RiJP

Raharja iLearning Junior Professional

By

Assignment 10-PKN UL101E

Pertanyaan:

  1. Apakah dalam perang/konflik HAM masih berlaku? Contohnya TNI yang sedang mengamankan Papua dituduh telah melakukan pelanggaran HAM terhadap TPNPB/OPM (Tentara Nasional Papua Barat/Organisasi Papua Merdeka), apakah ini pelanggaran HAM?
  2. Sebutkan 5 contoh sanksi internasional untuk negara yang dinilai melakukan pelanggaran atau dinilai tidak peduli dengan pelanggaran HAM!
  3. Berikan contoh sikap dan perilaku disekolah/dikampus  yang mencerminkan penghormatan terhadap HAM !
  4. Sebutkan 5 contoh sanksi internasional untuk negara yang dinilai melakukanpelanggaran atau dinilai tidak peduli dengan pelanggaran HAM!

2. Status:

100% selesai.

3. Keterangan:

Saya sudah menjawab semua pertanyaan.

4. Bukti:

1. Perlakuan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (“TPNPB”) atau Organisasi Papua Merdeka (“OPM”) telah mengancam keberlangsungan hidup para pekerja infrastuktur sehingga hal tersebut telah mengganggu ketertiban umum. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari artikel Penembakan Pekerja di Papua Kategori Aksi Terorisme? Ini Penjelasannya seperti diwartakan Antara, Kapolda Papua Irjen Pol. Martuani Sormin mengatakan bahwa pelaku penembakan itu adalah kelompok kriminal separatis bersenjata (“KKSB”) pimpinan Egianus Kogoya. Istilah KKSB tersebut merupakan penghalusan agar tidak muncul kesan negatif atau jelek terhadap Provinsi Papua dan juga Papua Barat. Selengkapnya simak KKSB, penjahat kambuhan atau pemberontak?.
Adanya  perlawanan dari pihak Pemerintah melalui Tentara Nasional Indonesia (“TNI”) adalah bentuk perlindungan kepada masyarakat yang telah terancam jiwanya. Apabila dikaitkan dengan pelanggaran Hak Aasasi Manusia (“HAM”), maka kita harus mengetahui secara lebih jelas pengertian HAM dan pelanggaran HAM tersebut.
Hak Asasi Manusia menurut Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia (“UU Pengadilan HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.
Sedangkan pengertian pelanggaran HAM menurut Pasal 1 angka 6 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (“UU HAM”) adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk  aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang ini, dan tidak mendapatkan, atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.
Secara umum UU Pengadilan HAM memuat 2 jenis pelanggaran HAM berat, yaitu kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan sebagaimana sesuai dengan Rome Statute of The International Criminal Court:[1]
  1. Kejahatan Genosida
Berdasarkan Pasal 8 UU Pengadilan HAM, kejahatan genosida dijelaskan sebagai berikut:
Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis, kelompok agama, dengan cara:
  1. membunuh anggota kelompok;
  2. mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok;
  3. menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya;
  4. memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok; atau
  5. memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain.
  1. Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Mengenai kejahatan terhadap kemanusiaan, dapat dilihat dalam Pasal 9 UU Pengadilan HAM sebagai berikut:
Kejahatan Kemanusiaan merupakan perbuatan kejahatan yang ditujukan pada penduduk sipil guna kepentingan suatu kelompok atau individu, kejahatan terhadap kemanusiaan sebagaimana dimaksud dalam adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil, berupa:
  1. pembunuhan;
  2. pemusnahan;
  3. perbudakan;
  4. pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa;
  5. perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asas) ketentuan pokok hukum internasional;
  6. penyiksaan;
  7. perkosaan, perbudakan seksual, pelacuran secara paksa, pemaksaan kehamilan, pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara;
  8. penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik, ras, kebangsaan, etnis, budaya, agama, jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional;
  9. penghilangan orang secara paksa; atau
  10. kejahatan apartheid.
Dari penjelasan mengenai pelanggaran HAM tersebut, maka tindakan TNI dalam kasus tersebut tidak dapat dikatakan sebagai pelanggaran HAM karena TNI di sini memiliki tugas untuk menyelamatkan warga sipil dari teror dan serangan yang dilakukan oleh TPNPB-OPM atau KKSB tersebut, serta melindungi kedaulatan Indonesia. Tindakan tersebut kembali pada fungsi TNI berdasarkan Pasal 6 ayat (1) Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (“UU TNI”) sebagai berikut:
TNI sebagai alat pertahanan negara berfungsi sebagai:
  1. penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa;
  2. penindak terhadap setiap bentuk ancaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a; dan
  3. pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan.
Sehingga, TNI tidak dapat dituduh melakukan pelanggaran HAM karena memiliki peran sebagai alat negara di bidang pertahanan, karena seperti yang kita ketahui, kelompok TPNPB-OPM atau KKBS terus melakukan penyerangan terhadap warga sipil yang bekerja di PT. Istaka Karya yang tersebar di beberapa titik untuk proyek infrastruktur jalan.
Selain itu, perlu dilihat juga mengenai salah satu jati diri TNI berdasarkan Pasal 2 huruf d UU TNI, yaitu:
Tentara Profesional, yaitu tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional, dan hukum internasional yang telah diratifikasi.
Apakah dalam perang/konflik HAM masih berlaku?
Tentu saja masih berlaku. Menurut hukum HAM Internasional dalam keadaan perang dilarang melakukan penyerangan terhadap warga sipil, rumah ibadah, rumah sipil dan Protokol Tambahan 1977 secara khusus melindungi orang yang tidak mengambil bagian dalam permusuhan (warga atau penduduk sipil, pekerja kesehatan, dan pekerja bantuan kemanusiaan) dan mereka yang tidak lagi terlibat dalam permusuhan, seperti tentara yang terluka, sakit dan kapalnya karam dan tawanan perang (Konvensi Jenewa 1949).
Tindakan TNI dapat tergolong sebagai pelanggaran HAM apabila dalam baku tembak tersebut dilakukan di luar ketentuan hukum humaniter yang mengatur tentang perang sebagaimana telah diratifikasi dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 1958 tentang Ikut Serta Negara Republik Indonesia dalam Seluruh Konvensi Jenewa Tanggal 12 Agustus 1949 (“UU 59/1958”), dimana melalui ratifikasi ini Indonesia mengakui ketentuan-ketentuan ataupun rambu-rambu dalam berperang.
Sumber Hukum:
Referensi:
  1. KKSB, penjahat kambuhan atau pemberontak?, diakses pada tanggal 15 Januari 2019, pukul 10.41 WIB.
  2. Konvensi Jenewa 1949, diakses pada tanggal 15 Januari 2019, pukul 11.10 WIB.

 

2. -Pelanggaran pemusnahan rumpun bangsa (Genoside): dipidana mati, penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun paling singkat 2 tahun.
-Pelanggaran pembunuhan ; dipidana mati, penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun paling singkat 3 tahun.-Penghilangan secara paksa: dipidana mati, penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun paling singkat 3 tahun.
-Pelanggaran perbudakan, diskriminasi secara sistematis; dipenjara paling lama 12 tahun dan paling singkat 1 tahun
-Penganiayaan oleh pejabat mengakibatkan cacat fisik dan mental; dipidana mati, penjara seumur hidup, penjara paling lama 15 tahun paling sedikit 3 tahun.

3. -Memberikan hak untuk bebas berpendapat.

-Menghargai keberagaman ras,agama, dan budaya.

-Menghormati teman-teman yang berbeda agama untuk beribadah.

4. -Pelanggaran pemusnahan rumpun bangsa (Genoside): dipidana mati, penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun paling singkat 2 tahun.
-Pelanggaran pembunuhan ; dipidana mati, penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun paling singkat 3 tahun.-Penghilangan secara paksa: dipidana mati, penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun paling singkat 3 tahun.
-Pelanggaran perbudakan, diskriminasi secara sistematis; dipenjara paling lama 12 tahun dan paling singkat 1 tahun
-Penganiayaan oleh pejabat mengakibatkan cacat fisik dan mental; dipidana mati, penjara seumur hidup, penjara paling lama 15 tahun paling sedikit 3 tahun.

By

Assignment 9 – PKN UL101 E

  1. Intstruksi:

Anda sudah mempelajari Lesson 9?

OK jika sudah, sekarang tugas Anda adalah mencari artikel/tulisan yang mengulas tentang hasil amandemen UUD 1945 pasal 27, pasal 28 dan pasal 28 A sampai pasal 28 J yang memuat tentang Hak Azasi Manusia (HAM)..

Silakan Anda searching dan postingkan artikel/tulisan tersebut di iMe dan submit di iDu..

2. Status:

100% Selesai.

3. Keterangan:

Saya sudah menjawab semua pertanyaan.

4. Bukti:

Pasal 28A

Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.

Makna:. Maksud isi tersebut adalah bahwa setiap manusia terutama warga negara indonesia, sejak ia lahir mempunyai hak yang sama dalam hal hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupannya. Tidak ada satu orang pun yang bisa membeli nyawa orang lain atau menghilangkan nyawa orang lain dengan alasan apa pun. Jika ada yang menghilangkan nyawa orang lain dengan atau apa lagi tanpa alasan, maka orang tersebut harus menanggung hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku.

Pasal 28B

(1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.

Makna : Maksud pernyataan tersebut adalah bahwa setiap warga negara indonesia memiliki hak yang sama untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. Perkawinan yang sah adalah perkawinan dimata hukum Jika tidak, maka keluarga tersebut tidak sah di mata hukum dan hak-hak sebagai warga negara indonesia tidak dijamin oleh negara.Jika sah, maka keluarga tersebut berhak untuk membentuk keluarga dan hak-hak seluruh anggota keluarga tersebut terjamin di mata hukum negara 

(2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Makna: Setiap anak sejak dia lahir, memiliki hak untuk hidup,tumbuh, berkembang dan berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Maka, sejak lahir anak tersebut harus di asuh dan diperlakukan selayaknya manusia. tidak boleh ada yang melakukan kekerasan atau pun diskriminasi, walaupun hal tersebut dilakukan oleh keluarganya sendiri. Jika terjadi kekerasan atau diskriminasi atas anak tersebut oleh keluarga sendiri, apalagi orang lain, maka orang yang melakukan kekerasaan atas anak tersebut harus menerima hukuman sesuai hukum yang berlaku di negara Indonesia.ni orangtuanya sekalipun. Kekerasan terhadap anak merupakan bagian dari bentuk kejahatan anusiaan yang bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia. 

Pasal 28C

(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

Makna: Maksudnya setiap orang berhak untuk mengembangkan diri dalam hal pendidikan, teknologi dan pengetahuan, seni budaya untuk meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan manusia terutama rakyat indonesia. Keluarga berkewajiban membantu mewujudkanhal ini, jika keluarga kurang mampu maka negara berkewajiban membantu mewujudkan hal ini terutama bagi warga negara yang memiliki kemauan dan kemampuan yang besar.

(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.

Makna: Setiap orang berhak memajukan dirinya secara kolektif unntuk membangun masyarakat, bangsa dan negara indonesia. Setiap orang berhak mencalonkan dirinya untuk menjadi pilihan rakyat dalam hal pembangunan negara dalam arti dapat ikut serta dalam calon Presiden, DPR,MPR,Mentri,Bupati,gubernur, bahkan RT. Atau jika terbeban, dapat membangun bangsa secara sukarela melalui Lembaga Swadaya Masyarakat atau semacamnya. Semuanya dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Pasal 28D

(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.

Makna: setiap orang berhak atas pengakuan dalam arti diakui oleh negara , jaminan dan perlindungan dari negara itu sendiri serta perlakuan yang sama dihadapan hukum .


(2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.


Makna : Untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan imbalan yang pentas memang tergantung kepada persiapan para pencari kerja tapi pemerintah juga berkewajiban menciptakan banyak lapangan pekerjaan agar tingkat pengangguran semakin menurun dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

(3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.
Makna: Negara memberikan hak kepada tiap warga atau masyarakat untuk ikut dalam berpolitik. Negara terlihat berusaha memenuhi kewajibannya. Ini sudah terlihat dari banyak munculnya berbagai partai politik. Tinggal bagaimana para partisipan politik benar-benar bekerja sesuai dengan tugasnya tanpa adanya penyimpangan

(4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.

Makna: Tiap orang berhak atas status kewarganegaraan. Berarti masyarakat mempunyai hak untuk untuk mendapatkan perhatian dan perlindungan negara serta ikut berpartisipasi dalam berbagai acara nasional seperti pemilu sebagai warga negara Indonesia. Dan karena memiliki status kewarganegaraan Indonesia, berarti masyarakat juga berkewajiban untuk taat terhadap hukum dan peratuaran yang berlaku di wilayah Indonesia 

Pasal 28E

(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.

Makna: Setiap orang berhak untuk memilih agamanya sendiri dalam arti dia nyaman dengan agamanya tersebut dan tidak berpindah-pindah agama dan pengajaran untuk menuntut ilmu , memilih pekerjaan mana yang pantas untuk mereka dan sesuai dengan kualitas mereka masing-masing dan memilih negara serta bertempat tinggal dinegara piulihannya tersebut tetapi atas dasar hukum dan pemerintahan yang sah.

(2) Setiap orang atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

Makna: Serta pemerintah memberikan kebebasan atas keyakinan yang diyakini oleh warga Negara tesebut dan berhak atas pemikiran dan sikap yang mereka ambil dikehidupan sehari hari sesuai dengan hati nurani yang mereka anggap benar selama semua itu tidak merugikan orang lain.

(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.
Makna: Serta setiap Negara menjamin atas kebebasan berorganisasi berserikat dan berkumpul dengan tidak merugikan pihak lain atau Negara itu sendiri dan mengeluarkan pendapat dengan bebas dan mendengar pendapat tersebut dengan baik , baik pendapatnya diterima atau pun tidak diterima

Pasal28F

Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Makna: setiap orang berhak untuk berbicara dan memperoleh informasi dari mana pun dan mengembangkannya dalam masyarakat dengan menggunakan media yang telah tersedia dan tidak merugikan orang lain atau digunakan untuk mencari fakta maka hal tersebut diperbolehkan.

Pasal 28G

(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.

Makna: setiap warga Negara berhak untuk mendapatkan perlindungan dari Negara baik bagi dirinya sendiri, keluarga, kehormatan maupun martabat dan harta benda yang dia miliki dibawah kekuasaannya. Setiap orang pun berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman untuk berbuat atau bertindak yang tidak sesuai dengan hak asasi manusia.


Dan bagi orang yang melakukan kekerasan ataupun mencoba untuk melakukan tindakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia, maka orang tersebut dapat dipidanakan dan mendapatkan hukuman yang telah diatur oleh Negara tersebut.

(2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain.

Makna: Warga Negara pun berhak untuk bebas dari tindakan penyiksaan dan perlakuan yang dapat merendahkan derajat dan martabat manusia. Dan untuk melindungi warganya, maka negara membentuk lembaga di bidang hukum untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan dan kejahatan di masyarakat. Setiap warga negara pun berhak memperoleh suaka politik dari negara lain.

Pasal 28H

(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan medapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Makna: Setiap orang berhak untuk hidup dengan sehat dan bertempat tinggal yang bersih , aman dan tentram dan mendapat pelayanan kesehatan yang baik , misalnya dalam masyarakat yang tidak mampu diberi kartu sehat agar meringankan biaya mereka , tetapi tidak di salah gunakan

(2) Setiap orang mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.

Makna: Semua orang sama di depan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi. Semua berhak atas perlindungan yang sama terhadap setiap bentuk apa pun

(3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.

Makna: setiap orang itu berhak atas jaminan dalam bentuk sosial atau kebutuhan hidupnya untuk bertumbuh dan menjadi manusia yang baik dan berpendidikan

(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun.

Makna: setiap orang itu memiliki hak pribadi dan yang milik pribadi itu tidak boleh ada campur tangan atau diganggu gugat oleh orang lain dengan tidak sopan

Pasal 28I

(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.

Makna: setiap orang lahir bukan untuk disiksa dan hak untuk tidak di siksa misalnya dalam sebuah pekerjaan TKI masih banyak para-para majikan yang menyiksa pembantunya dan itu harus dilaporkan kepada yang berwajib agar merdeka dalam segi hati dan rohani mereka dan kita harus diakui dalam hukum

(2) Setiap orang berhak bebas atas perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.

Makna : Setiap orang bebas atas perlakuan seseorang dan mendapat perlindungan dari pemerintah agar tidak terjadi lagi konflik atau perselisihan yang berkelanjutan dan berkepanjangan atau pun permasalahan yang sewaktu-waktu tidak di selesaikan atau tidak terpecahkan sama sekali(permasalahan yang hanya di jadikan sebagai pemanas global saja)

(3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.

Makna: Budaya harus dihormati, dilestariakan tidak memandang sebalh mata akan budaya kita dan tidak membiarkan akibat perkembangan zaman budaya kita menghilang begitu saja kita harus menjaganya dengan baik agar generasi mudah bisa mengetahui budayanyamasing-masing

(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah.

Makna:Pemerintah harusnya lebih memajukan atau memberikan hak penuh terhadap hak asasi manusia. Agar semua pihak yang mempunyai hak asasi dapat menegakkan hak-hak mereka yang slama ini tidak pernah di anggap oleh pemerintah-pemerintah yang hanya mementingkan kepentingan sendiri atau tidak pernah menganggap serius hak asasi manusia yang tertindas selama ini.

(5) Untuk menegakan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundangan-undangan.

Makna: Pemerintah sebaiknya membuat peraturan perundang-undangan yang berisikan bahwa hak asasi manusia harus dijungjung tinggi dan harus diperjuangkan agaar tidak terjadi lagi perselisihan konflik yang menyangkut hak asasi manusia.

Pasal 28J

(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Makna: Setiap orang itu harus saling menghormati satu dengan yang lain dan tidak ikut campur dalam hak-hak orang tersebut itulah pertandanya kita bernegara dan berbangsa

(2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

Makna: Setiap orang diharuskan untuk selalu mematuhi peraturan yang telah diberlakukan undang-undang. Dimana bagi siapa yang tidak mematuhi peraturan atau melanggar peraturan undang-undang harus dikenakan saksi yang lebih berat dari sebelumnya. Agar tidak terjadi pelanggaran perundang-undangan.

By

Assignment #1 – UL11I Agama Islam

Instructions

Jawablah Pertanyaan Berikut :

1. Pertanyaan :

1) Jelaskan pengertian Agama secara etimologi dan terminologi!
2) Sebutkan alasan secara umum mengapa manusia menganut suatu agama?
3) Apa peran agama dalam membangun peradaban dan ilmu pengetahuan?

2. Status :
100% selesai.

3. Keterangan :
Saya sudah menyelesaikan tugas sesuai instruksi.

4. Bukti :

Jawaban no. 1 :
KONSEP AGAMA SECARA ETIMOLOGIS
Menurut bahasa Sanskerta : A=tidak. GAMA=kacau, kocar-kacir, berantakan. Dengan agama, manusia menjadi tidak kacau, tidak kocar-kacir, tidak berantakan. Atau jadi memiliki keteraturan dan peraturan untuk mencapai arah atau tujuan tertentu.

KONSEP AGAMA SECARA TERMINOLOGIS
• AGAMA adalah tata cara hidup atau sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha kuasa. serta
tata kaidah yang berhubungan dengan manusia dan lingkungannya.

Jawaban no.2 :
Dengan menganut agama, jalan hidup manusia lebih terarah.
Manusia jadi punya landasan untuk bertindak dan bersikap.
Manusia jadi lebih bisa memaknai dengan bijak kehidupan.

Jawaban no. 3 :
Peran agama untuk membangun peradaban adalah dengan menghidupkan nilai moralitas. bahwa akal budi dan peradaban modern tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rohani manusia. Agama, dengan pengalaman akan kesatuan dan tata nilai yang ditawarkan, bisa memberikan secercah kepastian di tengah hidup yang terus berubah ini.
Sementara peran agama untuk ilmu pengetahuan, menjadikan Aqidah sebagai dasar IPTEK.
Pertama, menjadikan Aqidah sebagai paradigma ilmu pengetahuan.
Kedua, menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari.

By

Assignment #3 – UL11I Agama Islam

Instructions

JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT :

1. Pertanyaan:

  1. APA SAJA YANG TERMASUK SUMBER POKOK HUKUM ISLAM, SEBUTKAN DAN JELASKAN.
  2. SEBUTKAN 4 SUMBER HUKUM ISLAM YANG DISEPAKATI.
  3. SEBUTKAN  DAN JELASKKAN MINIMAL 3 HUKUM ISLAM YANG TIDAK DISEPAKATI.
  4. SEBUTKAN 6 MACAM HUKUM ISLAM, DAN JELASKAN SATU DEMI SATU.

2. Status:

100% selesai.

3. Keterangan:

Saya sudah menjawab semua pertanyaan.

4. Bukti:

  1. APA SAJA YANG TERMASUK SUMBER POKOK HUKUM ISLAM, SEBUTKAN DAN JELASKAN.

Menurut Informasi Al-Quran
Di dalam informasi Al-Quran, disampaikan bahwa sumber pokok ajaran islam adalah Al-Quran yang telah diwahyukan oleh Allah kepada Nabi Muhammad. Untuk itu, Al-Quran adalah dasar dari seluruh ajaran islam yang paling utama. Pokok-pokok penting ajaran islam terdapat di dalam Al-Quran. Informasi terebut, dijelaskan dalam beberapat ayat Al-Quran.

1. Al-Quran Menjadi Dasar Kembali Pemecahan Masalah

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) diantara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pedapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya) .jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisa’:59)’

Pada ayat di atas dijelaskan bahwa ketika ada suatu permasalahan atau perbedaan pendapat, maka Allah memerintahkan untuk kembali kepada apa yang disampaikan kepada Al-Quran. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Quran sebagai kembalinya sebuah dasar pemecahan masalah atau pendapat manusia. Jika manusia terus menerus mengikuti apa yang dikehendakinya atau hawa nafsunya, tentu kebenaran tidak akan hadir. Untuk itu, harus dikembalikan kepada spirit dan solusi terbaik, yang disampaikan dalam Al-Quran.

2. Dasar Pengetahuan

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”(QS Al A’raf: 52)

Al-Quran menjadi dasar pengetahuan yang Allah sampaikan. Untuk itu, karena sebagai dasar maka segala macam pengetahuan, hukum, dan pemecahan masalah manusia dalam kehidupan harus kembali dan sesuai dengan nilai dasar di Al-Quran.

3. Penerang Jalan Kehidupan

“Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (QS Al Maidah : 16)

Al-Quran adalah sebagai petunjuk dan jalan kehidupan. Untuk itu, Al-Quran akan mengeluarkan dari gelap gulita atau keterperukan, kejahiliahan manusia kejalan yang lebih selamat dan memberikan hikmah dalam hidup. Untuk itulah Al-Quran sebagai pokok ajaran islam.

4. Memerintahkan Untuk Mengikuti Rasul

“Apa yang diberikan Rasul (Muhammad) kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah” (Q.S. 59:7).

Dalam ayat di atas, dijelaskan bahwa Nabi Muhamad adalah sebagai risalah dari Allah. Untuk itu, apa yang disampaikan dan dianjurkan oleh Rasul hendaknya untuk dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Quran pun menyuruh umat islam untuk mengikuti dan menjadikan Rasul sebagai rujukan perilaku dalam kehidupan.

Menurut Hadist
Sebagaimana yang disampaikan dalam Al-Quran, dalam beberapa hadist pun memberikan informasi terkait sumber pokok dalam ajaran islam. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam hadist-hadist berikut ini:

1. Al-Quran, Sunnah Rasul, dan Ijtihad

“Bagaimana engkau dapat memutuskan, jika kepadamu diserahkan urusan peradilan? Ia (Muaz) menjawab, “Saya akan memutuskannya dengan kitabullah”. Bertanya lagi Nabi saw.“Jika tidak engkau jumpai dalam kitabullah?”.Ia menjawab, “Dengan sunah Rasulullah saw.” Lalu, Nabi bertanya, “Apabila engkau tidak dapati dalam sunnah Rasulullah?” Muaz menjawab, “Saya lakukan ijtihad bir-ra’yi. “Berkatalah Muaz, maka Nabi menepuk dadaku dan bersabda, “Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufik kepada utusan Rasulullah, sebagaimana Rasulullah telah meridhainya.” (HR. At-Tirmidzi)

Di dalam hadist tersebut, ditunjukkan bahwa Al-Quran adalah sebagai sumber paling awal dan paling pokok. Setelah Al-Quran maka sunnah rasul sebagai rujukan atau dasar kedua. Maka jika tidak ada juga di dalam Al-Quran dan Sunnah, Rasul memerintahkan untuk berijtihad. Tentu saja ijtihad ini tidak bertentangan dengan prinsip Al-Quran dan Sunnah Rasul. Karena itulah sumber utama dalam ajaran islam.

2. Sunnah Rasul adalah Pegangan Kebenaran

“Aku tinggalkan bagi kalian dua hal yang karenanya kalian tidak akan tersesat selamanya, selama kalian berpegang pada keduanya, yaitu Kitab Allah dan sunnahku.”

Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa sunnah rasul sebagai pegagan agar manusia tidak tersesat. Tentu saja hal ini dikarenakan Rasul sebagai penyampai risalah islam dan juga penyampai wahyu. Untuk itu, apa yang Rasul lakukan diperintahkan juga untuk diikuti.

3. Berpegang pada Sunnah Rasul dan Sunnah Khulafaur Rasyidin

“Berpegang teguhlah kalian kepada Sunnahku dan kepada Sunnah Khulafaur Rasyidin setelahku” (HR. Abu Daud).

Berpegang pada sunnah rasul juga pada sunnah khulafaur rasyidin adalah sebagai sumber ajaran islam yang diperintahkan oleh Rasulullah. Akan tetapi tentu saja khulafaur rasyidin yang dimaksud disini adalah mereka pemimpin yang memang benar-benar berpegang teguh pada islam. Bukan yang menyelewengkan agama atau sekedar mengikuti hawa nafsunya.

Untuk itu, sumber ajaran islam disini adalah mulai dari Al-Quran dan Sunnah Rasul. Apa yang disampaikan oleh ulama, oleh sesama manusia tentu bukan lah sebagai pokok ajaran islam. Itu hanyalah sekedar referensi yang tidak perlu ditaklid butakan. Sedangkan manusia bisa saja salah tidak selalu benar. Untuk itu dapat dilakukan kritik, dipertanyakan, dan juga diberikan masukan.

Untuk itu, Al-Quran dan Sunnah yang menjadi pokok ajaran islam harus senantiasa dipahami dan dilaksanakan.

2. SEBUTKAN 4 SUMBER HUKUM ISLAM YANG DISEPAKATI.

Hukum Islam yang disepakati:
1. Al-Quran
2. As-Sunnah
3. Ijma
4. Qiyas

3. SEBUTKAN  DAN JELASKKAN MINIMAL 3 HUKUM ISLAM YANG TIDAK DISEPAKATI.

Hukum Islam yang tidak disepakati:

1. Istihsan
Istihsan menurut bahasa adalah mengembalikan sesuatu kepada yang baik. Menurut istilah Ushul yaitu berpindahnya seorang mujtahid oleh hukum yang dikehendaki oleh qias jally (jelas) kepada qias khafi (samar-samar) atau dari hukum kully (umum) kepada hukum istinai’ (pengecualian).

2. Istihsab
Kata Istshab secara etimologi berarti “meminta ikut serta secara terus
menerus”. Menurut Ibnu al Qayyim al Jawziyah: menetapkan berlakunya suatu hukum yang telah ada atau meniadakan sesuatu yg memang tiada sampai ada bukti yg mengubah kedudukannya.

3. Maslahah al Murslah
Menurut abdul wahab khalaf; sesuatu yang dianggap maslahah namun tidak ada ketegasan hukum untuk merealisasikanya dan tidak pula ada dalil yang mendukung maupun yang menolaknya, sehingga ia dikatakan Maslahah al mursalah ( maslahah yang lepasdari dalil secara khusus).

4. URF ( Adat istiadat)
Kata ‘urf secara etimologi berarti “sesuatu yang dipandang baik dan diterima akal sehat”. Sedangkan secara terminologi menurut Abdul Karim Zaidan yaitu “sesuatu yang tidak asing lagi bagi suatu masyarakat, karna telah menjadi kebiasaan dan menyatu dengan kehidupan mereka. baik berupa perbuatan maupun perkataan.

5. Saddudz dzarî’ah
Menurut bahasa, saddu berarti menutup dan dzara’I kata jama’ dari dzari’ah berarti “Wasilah atau jalan”. Jadi artinya menutup jalan. Sedang menurut istilah ialah “menghambat segala sesuatu yang menjadi jalan kerusakan.”

6. Syar’u man Qablana
Secara etimologis syar’u man qablana adalah hukum-hukum yang disyariatkan oleh Allah SWT, bagi umat-umat sebelum kita. Secara istilah ialah syari‘at yang diturunkan Allah kepada umat sebelum ummat Nabi Muhammad SAW, yaitu ajaran agama sebelum datangnya ajaran agama Islam melalui perantara nabi Muhammad SAW, seperti ajaran agama Nabi Musa, Isa, Ibrahim, dan lain-lain.

7. Qaul Shahabi
Qaul Shahabi atau sering disebut dengan mazhab shahabi,fatwa shahabi  definisi singkatnya adalah  fatwa sahabat secara perorangan , rumusan sederhana ini mengandung tiga pilar:

1. Mengandung keterangan, penjelasan tentang hukum syara’ yang dihasilkan melalui Ijtihad.
2. Yang menyampaikan  fatwa itu ialah seorang sahabat nabi
3. Penggunaan kata perseorangan yang merupakan perbedaan secara jelas  antara qaul shahabi dan ijma’ shahabi.

4. SEBUTKAN MACAM-MACAM HUKUM ISLAM, DAN JELASKAN SATU DEMI SATU.

1. Wajib (Fardhu)
Wajib atau fardhu merupakan status hukum yang harus dilakukan. Karna akan mendapatkan pahala jika dilakukan. Dan sebaliknya, jika tidak, akan mendapat dosa. Hukum ini harus dilakukan oleh mereka yang memenuhi syarat-syarat wajibnya. Syarat wajib yang dimaksud adalah orang yang sudah mukallaf, yaitu seorang muslim yang sudah dewasa dan berakal sehat.

2. Sunnah
Sunnah atau sunnat adalah perkara yang dianjurkan bagi umat Islam. Artinya, jika dikerjakan maka akan mendapatkan pahala, namun jika tidak dikerjakan tidak apa-apa.

3. Makruh
Makruh adalah suatu perkara yang dianjurkan untuk tidak dilakukan. Jika dilakukan tidak berdosa namun jika ditinggalkan akan mendapat pahala.

4. Mubah
Mubah artinya adalah boleh. Dalam Islam, mubah merupakan sebuah hukum di mana seorang muslim boleh mengerjakan suatu perkara, tanpa mendapat pahala dan dosa. Hal ini lebih condong pada aktivitas dan kegiatan duniawi. Contoh perkara mubah antara lain adalah makan, minum dan lain-lain.

5. Haram
Haram adalah suatu hal yang dilarang dan tidak boleh dilakukan oleh umat Islam. Haram termasuk status hukum di mana sebuah perkara tidak boleh dikerjakan. Jika dilakukan maka akan mendapat dosa.

By

Assignment #2 – UL11I Agama Islam

1. PERTANYAAN :

  1. Secara bahasa kata aqoda dapat dilihat dalam (QS:4:33, QS:5:89, QS:5:1, QS:2:235). Ketiga ayat pertama berkonotasi………..
  2. Ditinjau dari segi fungsinya istilah “aqidah” mengandung beberapa arti yakni ….
  3. Di dunia ini tidak ada manusia yang bebas, buktinya setiap manusia punya cita-cita/tujuan hidup, setiap manusia tidak mungkin hidup sebatang kara tanpa bantuan orang lain atau makhluq lain. Misalnya ……
    Arah, tujuan dan cita2 hidup seorang yang beraqidah tauhid adalah ukhrawi sementara arah, tujuan dan cita2 hidup seorang yang beraqidah syirik adalah duniawi. Jelaskan
  4. Secara istilah aqidah berarti keyakinan atau keimanan. Istilah aqidah tidak terdapat dalam Al Qur’an, namun Al Qur’an menggunakan kata iman untuk menunjukan makna aqidah tersebut. Fungsi aqidah sebagai dasar/ikatan sama seperti halnya fungsi iman. Iman adalah sesuatu yang mengikat dan menjadi dasar pengendali kehidupan seorang (muslim). Iman menurut definisi para ulama adalah ……
  5. Jelaskan perbedaan tauhid rububiyah dan uluhiyah
  6. Seseorang beraqidah (tauhid Rububiyah) adalah ketika ia …….
  7. Lawanan dari sikap tauhid (aqidah tauhid) adalah

2. Status:

100% Selesai.

3. Keterangan:

Saya sudah menjawab semua soal.

4. Bukti:

1.  Ketiga ayat pertama berkonotasi ikatan perjanjian (uqud, aqdul, aiman), baik janji terhadap Allah maupun antara sesama muslim. Pada surat 2:235 berbicara tentang aqad nikah, dimana seseorang dilarang menikahi seorang wanita sebelum habis masa ‘iddahnya.

2. • Pertama sebagai ikatan yang membatasi, mengekang dan membelenggu.

• Kedua, ikatan yang mengendalikan dan memberi arah.

3. A. Contohnya mahluk yang tidak bisa hidup sebatang kara dalam hal perkuliahan, seperti mahasiswa, yang butuh dosen untuk menerangkan, mengajar, dan menilai hasil belajar selama di kampus untuk meraih kelulusan.

B. Manusia adalah makhluk yang beraqidah/terikat, baik ia terikat pada Allah sebagai penciptanya (aqidah tauhid) maupun aqidah-aqidah diluar Allah (aqidah syirik). Saat seorang manusia telah bersyahadah sebagai seorang muslim, maka dia akan terikat dengan aturan Allah dan Rasul-Nya (beraqidah tauhid), seperti harus menjalankan seluruh perintah Allah. Jika dia tidak mau terikat dengan aturan Allah dan Rasul-Nya, maka dia telah bebas dari aturan Allah Rasul-Nya tetapi dia akan masuk kepada ikatan selain Allah dan Rasul-Nya (beraqidah syirik).

4. Secara istilah aqidah berarti keyakinan atau keimanan. Istilah aqidah tidak terdapat dalam Al Qur’an, namun Al Qur’an menggunakan kata iman untuk menunjukan makna aqidah tersebut. Fungsi aqidah sebagai dasar/ikatan sama seperti halnya fungsi iman. Iman adalah sesuatu yang mengikat dan menjadi dasar pengendali kehidupan seorang (muslim). Iman menurut definisi para ulama adalah

membenarkan dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan”.

5.  Jelaskan perbedaan tauhid rububiyah dan uluhiyah

  • Tauhid Rububiyah berarti menegaskan Allah dengan Menjadikan-Nya sebagai satu-satunya sumber otoritas dan legalitas hukum yang haq serta menafikan segala sumber hukum selain yang ditetapkan Allah.
  • Tauhid Uluhiyah, yang mengandung makna bahwa hanya Allah tempat dan pusat dari segala yang dipinta, dimaksud, diibadahi dan tidak ada yang maujud kecuali Allah.

6.  Seseorang beraqidah (tauhid Rububiyah) adalah ketika ia

Seseorang beraqidah (tauhid Rububiyah) adalah ketika ia terikat dan mengikatkan hidupnya dengan din Islam, dengan menjadikan din Islam sebagai satu-satunya sumber hukum, sebagai pengaturan dan pemeliharaan Allah di muka bumi.

7. Lawanan dari sikap tauhid (aqidah tauhid) adalah

Lawanan dari sikap tauhid adalah syirik (menyekutukan Allah), yakni menjadikan selain Allah sebagai dasar aqidahnya.

By

Assignment #4 – UL11I Agama Islam

PERTANYAAN

 

  1. jelaskan makna Thaharah, Shaum, Shalat,Haji dan Umrah!
  2. Tunjukan dalil-dalil Al-Qur’an maupun hadits tentang Thaharah, Shaum, Shalat,Haji dan Umrah!
  3. Sebutkan hukum macam-macam air yang boleh digunakan untuk bersuci dan tidak boleh di gunakan untuk bersuci!
  4. Sebutkan 7 jenis air yang dapat di gunakan untuk bersuci!
  5. Sebutkan macam-macam najis dan bagaimana cara membersihkannya!
  6. Jelaskan arti shalat dan dalilnya!
  7. Jelaskan tentang syarat dan rukun shalat!
  8. Sebutkan macam-macam (nama-nama) shalat sunah!
  9. Apa Arti Puasa (Shaum) dan sebutksan dalil  tentang puasa?
  10. Sebutkan macam-macam puasa wajib dan puasa sunah!

2. Status :

100% Selesai.

3. Keterangan :

Saya sudah menjawab semua pertanyaan.

4. Bukti :

1. jelaskan makna Thaharah, Shaum, Shalat, Haji dan Umrah!

-Makna dasar “Thaharah” adalah “kesucian, kebersihan, dan kemurnian.

-Makna Shaum  menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim.

-Makna shalat adalah mencegah keji dan mungkar.

-Makna Haji maka akan mengantarkan kita pada lingkungan ilahi dan kemanusiaan, sehingga krisis multi dimensional yang melanda bangsa ini (setidaknya) berangsur-angsur pulih dengan ridha Allah SWT.

-Umrah sejatinya upaya menegakkan kalimat tauhid sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan anak-anaknya.

2. Tunjukan dalil-dalil Al-Qur’an maupun hadits tentang Thaharah, Shaum, Shalat, Haji dan Umrah!

Thaharah

ان الله يحب التوابين ويحب المتطهرين
Artinya:
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri”. (Al-Baqarah: 222).
Shaum

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Salat.

Dalil tujuan pelaksanaan sholat terdapat dalam Al-quran surat (20:14) yang tertera sebagai berikut :

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي – 20:14

Artinya :

Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah shalat untuk mengingat Aku. ( Surah Taha [20:14] )

Umrah
Dan di antara dalil yang menunjukkan keautamaan mempersering dan memperbanyak umrah adalah hadits Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

تَابِعُوا بين الحجِّ والعمرةِ ، فإنَّهما ينفيانِ الفقرَ والذنوبَ ، كما يَنفي الكيرُ خَبَثَ الحديدِ والذهبِ والفضةِ ، وليس للحجةِ المبرورةِ ثوابٌ إلا الجنةُ

“Iringilah ibadah haji dengan (memperbanyak) ibadah umrah (berikutnya), karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana alat peniup besi panas menghilangkan karat pada besi, emas dan perak. Dan tidak ada (balasan) bagi (pelaku) haji yang mabrur melainkan surga” [Hadits ini dikeluarkan oleh Imam at-Tirmidzi (810), dan an-Nasa-i (5/115), dan Ahmad (6/185).

Haji
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji…” (QS al-Baqarah: 197).

3. Sebutkan hukum macam-macam air yang boleh digunakan untuk bersuci dan tidak boleh di gunakan untuk bersuci!

Jenis air yang diperkenankan:

A. Air hujan
B. Air laut
C. Air sungai
D. Air telaga
E. Air mata air
F. Air embun
G. Air salju

Jenis air yang tidak diperkenankan:

Air yang tidak bersih atau ada najis,

Air sari buah atau pohon,

Air yang telah berubah warna, rasa dan bau dan menjadi pekat karena sesuatu telah direndam di dalamnya.

Air dengan jumlah sedikit (kurang dari 1000 liter) yang terkena sesuatu yang tidak bersih seperti urin, darah atau minuman anggur atau ada seekor binatang mati di dalamnya,

Air bekas wudu.

Air yang tersisa setelah binatang haram meminumnya seperti anjing, babi atau binatang mangsa.

Air yang tersisa oleh seseorang yang telah mabuk karena khamr (minuman keras).

4. Sebutkan 7 jenis air yang dapat di gunakan untuk bersuci!

A. Air hujan
B. Air laut
C. Air sungai
D. Air telaga
E. Air mata air
F. Air embun
G. Air salju

5. Sebutkan macam-macam najis dan bagaimana cara membersihkannya!

Macam-macam najis dan cara mensucikannya:

1. Najis mughalladhah dapat disucikan dengan cara membasuhnya dengan air sebanyak tujuh kali basuhan di mana salah satunya dicampur dengan debu. Namun sebelum dibasuh dengan air mesti dihilangkan terebih dulu ‘ainiyah atau wujud najisnya. Dengan hilangnya wujud najis tersebut maka secara kasat mata tidak ada lagi warna, bau dan rasa najis tersebut. Namun secara hukum (hukmiyah) najisnya masih ada di tempat yang terkena najis tersebut karena belum dibasuh dengan air.

Untuk benar-benar menghilangkannya dan menyucikan tempatnya barulah dibasuh dengan air sebanyak tujuh kali basuhan dimana salah satunya dicampur dengan debu. Pencampuran air dengan debu ini bisa dilakukan dengan tiga cara:

Pertama, mencampur air dan debu secara berbarengan baru kemudian diletakkan pada tempat yang terkena najis. Cara ini adalah cara yang lebi utama dibanding cara lainnya.

Kedua, meletakkan debu di tempat yang terkena najis, lalu memberinya air dan mencampur keduanya, baru kemudian dibasuh.

Ketiga, memberi air terlebih dahulu di tempat yang terkena najis, lalu memberinya debu dan mencampur keduanya, baru kemudian dibasuh.

2. Najis mukhaffafah yang merupakan air kencingnya bayi laki-laki yang belum makan dan minum selain ASI dan belum berumur dua tahun, dapat disucikan dengan cara memercikkan air ke tempat yang terkena najis.

Cara memercikkann air ini harus dengan percikan yang kuat dan air mengenai seluruh tempat yang terkena najis. Air yang dipercikkan juga mesti lebih banyak dari air kencing yang mengenai tempat tersebut. Setelah itu barulah diperas atau dikeringkan. Dalam hal ini tidak disyaratkan air yang dipakai untuk menyucikan harus mengalir.

3. Najis mutawassithah dapat disucikan dengan cara menghilangkan lebih dahulu najis ‘ainiyah-nya. Setelah tidak ada lagi warna, bau, dan rasan najis tersebut baru kemudian menyiram tempatnya dengan air yang suci dan menyucikan.

Sebagai contoh kasus, bila seorang anak buang air besar di lantai ruang tamu, umpamanya, maka langkah pertama untuk menyucikannya adalah dengan membuang lebih dahulu kotoran yang ada di lantai. Ini berarti najis ‘ainiyahnya sudah tidak ada dan yang tersisa adalah najis hukmiyah. Setelah yakin bahwa wujud kotoran itu sudah tidak ada (dengan tidak adanya warna, bau dan rasa dan lantai juga terlihat kering) baru kemudian menyiramkan air ke lantai yang terkena najis tersebut. Tindakan menyiramkan air ini bisa juga diganti dengan mengelapnya dengan menggunakan kain yang bersih dan basah dengan air yang cukup.

Mengetahui macam dan tata cara menyucikan najis adalah satu ilmu yang mesti diketahui oleh setiap muslim mengingat hal ini merupakan salah satu syarat bagi keabsahan shalat dan ibadah lainnya yang mensyaratkannya. Wallahu a’lam. (Yazid Muttaqin)

6. Jelaskan arti shalat dan dalilnya!

Sholat berasal dari bahasa arab yang artinya ‘’do’a’’. Sedangkan menurut isltilah sholat adalah ibadah yang dimulai dengan bacaan takbiratul ikhrom dan diakhiri dengan mengucap salam dengan syarat dan ketentuan tertentu. Segala perkataan dan perbuatan yang termasuk rukun sholat mempunyai arti dan makna tertentu yang bertujuan untuk mendekatkan hamba dengan Penciptannya.

Berbagai Dalil Mengenai Solat

Dalil tujuan pelaksanaan sholat terdapat dalam Al-quran surat (20:14) yang tertera sebagai berikut :

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي – 20:14

Artinya :

Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah shalat untuk mengingat Aku. ( Surah Taha [20:14] )

Dalam surat Ta Ha (20:14) tersebut menjelaskan bahwa tujuan sholat adalah agar setiap hambanya senangtiasa selalu berdzikir kepada Allah. Arti berdzikir disini adalah selalu mengingat Allah dimanapun dan kapanpun. Seperti ketika kita takbir membaca ‘’ Allahuakbar’’ yang beratri Allah maha besar menjelaskan tentang keagungan Allah. Ketika hati kita selalu mengingat Allah membuat jiwa kita menjadi tenang dan tentram.

Dan juga Al Quran Surat (29:45)

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ – 29:45

Artinya :

Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ( Surah Al-‘Ankabut [29:45] )

Sedangkan dalam surat Al Ankabut (29:45) menyebutkan bahwa sholat mampu menghindarkan kita dari perbuatan keji dan mungkar. Dalam ayat tersebut berarti jika sholat kita baik, benar dan khusyuk, hal tersebut membuat nurani kita paham akan segala larangan yang diperintahkan untuk tidak dilakukan yang bisa disebut dengan kualitas ketaqwaan seseorang. Karena kualitas ketaqwaan seseorang akan selalu menjaga hati, lisan dan perbuatan dari niat menyakiti dan mendzalimi seseorang.

7. Jelaskan tentang syarat dan rukun shalat!

Syarat Sah Sholat

Menjalankan ibadah sholat juga harus dilakukan dengan ilmu. Artinya, anda harus tahu tentang syarat wajib sholat. Setiap muslim yang memenuhi syarat sahnya sholat wajib menjalankan ibadah sholat. Syarat wajib sholat diantaranya:

-Orang tersebut harus beragama islam.
-Berakal sehat
-Dewasa atau sudah baligh
-Telah mengetahui tentang hukum sholat serta tata cara sholat dengan baik.
-Bersih ataupun suci dari hadats dan najis.
-Sadar.

Rukun sholat

Setelah tahu tentang syarat sah sholat, sekarang akan dibahas tentang rukun sholat. Rukun sholat harus dijalankan saat sholat dan harus tertib.

-Niat
-Berdiri bagi yang mampu.
-Selanjutnya membaca takbiratul ikram.
-Setiap raka’at membaca surat al fatihah.
-Ruku’ secara tuma’ninah.
-I’tidal secara tuma’ninah.
-Sujud secara tuma’ninah.
-Duduk atara dua sujud secara tumaninah
-Kemudian duduk tasyahud akhir
-Dan membaca sholawat Nabi.
-Membaca salam.
-Tertib.

8. Sebutkan macam-macam (nama-nama) shalat sunah!

Macam-macam Salat Sunah

Berikut deretan macam-macam sholat sunnah yang bisa Anda kerjakan sesuai waktu dan kebutuhan Anda. Dilansir dari Islamidia, berikut ulasannya.

1. Salat wudu

Salat wudu adalah salat sunah dua rakaat yang dikerjakan seusai wudu.

2. Salat Tahiyatul Masjid

Salat tahiyatul masjid adalah salat sunah dua rakaat yang dikerjaan ketika masuk masjid, sebelum Anda duduk. Salat tahiyatul merupakan salat untuk menghormati masjid.

3. Sholat Dhuha

Salat duha adalah salat sunah dua sampai 12 rakaat yang dikerjakan ketika matahari telah naik.

4. Salat Rawatib

Salat sunah rawatib adalah salat sunah yang dikerjakan mengiringi salat fardu atau salat wajib. Terdapat dua macam salat rawatib, yakni salat rawatib qabliyah yang dikerjakan sebelum salat fardhu, atau bakdiyah yang dikerjakan setelahnya.

5. Salat Tahajud

Sholat tahajud adalah salat sunah yang dilakukan di waktu malam. Sebaiknya dilakukan di sepertiga malam terakhir dan sesudah kita terlelap sebelumnya. Salat sunah ini minimal dilakukan 2 rakaat.

6. Salat Istikharah

Salat istikharah adalah salat sunah dua rakaat untuk meminta petunjuk yang baik jika kita sedang dihadapkan dengan dua pilihan. Waktu yang baik untuk melakukan salat sunah ini adalah dua per tiga malam terakhir.

7. Salat Hajat

Salat hajat adalah salat sunah yang dilakukan untuk memohon agar hajat kita dikabulkan atau diperkenankan oleh Allah SWT. Salat sunah ini dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat dengan salam tiap 2 rakaat.

8. Salat Mutlaq

Salat mutlaq adalah salat sunah yang tidak memiliki kaidah waktu pengerjaan dan tidak memiliki sebab untuk dilakukan. Jumlah rakaatnya pun tidak dibatasi.

9. Salat Taubat

Salat sunnah adalah salat yang dilakukan setelah merasa berbuat dosa kepada Allah SWT.

10. Salat tasbih

Salat tasbih adalah sholat sunnah sebanyak 4 rakaat yang dikerjakan pada siang hari dengan satu salam, atau malam hari dengan 2 salam.

Salat tasbih memiliki tata cara yang agak berbeda dengan salat biasa, karena tiap gerakan diselingi bacaan tasbih sebanyak 10 kali atau 15 kali dengan total bacaan tasbih tiap salatnya berjumlah 75.

11. Salat Tarawih

Salat tarawih adalah salat sunah sesudah isya yang dilakukan pada bulan Ramadan.

12. Salat Witir

Salat witir adalah salat sunah muakkad atau dianjurkan yang dirangkaikan sebagai penutup salat tarawih.

13. Salat Hari Raya

Salat hari raya adalah salat sunah yang dilakukan pada hari raya Idul Fitri 1 Syawal dan Idul Adha 10 Dzulhijah. Hukum dari salat hari raya adalah sunnah muakkad atau dianjurkan.

14. Salat Khusuf

Salat khusuf adalah sholat sunah yang dilakukan saat terjadi gerhana matahari atau bulan. Salat sunnah ini dikerjakan minimal dua rakaat.

15. Salat Istiqa

Salat istiqa adalah salat sunah yang ditujukan untuk meminta hujan kepada Allah.

Dan lain sebagainya.

9. Apa Arti Puasa (Shaum) dan sebutksan dalil tentang puasa?

Saum atau puasa bagi orang Islam (bahasa Arab: صوم, transliterasi: shaum) adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Berpuasa (saum) merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Saum secara bahasa artinya menahan atau mencegah.

Dalil Al-Qur’an

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Q.S. Al-Baqarah/2: 183)

Dalil Hadis

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: بُنِيَ الإِسْلامُ عَلى خَمْسٍ: شَهادَةِ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَإِقامِ الصَّلاةِ وَإِيتاءَ الزَّكاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ. (رواه البخاري)

Dari Ibnu Umar r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Islam itu dibangun di atas lima (pondasi), yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan.” (H.R. Al-Bukhari)

10. Sebutkan macam-macam puasa wajib dan puasa sunah!

Puasa Wajib

Puasa Ramadhan

Sebentar lagi Ramadhan nih! Di bulan Ramadhan seluruh umat muslim wajib berpuasa selama satu bulan penuh.  Kewajiban itu tertuang dalam firman Allah SWT yang berbunyi “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (Q.S. Al-Baqoroh;183-184)

Puasa Qodha

Bagi kalian, Prelovers yang pernah meninggalkan atau tidak mengerjakan puasa wajib karena beberapa halangan, maka Prelovers wajib menggantinya dengan puasa Qodha. Allah SWT berfirman yang artinya “(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, yaitu :memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (Q.S. Al-Baqoroh:184)

Puasa Kafarat

Puasa kafarat adalah puasa yang dilakukan untuk menebus dosa akibat melakukan dosa besar yaitu membunuh yang dijelaskan melalui firman Allah SWT dalam surah An-Nisaa’ ayat 92 dan dosa melanggar sumpah yang difirmankan Allah dalam surah Al-Maidah ayat 89.

Puasa Nadzar

Puasa nadzar adalah puasa yang wajib dilaksanakan sesuai nadzarnya. Misalnya Prelovers bernadzar ingin berpuasa 3 hari jika mendapat nilai 100, apabila nilai 100 benar-benar bisa didapatkan, maka Prelovers harus berpuasa 3 hari sesuai nadzar diawal. Rasulullah bersabda “Apabila seseorang bernadzar menjalankan puasa, maka nadzar itu harus dipenuhinya” (H.R. Bukhori)

Puasa Sunnah

Puasa enam hari di bulan Syawal

Puasa enam hari di bulan Syawal adalah puasa yang dilaksanakan setelah hari raya Idul Fitri. Keutamaannya adalah seperti berpuasa satu tahun (H.R. Muslim)

Puasa sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah

Puasa sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah adalah puasa yang dilaksanakan sebelum Idul Adha yaitu 10 Dzulhijjah. Ketika memasuki 10 Dzulhujjah maka diharamkan berpuasa.

Puasa Hari Arofah

Puasa Hari Arofah adalah puasa pada hari atau tanggal 9 Dzulhijjah. Keutamannya adalah akan dihapuskan dosa-dosa tahun lalu dan yang akan datang (H.R. Muslim)

Puasa Muharram

Puasa Muharram yaitu puasa pada bulan Muharram terutama pada hari Assyuro’. Puasa di bulan ini adalah yang paling utama setelah puasa di bulan Ramadhan (H.R. Bukhori)

Puasa Assyuro’

Puasa Assyuro’ (10 Muharram). Nabi Muhammad SAW memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari Assyuro’ dan mengirinya dengan puasa 1 hari sebelum dan sesudahnya. Hal ini bertujuan untuk menyelisihi umat Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada hari ke-10. Keutamaanya akan dihapus dosa-dosa kecil di tahun sebelumnya (H.R. Muslim)

Puasa Sya’ban

Puasa Sya’ban adalah puasa yang dilaksanakan pada bulan Sya’ban. Disunnahan memperbanyak puasa pada bulan ini karena bulan ini adalah bulan dimana semua amal diangkat kepada Robb (H.R. An-Nasa’i dan Abu Daud, Hasan)

Puasa pada bulan Harom atau bulan yang dimuliakan

Puasa pada bulan Harom atau bulan yang dimuliakan. Bulan Harom terdiri dari bulan Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Moharram, dan Rajab.

Puasa Senin dan Kamis

Puasa Senin dan Kamis. Kedua hari tersebut adalah hari dimana amal ibadah manusia diangkat.

Puasa Dawud

Puasa Dawud adalah puasa yang disukai Allah (H.R. Bukhori Muslim). Puasa ini dilakukan dengan berseling-seling yaitu satu hari berpuasa, maka besoknya tidak, kemudian berpuasa lagi, lalu besoknya tidak, begitu seterusnya.

By

SKuP UL11I-Teddy Kurniawan 1921424667

Teddy Kurniawan adalah pribadi Raharja yang gemar melukis lewat menulis. beberapa tulisannya seperti “Aku, Kamu, dan Ribuan Kilometer” juga “Sejatimu, Bukan Kekasihku”  menjadi salah dua yang diunggah dalam bentuk musikalisasi puisi. Teddy adalah bagian dari TI-MAVIB Universitas Raharja. Dan belakangan diketahui, bakatnya hanyalah membuat wanita jatuh cinta diam-diam.

By

SGS CHALLANGE

Student Get Student Challenge berhasil ku selesaikan. dan mengucapkan banyak terima kasih untuk
Amir Maruf, Renaldi Saputra, Gilang Gusti Pamungkas, Yoga Subariyanto dan terakhir, Setio Nugroho yang sudah mau terlibat di dalamnya. malem ini aku teraktir ngePES yak.

Teddy Kurniawan

By

Musikalisasi Puisi (Assigment embed video)

“Kamu berada di musim gugur. Yang di mana daun mengering, berterbangan, seperti cintamu yang akan hilang terhempas waktu. Langit lebih terlihat gelap, seperti harapmu padanya yang mulai kehilangan cahaya.

Pintu keluar dari hubungan kami ada di sebelah sana. Silahkan keluar, dan cari yang lebih baik darinya. Percayalah aku akan menjaganya sebagaimana kamu tidak ingin mengecewakannya.

Doa terbaik kami, untuk bahagiamu yang baru.

Untukmu.

Dari aku, dan Kekasihku.”

Sejatimu, Bukuan Kekasihku.

Karya : Teddy Kurniawan

By

KITA MULAI DARI HARI INI

Sampai juga di akhir training.

Aku tak lagi ingin membahas bagaimana suasana saat hari-hariku menjalani training. Selain sudah ku jelaskan pada assigment lainnya, setidaknya itu jauh lebih baik ketimbang menjalani hari-hari tanpanya. Karna ya setelah training ini berlalu, yang ku dapatkan ilmu, bukan luka baru.

Terima kasih untuk setiap pihak yang terlibat. Ibu dan ayahku. Trainer, kakak-kakak marketing, teman-teman yang mau ku ajak dikenalkan tentang kampusku dan juga kalian semua yang mendukung dan mendoakan.

Teruntuk teman-teman yang mengerjakan assigment RIJP75 bersama, semoga apa yang telah dibekalkan, bisa diaplikasi dengan baik nantinya. Selamat menjalani rutinitas kalian seperti biasa. Sampai bertemu September nanti.

Regards

Mahasiswa Universitas Raharja,

Teddy Kurniawan