ragam bahasa Indonesia ilmiah sebagaimana yang dikemukakan di atas. Sementara itu, beberapa fasilitas dalam penggunaan bahasa lisan tetap dapat dimanfaatkan, misalnya adanya kesempatan untuk mengulang-ulang menekankan dengan menggunakan intonasi, jeda, dan unsur intonasi lainnya.

Be Super Presenter

1.ANTUSIAS, menampilkan semangat hidup diri

2.BERWIBAWA, menggerakkan orang untuk melakukan sesuatu

3.POSITIF, melihat peluang dalam setiap saat

4.SUPEL, mudah menjalin hubungan dengan peserta

5.HUMORIS, berhati lapang, tetap mengikuti irama

6.LUWES, menemukan banyak cara

7.FASIH, berkomunikasi dengan jelas, fasih dan benar

8.TULUS, memiliki niat dan motivasi positif

9.INTERAKTIF, hubungan pembicara peserta hidup

10.MEMOTIVASI, mengairahkan pendengar, membangun harapan Ragam Ilmiah dalam Menulis Akademik

   Menggunakan bahasa Indonesia ragam ilmiah dalam menulis dan presentasi ilmiah berarti memanfaatkan potensi bahasa Indonesia untuk memaparkan fakta, konsep, prinsip, teori atau gabungan dari keempat hal tersebut, serta hasil penelitian secara tertulis dan lisan. Itu berarti bahwa pada saat menulis tulisan ilmiah, penulis harus berusaha keras agar bahasa Indonesia yang digunakan benar-benar menunjukkan sifat yang cendekia, lugas dan jelas, mengindari kalimat yang fragmentasi, bertolak dari gagasan, formal dan objektif, ringkas dan padat, dan konsisten. Sifat-sifat bahasa Indonesia yang demikian ditampakkan pada pilihan kata, pengembangan kalimat, pengembangan paragraf, kecermatan dalam menggunakan ejaan, dan aspek-aspek lainnya.

Contoh : Berbahasa adalah aktivitas sosial. Seperti halnya aktivitas-aktivitas sosial yang lain, kegiatan berbahasa baru dapat terwujud apabila manusia terlibat di dalamnya. Di dalam berbicara, pembicara dan lawan bicara sama- sama menyadari bahwa ada kaidah-kaidah yang mengatur tindakannya, penggunaan bahasanya, inpterpretasi-interpretasi lainnya terhadap tindakan lawan bicara. Setiap peserta penutur bertanggung jawab atas tindakan dan penyimpangan terhadap kaidah kebahasaan yang dilakukan dalam interaksi lingual itu.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

   Bahasa Indonesia ragam ilmiah merupakan salah satu ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam pertemuan dan penulisan karya ilmiah. Dalam bahasa ragam ilmiah memiliki ciri khas yakni cendekia, lugas dan jelas, menghindari kalimat fragmentaris, bertolak dari gagasan, formal dan objektif, ringkas dan padat, dan konsisten.

  Untuk mendapatkan hasil yang optimal, seorang presenter ilmiah harus memperhatikan beberapa hal, yaitu : etika ilmiah, ketentuan lembaga (universitas), kemampuan personal, dan kemampuan teknis.

   Menggunaan bahasa Indonesia ragam ilmiah dalam menulis dan presentasi ilmiah berarti memanfaatkan potensi bahasa Indonesia untuk memaparkan fakta, konsep, prinsip, teori atau gabungan dari keempat hal tersebut, serta hasil penelitian sec.

3.2 Saran

   Saya sarankan kepada pembaca maupun pendengar agar dapat memahami bahasa ragam ilmiah dengan lugas dan baik, sebab bahasa ilmiah sangat penting dan berguna terkhusus bagi kalangan pelajar terkhusus bagi mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.slideshare.net/darmayantihaedar/makalah-presentasi-1-bahasa-indonesia-ragam-ilmiah/

http://www.scribd.com/doc/114580665/Makalah-BI-Ragam-Ilmiah#scribd

By

Tugas 2 , Makalah (BL103F)

1. a.Makalah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia tahun 2000 : tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibaca dimuka umum dalam suatu persidangan dan sering disusun untuk diterbitkan; atau karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.

b. Makalah menurut Parera tahun 1982 : karya tulis yang memerlukan studi baik secara langsung seperti melalui observasi lapangan, maupun tidak langsung (studi perpustakaan).

Pengertian secara umum makalah merupakan karya tulis yang membahas tentang suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu masalah secara ilmiah.

2. Jenis-jenis makalah yaitu :

a. Makalah studi , contohnya : Makalah Studi kasus, Makalah studi kelayakan bisnis, Makalah studi Dokumenter, dan lainnya.

b. Makalah Kerja, contohnya : Makalah Prakerin, Makalah Kepuasan Kerja, dan lainnya.

c. Makalah Kajian, contohnya : Makalah Kajian Birokrasi, Makalah Kajian Ayat, dan lainnya.

3. Secara garis besar, sistematika penulisan makalah terdiri atas 3 bagian yaitu : pendahuluan, isi (batang tubuh), dan penutup.

  • Pendahuluan : memuat persoalan yang akan dibahas meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, dan tujuan penulisan.
  • Isi : terdiri atas lebih dari satu bagian sesuai dengan permasalahan yang dikaji.
  • Penutup : memuat kesimpulan sebagai pemaknaan penulis terhadap diskusi atau pembahasan masalah berdasarkan kriteria dan sumber-sumber literatur atau data lapangan.

4. a. Memilih Topik

b. Menentukan Tujuan

c. Membuat kerangka (outline)

5. Contoh topik makalah : Pengenalan Divisi Redaksi Trans 7

Tujuannya, agar pembaca dapat mengenal & mempelajari pekerjaan apa saja yang dilakukan dalam sebuah divisi bulletin (Berita).

By

Tugas 1 Bahasa Indonesia BL103F

1.a. Fungsi Pertama, sebagai lambang kebanggaan nasional. Artinya,  bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan bangsa Indonesia.
b.Fungsi kedua adalah sebagai lambang jati diri atau identitas nasional.Artinya,  bahasa Indonesia merupakan cerminan kepribadian bangsa Indonesia secara eksistensi.
c. Fungsi ketiga sebagai alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang sosial, budaya, dan bahasanya. Artinya,  bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi di seluruh pelosok Indonesia.
d. Fungsi terakhir sebagai alat perhubungan antarbudaya dan antardaerah.Artinya,  dengan adanya bahasa Indonesia dan penggunaan bahasa Indonesia bangsa Indonesia mendahulukan kepentingan nasional dibandingkan kepentingan daerah, suku ataupun golongan.

2.a. Fungsi pertama sebagai bahasa resmi kenegaraan. Artinya, wajib digunakan di dalam upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan, baik lisan maupun tulisan, dalam penulisan dokumen dan putusan serta surat-surat yang dikeluarkan oleh pemerintah dan badan-badan kenegaraan.
b. Fungsi kedua sebagai bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan.  dalam artian  mengharuskan lembaga-lembaga pendidikan menggunakan pengantar bahasa Indonesia.
c. Fungsi ketiga sebagai alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan untuk membantu kelancaran pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang. Dalam hal ini kita berusaha menjelaskan sesuatu, baik secara lisan maupun tertulis, dengan bahasa Indonesia agar orang yang kita tuju dapat dengan mudah memahami dan melaksanakan kegiatan pembangunan.
d. Fungsi terakhir sebagai alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Penyebaran ilmu tersebut akan lebih efektif dan efisien jika menggunakan bahasa Indonesia, bukan bahasa daerah atau bahasa asing.

3. a. Bahasa Melayu merupakan lingua franca di Indonesia (Bahasa perhubungan & sistem dagang)

b. Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dipelajari karena tidak mengenal tingkatan (perbedaan bahasa kasar dann halus)

c. Suku-suku di Indonesia (seperti Jawa, Sunda) dengan suka rela menerima bahasa melayu

d. Bahasa Melayu dapat dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti luas

4. Sejak dahulu dipakai sebagai bahasa perantara (lingua franca) namun diresmikan sejak pertengahan abad VII (ikrar Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928)

5. Karena Indonesia sendiri merupakan negara berbentuk kepulauan / terdiri dari pulau-pulau maka perlu 1 bahasa pemersatu (yaitu bahasa Indonesia ) yang tidak mungkin diambil dari salah satu pulau karena jika mengambil bahasa hanya dari salah satu pulau maka akan terjadi perpecahan (seperti ; mengapa harus bahasa jawa, tidak bahasa sunda saja, dan sebagainya)

By

Sis+

Konbanwa ~

Kali ini bener-bener tugas terakhir dari materi SATRIA alias PR or HOMEWORK, walaupun disebut homework tapi bebey malah officework because Ora ono wifi di rumah Bebey.. tugas bebey kali ini adalah bertanya di iDuHelp! (lagi/again) tentang bagaimana caranya mengaktifkan Sis+ milik bebey. Kata operator iDuHelp! yang jawab pertanyaan bebey sih harus bikin tiket ROOSTER terlebih dahulu.. Kalian tau Rooster..?? Bukan Ayam Jantan yaah.. Oke deh bebey bantu jelasin..

ROOSTER(Role Online Sytem Ticketing Raharja ) merupakan sebuah sistem pelayanan informasi dengan menggunakan tiket online yang akan diberikan kepada pihak yang terkait, agar dapat memberikan informasi yang cepat, tepar dan akurat. Kinerja ROOSTER saat ini adalah untuk dapat membantu pelayanan iDuHelp!, yaitu jika ada suatu pertanyaan dari mahasiswa yang tidak dapat dijawab oleh operator iDuHelp!, maka operator iDuHelp! harus membuat tiket di ROOSTER yang dapat di tujukan kepada pihak yang berkaitan untunk mendapatkan jawabannya, sehingga pelayanan tetap berjalan dengan baik dan sesuai harapan, namun informasi jawaban yang didapatkan harus menunggu maksimal 2×24 jam dari staff ROOSTER.

Kurang lebihnya sih seperti itu, yang punya Rooster cuma STMIK Raharja doang lho, kurang keren apa coba kampus kita.. Nah, karena Rooster harus menunggu jadi bebey nungguin dulu deh 2 hari abis itu baru bisa aktif Sis+ punya bebey..

Nih, bebey lampirin hasil percakapan bebey dengan Operator iDuHelp! nya…

Aku sudah terbiasa menunggu kok ka Deddy.. Hehehehe.. #JustKidding

Sekian dulu deh dari bebey, nanti bebey update lagi ya kalo udah aktif Sis+ nya..

Konbanwa, Matta ne ~

By

Pengalaman Training materi terakhir “SATRIA”

Konnichiwa ~

Hari ini harusnya jadi hari terakhir kumpul sama temen-temen di RiJP39 tapi karena bebey lagi kerja ya mau gimana lagi deeh.. Cuma bisa ngetik sambil dag dig dug takut ditegor atasan, hahahaha.. Jadi cerita untuk materi terakhir ini bebey curi-curi waktu buat ngetik post ini sebagai BUKTI PENYELESAIAN ASSIGNMENT “SATRIA”, sambil ngetik sambil dengerin Radio yang lagi heboh dengan berita “Ledakan Bom di Sarinah”. Banyak juga yang udah mulai BC di BBM katanya ada baku tembak juga, dan sudah menjalar ke daerah cikini dan palmerah, ada juga yang nge-BC udah ada baku tembak juga di depan Living World Alam Sutera deket tempat kerja Bebey.. Haduuuh, denger Reporternya ngos-ngosan dan istigfar mulu daritadi jadi tambah deg deg an nih Bebey..

Okeeeeeeee..!!! Fokus ke materi lagi, hemm, karena hari ini bebey training online jadi gak bertatap muka langsung dengan instruktur kita dan asistennya yang cantik-cantik dan kece badai ya jadi sepi deh, dan agak kurang fokus juga ngerjain assignment yang ada karena takut dimarahi atasan.. Suasana training di kantor itu serasa lagi dapet misi kaya di pilem-pilem detektip gitu, ahahaha.. Gak ngerti maksud bebey yaah..? Sama nih bebey juga blank..  Read More